Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Labels

Topik

Terpopuler

Trending

🔴 BREAKING
Memuat berita terbaru...
Guntur Wahono Dorong Pendidikan Politik dan Hukum Pro Rakyat di Blitar

By On September 02, 2026


Sosialisasi Transformasi Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Pro Rakyat bersama Guntur Wahono di Blitar

Guntur Wahono Sosialisasikan Transformasi Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Pro Rakyat yang diikuti pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar. Dalam kegiatan tersebut, peserta menyampaikan aspirasi dan masukan terkait berbagai persoalan masyarakat (2/9/2026). Foto/*Red

Blitar, Jawa Timur | JNO — Pendidikan politik dan hukum menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap peran politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Transformasi Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Pro Rakyat yang diikuti jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, S.E, serta dihadiri Sugeng Suroso selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, serta pengurus tingkat kecamatan atau PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Blitar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tampak antusias mengikuti materi dan menyampaikan aspirasi serta berbagai masukan yang berkaitan dengan persoalan masyarakat dan tata kelola pemerintahan.

Guntur Wahono mengatakan, kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan bentuk pembekalan politik, baik kepada kader partai maupun masyarakat secara luas. Menurutnya, politik tidak semata-mata berbicara mengenai perebutan kekuasaan melalui mekanisme konstitusional.

“Di dalam politik itu tidak hanya merebut kekuasaan secara konstitusi melalui pilihan, tetapi lebih dari itu kewajiban politik adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman agar masyarakat tidak sampai buta politik,” ujar Guntur Wahono.

Menurutnya, masih terdapat pandangan di tengah masyarakat yang menganggap politik sebagai sesuatu yang kotor dan negatif. Padahal, politik dapat menjadi sesuatu yang mulia apabila digunakan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

“Politik jelek dan politik kotor manakala itu menyengsarakan orang banyak. Tetapi politik akan dikatakan mulia manakala itu memperjuangkan kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Politik Harus Dekat dengan Persoalan Rakyat

Guntur menegaskan pentingnya struktur partai, kader, maupun anggota legislatif untuk terus turun ke bawah atau melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar para pelaku politik memahami persoalan nyata yang dihadapi rakyat.

Menurutnya, PDI Perjuangan harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat sehingga setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat diketahui dan diperjuangkan.

“Jangan sampai ada persoalan di masyarakat, kita sebagai orang politik tidak tahu-menahu. Tugas kita adalah memperjuangkan dan menguraikan persoalan-persoalan rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat pemerintah yang dinilai kurang peka terhadap persoalan masyarakat, maka menjadi kewajiban politik untuk memberikan peringatan dan menjalankan fungsi pengawasan.

Melalui tema Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Pro Rakyat, Guntur berharap pemerintahan di berbagai tingkatan dapat benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa partai politik juga merupakan bagian dari sistem pemerintahan, khususnya melalui peran anggota legislatif di tingkat kabupaten, kota, provinsi hingga pusat.

Generasi Muda Dinilai Masih Apatis terhadap Politik

Dalam kesempatan tersebut, Guntur Wahono juga menyoroti masih adanya sikap apatis sebagian generasi muda terhadap politik.

Menurutnya, banyak anak muda yang belum tertarik terhadap politik karena memandang dunia politik hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan.

“Sasarannya adalah masyarakat, terutama generasi muda. Sekarang banyak generasi muda yang apatis terhadap politik dan tidak tertarik kepada politik karena mereka melihat politik itu kotor dan hanya memperebutkan kekuasaan,” ujarnya.

Padahal, lanjut Guntur, partai politik memiliki fungsi penting dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Karena itu, pendidikan politik dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai fungsi politik, peran partai, serta tanggung jawab para pelaku politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Bukan kita menyalahkan mereka, karena itu hak mereka untuk berpendapat. Tetapi kewajiban kita adalah memberikan pemahaman agar mereka mengetahui apa itu politik dan apa tugas kita sebagai orang politik,” katanya.

Target Kemenangan Pemilu 2029

Selain memberikan pendidikan politik, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi internal PDI Perjuangan dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Guntur menyebut PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan kemenangan dalam berbagai agenda demokrasi pada Pemilu 2029, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah dan agenda politik nasional lainnya.

Menurutnya, target tersebut harus diikuti dengan langkah-langkah strategis, perencanaan serta kesiapan organisasi.

