Kemenangan tersebut memastikan La Furia Roja meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi kampiun pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola, sementara Argentina mengandalkan pertahanan disiplin dan serangan balik cepat. Kedua tim sama-sama gagal memanfaatkan peluang sepanjang 90 menit waktu normal sehingga laga harus berlanjut ke babak tambahan.
Gol penentu kemenangan akhirnya lahir pada menit ke-106. Berawal dari umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan, Nico Williams menyambut bola dengan sundulan ke arah Ferran Torres. Penyerang yang masuk sebagai pemain pengganti itu langsung melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan kiper Argentina, Emiliano "Dibu" Martínez.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga final yang berjalan ketat. Argentina bahkan baru mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran pertamanya pada menit ke-115.
Argentina Kehilangan Enzo Fernández
Upaya Argentina mengejar ketertinggalan semakin berat setelah gelandang Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua menjelang berakhirnya waktu normal akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsí. Bermain dengan 10 pemain membuat pelatih Lionel Scaloni mengubah strategi menjadi lebih bertahan demi menjaga peluang hingga adu penalti.
Meski unggul jumlah pemain, Spanyol tetap harus bekerja keras menembus pertahanan Albiceleste. Emiliano Martínez tampil luar biasa di bawah mistar gawang dengan mencatatkan 11 penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, dan Nico Williams.
Akhir Pahit bagi Lionel Messi
Final Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di turnamen sepak bola terbesar dunia. Namun, harapan menutup karier internasional dengan trofi kembali pupus setelah Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol.
Messi, yang sebelumnya sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022 dan dua trofi Copa América untuk Argentina, tampak tak mampu menahan emosinya usai peluit panjang dibunyikan.
Ketegangan juga sempat mewarnai akhir pertandingan. Pemain pengganti Argentina, Leandro Paredes, menerima kartu merah setelah terlibat insiden dengan Eric García sesaat setelah laga berakhir.
Generasi Baru Spanyol Ukir Sejarah
Keberhasilan Spanyol menjadi juara tidak lepas dari konsistensi permainan kolektif yang ditampilkan sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026, hanya kebobolan satu gol dari delapan pertandingan.
Kapten tim, Rodri, yang juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen, mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan puluhan ribu suporter Spanyol yang memadati MetLife Stadium.
Gelar ini sekaligus menandai lahirnya generasi baru La Furia Roja yang mampu meneruskan warisan kejayaan tim juara dunia 2010 melalui permainan kolektif, disiplin taktik, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Dengan hasil ini, Spanyol kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, sementara Argentina harus puas mengakhiri perjalanan mereka sebagai runner-up Piala Dunia FIFA 2026.
Editor : rc
Credit image : Fifa doc.
« Prev Post
Next Post »

