Bersih Desa Gunung Gede, Wayang Kulit "Wahyu Kamulyan" Jadi Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya Jawa
On Juli 15, 2026
Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Selasa, 14 Juli 2026 — Pemerintah Desa Gunung Gede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, menggelar tradisi Bersih Desa dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan budaya adiluhung warisan leluhur. Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Desa Gunung ede pada Selasa malam (14/7/2026) itu berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pagelaran wayang kulit menampilkan dalang kondang Ki Wiji Gondho Kusumo yang membawakan lakon "Wahyu Kamulyan". Kisah tersebut sarat akan pesan moral tentang kepemimpinan, kejujuran, kebijaksanaan, serta harapan agar masyarakat memperoleh kemuliaan, kesejahteraan, dan kehidupan yang harmonis.
Acara dihadiri Kepala Desa Gunung Gede Mayar Siswanto, jajaran perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Forkopimcam Wonotirto, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang memadati kawasan pendopo sejak malam hari.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Gede, Mayar Siswanto menegaskan bahwa tradisi Bersih Desa bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Ia berharap melalui pelaksanaan Bersih Desa, seluruh warga senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari berbagai musibah yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.
"Tradisi Bersih Desa merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Gunung Gede," tutur Mayar.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Desa Gunung Gede agar semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Menurutnya, pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga media pendidikan budaya yang mengandung nilai-nilai kehidupan, etika, serta filosofi luhur yang patut dikenalkan kepada generasi muda.
"Kegiatan Bersih Desa ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Semoga Desa Gunung Gede selalu diberikan keberkahan, keamanan, ketenteraman, dan kemajuan sehingga mampu menjadi desa yang semakin sejahtera," tandasnya.
Suasana pagelaran berlangsung khidmat sekaligus semarak. Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan wayang kulit hingga larut malam. Selain menjadi hiburan masyarakat, pertunjukan tersebut juga menjadi sarana pelestarian seni budaya tradisional Jawa yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui penyelenggaraan Bersih Desa, Pemerintah Desa Gunung Gede berharap tradisi ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian seni budaya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa Indonesia. (rc)





