“Targetnya adalah kemenangan di Pemilu 2029. Dengan kita menargetkan itu, maka kita harus melakukan langkah-langkah strategis. Tanpa konsep, jalan keluar, rencana, dan langkah-langkah strategis, maka mustahil cita-cita besar itu akan terwujud,” ujar Guntur.

Ia menekankan bahwa kekuatan politik harus terus dibangun dengan menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, kader partai diminta untuk peka terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Konsolidasi Anak Ranting Ditargetkan Tuntas

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Guntur juga menyampaikan perkembangan konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.

Berdasarkan keputusan rapat DPC, Musyawarah Anak Ranting ditargetkan berlangsung dalam periode 1 Agustus hingga 30 September, dengan target konsolidasi struktur di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.

Setelah struktur di tingkat bawah terbentuk, langkah berikutnya adalah menyiapkan legalitas organisasi melalui Surat Keputusan (SK) serta memberikan pembekalan kepada para pengurus.

“Untuk apa mereka dibentuk, dibuatkan SK dan diberikan legalitas kalau mereka nanti tidak mengetahui tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus partai. Pembekalan ini penting agar mereka tidak salah arah,” jelasnya.

Guntur juga menyebut konsolidasi di tingkat desa telah dilakukan di seluruh 22 kecamatan dan 248 desa/kelurahan di Kabupaten Blitar, sementara proses penguatan struktur di tingkat anak ranting terus dilanjutkan.

DPC Siapkan Respons terhadap Kebutuhan Air Bersih


Endik: kebutuhan masyarakat terhadap air bersih harus segera mendapatkan perhatian karena kondisi di sejumlah wilayah mulai membutuhkan penanganan.

Sementara itu, Endik Susilo, Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM, mengatakan pihaknya juga menerima berbagai masukan dari masyarakat, terutama terkait potensi kekeringan dan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Menurut Endik, aspirasi mengenai kebutuhan air bersih, khususnya dari wilayah selatan Kabupaten Blitar, menjadi perhatian untuk segera dikoordinasikan bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.

“Kemarin kami mendapatkan banyak masukan dari wilayah selatan terutama. Kami juga sudah berkomunikasi dengan DPC Partai. Insyaallah kami menjadwalkan untuk menampung aspirasi dan apabila diperlukan akan membuat suatu gerakan ataupun bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan peralatan membuat kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting dalam upaya membantu masyarakat.

“Karena keterbatasan alat, tentu kita harus menggandeng pihak lain. Tetapi upaya DPC untuk berbuat kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih tetap kita lakukan,” katanya.

Menurut Endik, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih harus segera mendapatkan perhatian karena kondisi di sejumlah wilayah mulai membutuhkan penanganan.

Pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk kemungkinan berkomunikasi dengan PDAM untuk menentukan wilayah mana yang paling mendesak mendapatkan bantuan.

“Kita akan melihat mana yang memang urgen dan harus segera dibantu terlebih dahulu,” tutupnya. /*Red

Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat Diikuti Sekitar 5.000 Peserta

By On Agustus 23, 2026


Peserta Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat melepas burung merpati di Blitar Antusiasme peserta mengikuti Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat Blitar, Minggu (23/8/2026).

Blitar, Jawa Timur | JNO  — Ribuan masyarakat mengikuti Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 Kampung Coklat, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut mengusung tema “Sehatkan Raga, Cerahkan Rasa” dan dipusatkan di kawasan Wisata Edukasi Kampung Coklat, Kabupaten Blitar.


Jalan sehat dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan rute sejauh kurang lebih 2 kilometer. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Harlah ke-12 sekaligus menjadi sarana olahraga, rekreasi, dan silaturahmi masyarakat.


Kampung Coklat, Destinasi Wisata Keluarga dari Blitar untuk Indonesia


Kampung Coklat bukan sekadar lokasi penyelenggaraan kegiatan Harlah. Kawasan ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Blitar yang dikenal dengan konsep wisata berbasis kakao, rekreasi keluarga, kuliner, serta edukasi pengolahan cokelat.


Konsep tersebut membuat Kampung Coklat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat dari berbagai daerah, tidak hanya dari Blitar. Pemerintah Kabupaten Blitar sebelumnya juga mencatat bahwa pengunjung Kampung Coklat datang tidak hanya dari masyarakat setempat, tetapi juga dari luar daerah.


Popularitasnya sebagai destinasi wisata keluarga juga didukung oleh beragam fasilitas yang tersedia di dalam kawasan, mulai dari paket wisata edukasi, wahana permainan, area kuliner, galeri produk cokelat, area wisata, hingga fasilitas untuk berbagai kegiatan dan acara.


Melalui paket wisata edukasi, pengunjung tidak hanya menikmati suasana rekreasi, tetapi juga dapat mengenal tanaman kakao serta proses pengolahan cokelat dari hulu hingga hilir. Konsep inilah yang menjadikan Kampung Coklat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisata keluarga maupun kegiatan edukasi.


Kampung Coklat berlokasi di Jl. Banteng–Blorok No. 18, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur 66161.


Dengan konsep wisata yang memadukan edukasi, rekreasi, kuliner, dan produk olahan cokelat, Kampung Coklat terus menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Pada sejumlah periode liburan, kawasan ini juga dikenal ramai dikunjungi wisatawan dan pemudik yang datang ke Blitar.


Jalan Sehat Diikuti Sekitar 5.000 Peserta


Ketua Pelaksana Harlah ke-12 Kampung Coklat, Abdul Haris Fauzan, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Berdasarkan jumlah kupon yang terjual hingga sehari sebelum pelaksanaan, peserta yang mengikuti jalan sehat diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang.


“Alhamdulillah sudah ada 5.000 peserta terdaftar untuk melaksanakan bersama-sama agenda jalan sehat hari ini,” kata Abdul Haris.


Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat dan keberkahan bagi Kampung Coklat serta menjadi momentum untuk mengapresiasi masyarakat yang telah ikut menyukseskan seluruh rangkaian Harlah ke-12.


Selain berolahraga bersama, peserta juga mendapatkan kesempatan memenangkan berbagai hadiah. Hadiah utama yang disiapkan panitia berupa satu unit sepeda motor Honda Beat, dengan pajak hadiah ditanggung oleh pihak penyelenggara.


Selain sepeda motor, panitia juga menyediakan sepeda gunung, mesin cuci, serta puluhan hadiah lainnya.


Abdul Haris menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk sejumlah sponsor dari sektor perbankan dan pihak lainnya.


“Hadiah utama ada motor Beat, ada sepeda gunung, ada mesin cuci, dan juga ada puluhan hadiah lainnya,” ujarnya.


Tiket Rp5.000, Peserta Dapat Kupon Berhadiah


Dari sisi biaya, peserta cukup membayar Rp5.000 untuk mendapatkan kupon jalan sehat berhadiah. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10.000.


“Untuk tiket sangat terjangkau, malah turun harga. Tahun lalu Rp10.000, hari ini tiketnya cukup dengan Rp5.000 saja. Peserta sudah mendapatkan kupon jalan sehat berhadiah,” jelas Abdul Haris.


Ia menambahkan, rute jalan sehat yang ditempuh relatif ringan, yakni sekitar 2 kilometer atau kurang lebih 4.000 langkah. Jarak tersebut dipilih agar kegiatan dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia.


“Yang penting peserta berjalan sehat, kira-kira ada 4.000 langkah dan itu sesuai kriteria untuk menyehatkan kita sehari-hari,” katanya.


Peserta: Bisa Olahraga, Berkumpul, Sekaligus Berpeluang Mendapat Hadiah


Antusiasme juga dirasakan langsung oleh peserta. Salah satunya Muji Cahyono, 49 tahun, warga Desa Plosorejo yang mengikuti jalan sehat bersama masyarakat lainnya.


Muji mengaku kegiatan tersebut menarik karena tidak hanya menjadi kesempatan untuk berolahraga, tetapi juga menjadi ajang berkumpul bersama masyarakat.


“Bagus sekali. Bagusnya itu kita bisa kumpul, bisa olahraga bersama, terus siapa tahu dapat hadiah,” ujarnya.


Pada pelaksanaan tahun ini, Muji membeli delapan kupon, masing-masing seharga Rp5.000. Ia juga mengaku sebelumnya pernah mengikuti kegiatan serupa pada perayaan Harlah Kampung Coklat tahun lalu dan sempat mendapatkan hadiah doorprize, meskipun bukan hadiah utama.


Bagi Muji, keberadaan hadiah menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Ia berharap jumlah hadiah pada kegiatan serupa ke depan dapat semakin banyak sehingga lebih banyak peserta berkesempatan mendapatkannya.


Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat pun tidak hanya menjadi agenda olahraga bersama. Kegiatan tersebut sekaligus menghadirkan ruang interaksi masyarakat dalam suasana perayaan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat posisi Kampung Coklat sebagai destinasi wisata edukasi dan rekreasi keluarga yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Blitar. *(Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *