Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Labels

Topik

Terpopuler

Trending

🔴 BREAKING
Memuat berita terbaru...
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total, 170+ Pendaki Dievakuasi akibat Karhutla Ranu Kembang

By On Agustus 28, 2026


Kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang menyebabkan jalur pendakian Gunung Semeru ditutup
Karhutla di Blok Ranu Kembang membuat jalur pendakian Gunung Semeru ditutup sementara dan lebih dari 170 pendaki dievakuasi.

Malang, Jawa Timur | JNO – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup total jalur pendakian Gunung Semeru menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Blok Ranu Kembang, kawasan TNBTS, Rabu (26/8/2026).

Penutupan dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan dengan pertimbangan utama keselamatan pengunjung serta untuk memberikan ruang bagi petugas melakukan pengendalian dan pemadaman kebakaran.

Kebakaran terdeteksi pada Rabu malam di kawasan Ranu Kembang yang berada di atas atau sekitar jalur menuju Ranu Kumbolo. Munculnya titik api tersebut membuat aktivitas pendakian harus dihentikan sementara. 

Keputusan penutupan dituangkan dalam Surat Pengumuman BB TNBTS Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026.

170+ Pendaki Dievakuasi dari Ranu Kumbolo

Saat kebakaran terjadi, sekitar 170 pendaki diketahui masih berada di kawasan Ranu Kumbolo. Mereka kemudian dievakuasi dengan pendampingan petugas dan Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).

Proses evakuasi dilakukan Kamis (27/8/2026) untuk memastikan seluruh pendaki keluar dari kawasan yang berpotensi terdampak jika api meluas. 

Perkembangan terbaru menyebutkan seluruh pendaki telah berhasil turun dan tiba di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Mereka dilaporkan tiba sekitar pukul 14.30 WIB dalam kondisi selamat dan kemudian kembali ke tempat tinggal masing-masing. 

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan jalur diperlukan untuk mendukung kelancaran pengendalian dan pemadaman kebakaran sekaligus memastikan proses evakuasi berlangsung aman.

“Sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan penutupannya.” tegasnya.

Penutupan juga dilakukan untuk mencegah adanya pengunjung yang masuk ke wilayah berisiko selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Ranu Kumbolo (2400 Mdpl), didokumentasikan sebelum dilanda kebakaran. Foto dok. BB TNBTS

Akses Malang–Lumajang Tetap Dibuka

Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tidak berarti seluruh akses kawasan TNBTS ditutup.

Akses transportasi Malang–Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Senduro masih dapat dilalui masyarakat. Kunjungan wisata ke Ranu Regulo juga tetap diperbolehkan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. 

Oleh karena itu, kegiatan saat ini secara khusus diberlakukan terhadap aktivitas pendakian Gunung Semeru.

Masyarakat maupun wisatawan tetap diminta memperhatikan informasi terbaru dari pengelola sebelum melakukan perjalanan ke kawasan TNBTS.

Pendaki Diminta Waspadai Risiko Kebakaran

BB TNBTS mengimbau seluruh pengunjung turut menjaga konservasi kawasan dari potensi kebakaran.

Pengunjung dilarang melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, termasuk menyalakan petasan, flare, kembang api, api pemanas, membakar sampah maupun kegiatan lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Imbauan tersebut menjadi semakin penting mengingat kondisi kawasan yang masih menghadapi ancaman karhutla pada musim kemarau.

Tiket Pendakian Bisa Refund atau Reschedule

Bagi calon pendaki yang telah membeli tiket melalui sistem booking online, BB TNBTS menyediakan opsi refund dan reschedule.

Mekanisme pengajuan akan diinformasikan lebih lanjut oleh pengelola sesuai perkembangan kondisi dan pembukaan kembali jalur pendakian.

Hingga saat ini, belum ada batas waktu pasti kapan pendakian Gunung Semeru akan dibuka kembali.

Pembukaan jalur akan memastikan hasil pemantauan dan evaluasi petugas serta kawasan telah dinyatakan aman bagi aktivitas pendakian.

Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. *Red/

Sumber: BB TNBTS

Kebersihan Lingkungan MTsN 4 Blitar Disorot Warga, Keluhan Disebut Belum Mendapat Tindak Lanjut

By On Agustus 28, 2026



Lingkungan MTsN 4 Blitar disorot warga karena ketidakpedulian kebersihannya. 28/08/2026.

Blitar, Jawa Timur | JNO — Persoalan kebersihan lingkungan di sekitar MTsN 4 Blitar kembali menjadi perhatian warga. Kondisi sejumlah area di sisi luar sekolah yang berbatasan langsung dengan lingkungan organisasi warga dinilai memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius dari pihak sekolah.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima JinNewsOne (JNO), terlihat sejumlah titik di sekitar bagian luar lingkungan sekolah masih dipenuhi sampah, terutama daun kering, rumput liar, serta berbagai material dan sampah yang berserakan. Pada salah satu bagian terlihat pula saluran atau area sempit di antara bangunan dan dinding sekolah yang terdapat sampah plastik serta material lainnya.

Warga menyampaikan bahwa persoalan tersebut bukan hal baru yang pertama kali dikeluhkan. Pada tanggal 7 Agustus 2026, warga disebut telah menyampaikan keluhan dan laporan mengenai kondisi kebersihan lingkungan kepada pihak MTsN 4 Blitar. Namun, menurut keterangan warga, hingga berita ini diterbitkan belum terlihat adanya tindakan penanganan yang signifikan terhadap area yang dikeluhkan.

Warga juga menyebut telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak sekolah, termasuk berdiskusi dengan Kepala MTsN 4 Blitar, Tati Farida, S.Pd., M.Si. Namun, saat warga datang, kepala sekolah disebut sedang tidak berada di tempatnya.

Warga Pernah Berswadaya Membersihkan

Kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sebenarnya telah dilakukan melalui tindakan nyata. Sebelumnya, warga sekitar secara swadaya turut membersihkan bagian lingkungan di sisi utara dinding luar sekolah.

Namun, upaya tersebut dinilai semakin berat karena banyaknya daun kering yang terus berjatuhan dari pohon besar yang berada di lingkungan sekolah. Volume daun yang terus bertambah membuat warga menginginkan apabila harus melakukan pembersihan secara mandiri.

Kondisi ini kemudian memunculkan harapan agar terdapat pembagian tanggung jawab yang jelas antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar, mengingat area tersebut berada tepat di sisi lingkungan sekolah sekaligus berdampingan dengan rumah warga.

Sekolah Bukan Hanya Tempat Belajar

Kebersihan pribadi mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga, hal tersebut memiliki dimensi yang lebih luas karena lingkungan sekolah merupakan bagian dari ruang pendidikan.

MTsN 4 Blitar sebagai lembaga pendidikan tidak hanya memiliki fungsi memberikan fungsi akademik, tetapi juga menjadi salah satu pembelajaran tempat pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai kebersihan, kedisiplinan, kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan aslinya dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, warga menilai sangat buruk jika persoalan kebersihan di bagian luar lingkungan sekolah terjadi dengan organisasi yang justru berlarut-larut tanpa penyelesaian yang terlihat.

Semangat membangun generasi muda yang ber-Akhlakul Karimah tentu tidak berhenti pada pembelajaran di kelas. Kepedulian terhadap kebersihan, lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar juga merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.

Kontrol Sosial, Bukan Sekadar Kritik

JNO memandang persoalan ini sebagai bagian dari kontrol sosial dan kritik yang membangun, bukan untuk menyudutkan pihak sekolah. Keluhan masyarakat patut menjadi ruang evaluasi agar persoalan sederhana tidak berkembang menjadi persoalan hubungan antara lembaga pendidikan dengan lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, pihak MTsN 4 Blitar juga memiliki ruang untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut, termasuk langkah-langkah yang telah, sedang, atau akan dilakukan untuk menangani kebersihan lingkungan yang dikeluhankan warga.

JNO membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak MTsN 4 Blitar maupun Kepala Sekolah Tati Farida, S.Pd., M.Si., sehingga informasi yang berkembang dapat disampaikan secara berimbang kepada publik.

Sebab, menjaga kebersihan lingkungan sekolah pada akhirnya bukan hanya persoalan estetika. Ia merupakan cermin kepedulian, keteladanan, dan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan dan masyarakat yang hidup berdampingan di sekitarnya. *(Merah)

Pradah Agung Festival 2026: Siraman Gong Kyai Pradah, Warisan Leluhur yang Menggerakkan Ekonomi Lodoyo

By On Agustus 27, 2026

Pradah Agung Festival 2026, Ritual tradisi Jamasan Gong Kyai Pradah oleh Bupati Rijanto. (Kolase foto dok. Redaksi)

Blitar, Jawa Timur | JNO – Dentang tradisi kembali menggema dari Lodoyo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Kamis (27/8/2026). Ribuan masyarakat dari Blitar dan luar daerah memadati kawasan Pendopo Alun-alun Lodoyo untuk mengikuti puncak Pradah Agung Festival 2026, yang ditandai dengan Upacara Jamasan atau Siraman Gong Kyai Pradah.

Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut bukan sekadar agenda budaya tahunan. Siraman Gong Kyai Pradah menjadi manifestasi pelestarian budaya melalui ritual sakral yang dilaksanakan setiap bulan Maulid atau Rabiul Awal, bulan ketiga dalam penanggalan Hijriah yang di dalamnya umat Islam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bagi masyarakat Lodoyo, ritual tersebut menjadi simbol kuat hubungan masyarakat dengan leluhur, sejarah dan alam. Dalam perkembangannya, tradisi tersebut juga menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat.

Tahun ini, tradisi tersebut dikemas dalam bingkai Pradah Agung Festival 2026, dengan rangkaian kesenian, parade budaya, aktivitas UMKM dan pertunjukan wayang kulit.

Dari Tari Pembuka hingga Potong Tumpeng


Puncak kegiatan diawali dengan pertunjukan tari tradisional sebagai pembuka, dilanjutkan sambutan Bupati Blitar Drs. Rijanto, pemberian cenderamata berupa miniatur Gong Kyai Pradah, sambutan Camat Sutojayan Arinal Huda, kemudian prosesi utama Jamasan atau Siraman Gong Kyai Pradah.

Prosesi tersebut dihadiri Bupati Blitar, perwakilan Forkopimda, kepala OPD, jajaran Pemerintah Kecamatan Sutojayan, tokoh masyarakat serta ribuan warga dari Blitar maupun luar daerah.

Setelah prosesi Siraman Gong Kyai Pradah selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus bagian dari penutup prosesi utama pada pagi hari.

Potong tumpeng juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam mengikuti rangkaian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian Pradah Agung Festival 2026 kemudian masih berlanjut pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit di Pendopo Alun-alun Lodoyo.

Dengan demikian, ritual Siraman Gong Kyai Pradah menjadi bagian utama dari rangkaian festival yang mempertemukan tradisi, seni pertunjukan, pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Miniatur Gong Kyai Pradah Jadi Souvenir Khas Lodoyo



Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam Pradah Agung Festival 2026 adalah miniatur Gong Kyai Pradah sebagai souvenir khas Lodoyo.

Gagasan menghadirkan miniatur tersebut diinisiasi Camat Sutojayan Arinal Huda sebagai upaya mengembangkan identitas budaya lokal menjadi produk cenderamata yang dapat dikenalkan kepada masyarakat dan wisatawan.

Miniatur tersebut kemudian diperkenalkan dan diresmikan oleh Bupati Blitar Drs. Rijanto sebagai souvenir khas Lodoyo.

Karya tersebut dibuat menggunakan kayu jati pilihan dari limbah sisa produksi, sehingga material yang sebelumnya merupakan sisa produksi diberi nilai tambah melalui pengolahan menjadi karya bernilai estetika dan budaya.

Konsep desain serta pendekatan budaya miniatur tersebut digarap oleh Ricky Ardiansyah — Designer & Culture Concept, yang menerjemahkan identitas Gong Kyai Pradah ke dalam bentuk miniatur dengan tetap mempertahankan karakter visual dan nilai simboliknya.

Kehadiran miniatur tersebut memberikan dimensi baru dalam pelestarian budaya. Gong Kyai Pradah tidak hanya dikenal melalui ritual jamasan, tetapi juga dapat hadir sebagai karya budaya yang dapat dibawa pulang masyarakat dan wisatawan sebagai representasi identitas Lodoyo.

Rijanto: Tradisi Leluhur Harus Terus Dilestarikan

Bupati Blitar Drs. Rijanto mengatakan dirinya bersyukur tradisi Siraman Gong Kyai Pradah kembali dapat dilaksanakan.

“Alhamdulillah, kita semua baru saja melaksanakan tradisi Siraman Gong Kiai Pradah untuk tahun 2026 yang jatuh pada Kamis Legi. Acara ini setiap tahun kita laksanakan,” kata Rijanto.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan peninggalan leluhur yang harus terus dijaga.

“Ini tradisi yang baik, tinggalan para leluhur kita yang kita lestarikan. Apalagi Gong Kiai Pradah ini karena kekompakan, keguyuban, kepedulian daripada masyarakat,” ujarnya.

Rijanto mengatakan tradisi tersebut pada awalnya tumbuh dari masyarakat dan kemudian pemerintah ikut hadir memberikan dukungan.

“Tradisi ini awalnya memang muncul dari masyarakat. Terus-menerus akhirnya pemerintah juga ikut hadir,” katanya.

Ia juga menyebut Gong Kyai Pradah telah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).

Namun, bagi Rijanto, pelestarian budaya tidak cukup hanya mempertahankan ritual.

“Tidak hanya kita melestarikan budaya, tetapi kita kemas untuk pengembangan pariwisata kita. Pariwisata budaya yang tentunya ini punya dampak untuk pengembangan ekonomi kreatif daripada masyarakat,” jelasnya.

UMKM Ikut Bergerak

Rijanto melihat pelaksanaan festival memberikan dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan masyarakat.

“UMKM-nya juga bisa tumbuh, bisa berkembang. Alhamdulillah yang kita lihat secara langsung tadi luar biasa, UMKM-nya laris manis. Pedagang-pedagang nampaknya tersenyum puas,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan setiap tahun.

“Ini tentunya menjadi evaluasi kita. Tentunya ini tanggung jawab kita bersama untuk tiap tahun ada peningkatan kualitas,” katanya.

Ia menegaskan pelestarian budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Kita tidak hanya tanggung jawab untuk melestarikan budaya, tetapi kita kemas untuk pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan semuanya punya dampak pada perkembangan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Terkait dukungan anggaran, Rijanto menilai kegiatan budaya merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong perekonomian masyarakat.

“Kalau bicara efisiensi, enggak seperti ini. Kalau ini justru tanggung jawab kita bersama untuk mendorong masyarakat agar tetap bangkit ekonominya,” tegasnya.

“Ini menyentuh kehidupan masyarakat lapisan bawah.”

Ia memastikan dukungan melalui APBD tetap diberikan.

“Setiap tahun selalu kita sisihkan APBD untuk acara-acara semacam ini,” imbuh Rijanto.

Tujuh Hari Menghidupkan Seni dan Perdagangan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Eko Susanto, S.T., M.Si., mengatakan Pradah Agung Festival 2026 dikembangkan melalui rangkaian kegiatan selama sekitar tujuh hari.

“Yang sudah kita coba dengan Pak Camat, dengan panitia lokal selama tujuh hari full itu ada event kegiatan. Jadi rangkaian Siraman Mbah Pradah, mulai jaranan, mulai wayang, pawai budaya dan lain-lain,” jelas Eko.

Menurutnya, rangkaian tersebut juga menjadi ruang bagi komunitas seniman di Lodoyo.

“Untuk menggerakkan komunitas-komunitas seniman yang ada di Lodoyo, yang memang cukup banyak di sini sehingga kita perlu wadah itu,” ujarnya.

Namun, Eko mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama penataan UMKM.

“Ke depan memang kami mencoba nanti dengan panitia penataan tentang UMKM-nya: ada keseragaman tenda, layout-nya, kebersihannya, kemudian penataan venue-venue-nya,” katanya.

Perputaran Ekonomi Akan Dipetakan

Eko mengatakan aktivitas ekonomi selama festival tidak hanya melibatkan pedagang lokal.

“Pedagangnya tidak hanya dari lokal lho ya, dari Cirebon, dari Bandung, dari Kudus. Jadi cukup banyak,” ungkapnya.

Pemerintah, kata dia, akan mencoba menghitung perputaran uang selama rangkaian kegiatan.

“Nanti memang kita akan coba data seperti apa untuk cash flow, putaran uang selama event Mbah Pradah itu,” ujarnya.

Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk melihat seberapa besar dampak ekonomi festival, mulai dari UMKM, parkir hingga kunjungan wisata.

“Kalau sudah terlihat potensi event budaya ini punya dampak perputaran uang, UMKM, parkir, kemudian kunjungan dan seterusnya, ini kan perlu intervensi yang lebih besar untuk penataannya,” jelas Eko.

Menurutnya, penataan ke depan harus dimulai sejak awal, termasuk jalur pengunjung dan pintu masuk.

“Kita terus berbenah. Termasuk beberapa kekurangan-kekurangan, pasti kita akan coba,” katanya.

Tradisi Tetap Berbasis Masyarakat

Meski pemerintah memberikan dukungan, Eko menegaskan tradisi Gong Kyai Pradah tetap berakar pada masyarakat.

“Base-nya kan community, masyarakat. Jadi memang hidup dari masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah berperan dalam penataan dan pengembangan tanpa mengambil alih akar tradisinya.

“Tradisi itu tetap dari bawah, kita intervensi menata saja lah. Menata, mengemas, kemudian inovasi, kolaborasi seperti itu,” tegas Eko.

Arinal Huda: Bingkai Festival Harus Diperbesar

Camat Sutojayan Arinal Huda mengatakan tradisi Gong Kyai Pradah telah berlangsung selama ratusan tahun.

“Kalau upacara ini sudah lama sekali, sudah turun-temurun. Sudah ratusan tahun yang jelas ini,” katanya.

Namun tahun ini penyelenggaraan dibuat berbeda melalui konsep Pradah Agung Festival.

“Tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tahun ini ada beberapa rangkaian kegiatan menjelang dilaksanakan hari H seperti ini. Ada tema yang bertajuk Pradah Agung Festival,” jelas Arinal.

Rangkaian tersebut antara lain empat kali pertunjukan kesenian di pendopo dan Parade Jaranan se-Kecamatan Sutojayan pada 23 Agustus.

“Saya melihat itu sukses dan banyak penonton dari beberapa daerah atau kecamatan lain yang datang di Sutojayan waktu itu,” ujarnya.

Festival juga menghadirkan kelompok seni lokal serta undangan khusus dari ISI Surakarta.

Menurut Arinal, kegiatan tersebut memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas UMKM.

“Masyarakat merasa terhibur pertama, dan kedua diyakini para pelaku UMKM yang ada di sekitar pendopo ini menjadi lebih ramai pengunjungnya dan omzetnya juga lebih banyak dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Kisah Gong dan Harimau

Di balik ritual Gong Kyai Pradah terdapat cerita yang diwariskan secara turun-temurun.

Arinal menuturkan masyarakat mengenal kisah bahwa gong tersebut memiliki khodam atau kekuatan gaib.

Konon, ketika Pangeran Prabu berada di wilayah Lodoyo yang saat itu masih berupa hutan belantara dengan banyak harimau, gong tersebut pernah dititipkan kepada salah seorang penduduk.

Ketika gong dipukul untuk memanggil Pangeran Prabu, yang datang justru harimau.

Namun harimau tersebut tidak menyerang.

“Macan tersebut tidak buas. Bahkan seperti macan jinak,” tutur Arinal.

Kisah tersebut kemudian menjadi bagian dari narasi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

“Masyarakat berkesimpulan gong ini memang mempunyai kekuatan gaib atau khodam yang sampai hari ini masyarakat masih mengakui bahwa ini menjadi salah satu upaya ritual yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat Lodoyo,” katanya.

Anak Muda Perlu Mengenal Sejarahnya

Salsabila, salah seorang pengunjung asal Jingglong, mengaku menikmati Pradah Agung Festival.

“Seru. Terus bersejarah juga karena dari tahun ke tahun selalu ada seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan dan lebih banyak melibatkan generasi muda.

“Kalau bisa terus dilakukan setiap tahunnya karena mungkin untuk anak-anak muda yang lainnya belum tahu apa sih namanya Gong Kiai Pradah itu,” katanya.

Menurutnya, generasi muda perlu diajak melihat dan memahami sejarah Gong Kyai Pradah secara langsung.

“Kalau bisa lebih banyak anak muda yang diajak melihat bagaimana sejarahnya dari kemarin-kemarin. Jadinya untuk ke depannya mungkin bisa lebih seru lagi,” tambahnya.

Masyarakat Minta UMKM Lebih Terpusat

Di tengah antusiasme masyarakat, terdapat pula sejumlah catatan untuk penyelenggaraan berikutnya.

Masyarakat berharap area UMKM ditata lebih rapi dan dipusatkan dalam satu kawasan, sehingga tidak terlalu mengurangi ruang gerak pengunjung.

Penataan tersebut diharapkan dapat membuat arus pengunjung lebih lancar, area utama lebih leluasa serta mengurangi kepadatan.

Sutinah dan Ruang Aman bagi Lansia

Persoalan kenyamanan pengunjung juga dirasakan Sutinah, 64 tahun, salah seorang pengunjung asal Kademangan.

Sutinah tetap antusias menghadiri Siraman Gong Kyai Pradah meskipun kondisi kakinya sedang sakit. Ia berjalan menggunakan bantuan tongkat.

Namun kepadatan massa membuatnya tidak berani terlalu mendekat.

Sebagai warga lanjut usia, Sutinah khawatir terkena desakan massa, kehilangan keseimbangan atau bahkan terinjak apabila berada terlalu dekat dengan kerumunan.

Ia berharap pengunjung pada tahun-tahun berikutnya lebih ditertibkan sehingga masyarakat lanjut usia dapat mengikuti prosesi dengan aman dan nyaman.

Pengalaman tersebut menjadi masukan agar panitia mempertimbangkan area khusus lansia dan penyandang disabilitas.

Zona khusus tersebut dapat dirancang sebagai ruang menonton yang aman, mudah diakses dan tetap memungkinkan lansia maupun difabel menyaksikan prosesi utama tanpa harus berada di tengah kepadatan massa.

Festival Budaya yang Semakin Inklusif

Masukan masyarakat menunjukkan bahwa keberhasilan festival bukan hanya tentang jumlah pengunjung atau besarnya perputaran ekonomi.

Semakin besar sebuah festival, semakin penting pula aspek keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, kebersihan dan pengaturan arus massa.

Pradah Agung Festival memiliki modal budaya yang kuat karena tumbuh dari tradisi masyarakat. Karena itu, pengembangannya ke depan perlu tetap menjaga akar komunitas sekaligus memperbaiki tata kelola penyelenggaraan.

Penataan UMKM, jalur pengunjung, pintu masuk, fasilitas umum hingga ruang khusus lansia dan difabel dapat menjadi bagian dari evaluasi.

Harapan Pradah Agung Festival Terus Berkembang

Arinal Huda berharap festival tersebut terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

“Saya sangat berharap Pradah Agung Festival ini terus kita tingkatkan di tahun-tahun yang akan datang karena kami sudah bisa melihat dan merasakan manfaat dari dilaksanakannya event-event tambahan ini,” katanya.

Ia menyebut respons masyarakat terhadap Parade Jaranan menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan pendukung festival mendapat sambutan.

“Kemarin saat parade jaranan itu saat MC menanyakan bagaimana kegiatan ini apa perlu diteruskan, semuanya hampir semuanya kompak untuk minta dilanjutkan di tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.

Arinal yakin konsistensi pengembangan kebudayaan akan membuat festival semakin besar.

“Kami yakin kalau kita terus konsisten dengan pengembangan kebudayaan di Sutojayan ini, kita yakin itu akan dilaksanakan dengan lebih besar lagi ke depannya,” pungkasnya.

Dari Ritual Leluhur Menuju Ekosistem Budaya

Pradah Agung Festival 2026 memperlihatkan bagaimana tradisi yang tumbuh dari masyarakat dapat berkembang menjadi ekosistem budaya yang mempertemukan ritual, seni, pariwisata, ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Siraman Gong Kyai Pradah tetap menjadi jantung tradisi. Rangkaian pertunjukan seni, parade budaya, potong tumpeng, wayang kulit dan aktivitas UMKM memperluas ruang interaksi masyarakat.

Hadirnya miniatur Gong Kyai Pradah sebagai souvenir khas Lodoyo memberikan arah baru dalam pengembangan identitas budaya lokal. Gagasan tersebut sekaligus membuka peluang agar simbol budaya Lodoyo dapat hadir dalam bentuk produk kreatif yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi.

Di sisi lain, semakin besarnya festival menghadirkan tanggung jawab baru untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmatinya dengan aman dan nyaman.

Pemusatan UMKM, pengaturan arus pengunjung serta penyediaan area khusus lansia dan difabel menjadi sejumlah catatan penting untuk penyelenggaraan berikutnya.

Pada akhirnya, menjaga Gong Kyai Pradah bukan sekadar mempertahankan sebuah pusaka atau menjalankan ritual tahunan.

Ia adalah upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat, merawat identitas budaya Lodoyo, memperkenalkan sejarah kepada generasi muda sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pradah Agung Festival 2026 menunjukkan bahwa tradisi dapat tetap berakar pada masa lalu, sekaligus bergerak menuju masa depan.

Tradisi tetap tumbuh dari masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan dan penataan. Seniman menerjemahkan nilai budaya melalui karya. Pelaku UMKM mendapatkan ruang ekonomi. Dan generasi muda menjadi pewaris berikutnya.

Dari Lodoyo, warisan leluhur kembali berbicara—bukan hanya melalui dentang Gong Kyai Pradah, tetapi melalui kehidupan masyarakat yang terus bergerak bersamanya. *(Red)
Pengusaha Alek Diduga Kelola Penimbunan Solar Bersubsidi Tanpa Izin di Lio Bata Cilegon

By On Agustus 27, 2026


 
Cilegon — jinnewsone@gmail.com |Praktik penimbunan dan pendingin bahan bakar minyak bersubsidi diduga terjadi di lokasi usaha pembakaran batu bata yang dikenal sebagai Lio Bata, Jalan Lingkar Selatan, Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Kegiatan tersebut dikelola oleh seorang pengusaha yang dikenal warga dengan nama Alek, sementara manajer harian di lokasi yang akrab disapa Opung menyatakan telah merintis kegiatan ini sejak tahun 2018 dan kini bekerja bersama pihak yang menyediakan modal.

 
Keduanya secara terbuka mengakui tidak memiliki izin resmi untuk menjalankan kegiatan penyaluran maupun penimbunan BBM tersebut. Aktivitas kendaraan tronton berukuran besar yang hilir mudik masuk dan keluar area, padahal tidak berkaitan dengan produksi batu bata, semakin memperkuat dugaan bahwa BBM bersubsidi di lokasi tersebut.
 


Kegiatan penyaluran dan penimbunan BBM tanpa izin tegas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 12 ayat (1) yang mewajibkan penyaluran BBM dilakukan oleh badan usaha berizin, serta Pasal 22 ayat (1) yang mengancam kegiatan tanpa izin dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar. Jika dilakukan bersama-sama, ancaman hukuman ditambah dengan bagiannya.


 
Aliansi Peduli Banten bersama Aliansi Gerakan Serang Raya mendesak aparat penegak hukum segera turun ke lokasi, mengamankan barang bukti, memeriksa pengusaha dan pengelola yang terlibat, serta menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. BBM bersubsidi diperuntukkan bagi rakyat yang berhak, dan tidak boleh berunding tanpa izin untuk keuntungan pribadi.


Red*
 

Dugaan Kuat Siswa Fiktif Menyelimuti PKBM Nuansa Alam — Data Warga Diduga Dicuri, Aliansi Siap Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Pelanggaran Perlindungan Data Pribadi

By On Agustus 26, 2026



SERANG - JinNewsOne.com | Aliansi Peduli Banten bersama Aliansi Gerakan Serang Raya mengungkap dugaan kuat adanya praktik pencatatan siswa fiktif di PKBM Nuansa Alam, yang beralamat di Kampung Sawah Girang, Desa Cisitu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Hasil penelusuran dan verifikasi lapangan yang dilakukan kedua organisasi masyarakat tersebut menunjukkan sejumlah temuan yang sangat memprihatinkan dan patut ditindaklanjuti secara serius.

Berdasarkan dokumen yang berhasil diperiksa serta keterangan langsung dari sejumlah orang tua dan siswa, ditemukan bukti bahwa nama-nama warga tercatat sebagai siswa aktif di PKBM Nuansa Alam dalam sistem data pendidikan nasional (Dapodik), padahal mereka tidak pernah mendaftar, tidak pernah bersekolah, dan tidak pernah mengikuti kegiatan pembelajaran di lembaga tersebut. Bahkan terdapat nomor pendaftaran maupun kode barcode yang tertera resmi atas nama mereka, tanpa persetujuan maupun pengetahuan yang bersangkutan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dugaan sementara menyebutkan bahwa hampir keseluruhan data siswa yang tercatat dalam sistem Dapodik di PKBM Nuansa Alam berpotensi berupa data fiktif. Praktik semacam ini sangat diduga kuat berkaitan dengan upaya memperoleh alokasi dana bantuan operasional pendidikan yang sejatinya diperuntukkan bagi pelayanan peserta didik yang nyata dan aktif.

Perbuatan menggunakan data pribadi warga tanpa persetujuan untuk keuntungan lembaga atau pihak tertentu ini diduga kuat melanggar sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain:

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi

Pasal 65 ayat (1): Setiap Orang dilarang secara melawan hukum memperoleh atau mengumpulkan Data Pribadi yang bukan miliknya dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang dapat mengakibatkan kerugian Subjek Data Pribadi.

Pasal 65 ayat (3): Setiap Orang dilarang secara melawan hukum menggunakan Data Pribadi yang bukan miliknya.

Pasal 67 ayat (1) juncto Pasal 65 ayat (1): Dipidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 67 ayat (3) juncto Pasal 65 ayat (3): Dipidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00.

Pasal 66: Membuat atau memalsukan Data Pribadi dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain — dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp6.000.000.000,00.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Pasal 2 ayat (1): Dengan sengaja menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain sehingga merugikan keuangan negara.

Pasal 3: Menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara memalsukan surat atau dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)

Pasal 378 KUHP (Penipuan): Dengan maksud menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum, menggunakan nama atau identitas orang lain dengan tipu muslihat untuk memperoleh dana — ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Pasal 263 KUHP (Pemalsuan Surat): Membuat dokumen pendaftaran atau data siswa palsu — ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun.

Merespons temuan tersebut, Ketua Aliansi Peduli Banten, Iwan Setiawan, bersama Ketua Aliansi Gerakan Serang Raya, Bahrudin, menyoroti lemahnya fungsi pengawasan, verifikasi, serta pemantauan dan evaluasi yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Serang. Padahal, pemberian izin operasional, pemeriksaan keabsahan data peserta didik, serta pengawasan pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran merupakan tugas pokok dan fungsi utama instansi terkait. Ketiadaan pengawasan yang ketat inilah yang diduga memungkinkan praktik penyalahgunaan data berlangsung.

"Kami telah melakukan penelusuran mendalam, memeriksa dokumen, dan mewawancarai langsung pihak-pihak yang namanya tercatat sebagai siswa. Hasilnya sangat memprihatinkan — banyak yang tidak tahu-menahu bahwa namanya terdaftar di sana. Data mereka diduga diambil tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan untuk keuntungan pihak lain. Hal ini tidak sekadar pelanggaran administrasi, melainkan diduga kuat telah masuk ranah dugaan tindak pidana korupsi serta pelanggaran perlindungan data pribadi." ujar Iwan Setiawan, Ketua Aliansi Peduli Banten, didampingi Bahrudin, Ketua Aliansi Gerakan Serang Raya.

Untuk itu, kedua organisasi menyatakan kesiapan penuh untuk menyerahkan seluruh berkas, dokumen, dan hasil penelusuran kepada pihak berwenang — baik Kejaksaan, Kepolisian, maupun Inspektorat — guna diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami meminta agar aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan mendalam, memverifikasi seluruh data, dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat apabila terbukti ada pelanggaran.

Kami juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk segera melakukan audit dan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh data peserta didik serta penggunaan anggaran di PKBM Nuansa Alam, sekaligus memperbaiki sistem pengawasan agar hal serupa tidak terulang di tempat lain. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan adalah hak seluruh rakyat, dan tidak boleh ada satu pun pihak yang berani memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi dengan mencuri data milik orang lain. *Red


Kejari Kabupaten Tangerang Tetapkan Kepala PKBM Indonesia Negeriku sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOP

By On Agustus 25, 2026

Kepala PKBM Indonesia Negeriku Kidon Ginting saat ditetapkan sebagai tersangka dugaan dugaan dugaan dana BOP di Kejari Kabupaten Tangerang
Kepala PKBM Indonesia Negeriku Kidon Ginting saat menjalani proses hukum terkait dugaan korupsi dana BOP di Kabupaten Tangerang.

Banten — JinNewsOne.com | Selasa, 25 Agustus 2026 — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang menetapkan Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia Negeriku, Kidon Ginting (58), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) program pendidikan keadilan periode 2023–2025.

Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Wahyudi Eko Husodo mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan minimal dua tahun,” kata Wahyudi di Tangerang, Selasa.

Diduga Memanipulasi Data Peserta Didik

Menurut Wahyudi, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pencantuman data peserta didik fiktif yang tidak sesuai dengan jumlah siswa sebagai dasar pencairan dana BOP dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Ditemukan dugaan adanya sejumlah siswa fiktif yang tidak sesuai dengan data yang menjadi dasar pencairan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ujarnya.

Kidon, yang bertanggung jawab atas pengelolaan PKBM Indonesia Negeriku di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, diduga memanipulasi data peserta didik selama periode 2023 hingga 2025.

Meski begitu, penyidik ​​​​belum mengungkap jumlah peserta didik yang diduga fiktif. Kejaksaan menyatakan informasi tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan akan dibuktikan dalam proses perdamaian.

Kerugian Negara Diperkirakan Lebih dari Rp2 Miliar

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Tangerang M. Arsyad mengatakan, nilai kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut untuk sementara diperkirakan lebih dari Rp2 miliar.

Namun angka tersebut belum merupakan nilai final karena penyidik ​​masih menunggu hasil audit untuk memastikan kerugian negara yang besar.

“Kerugian keuangan negara diperkirakan lebih dari Rp2 miliar. Namun, nilai pastinya masih menunggu hasil audit untuk menghitung kerugian negara,” kata Arsyad.

Penulis masih mendalami dugaan manipulasi data peserta didik serta menelusuri aliran dana yang berkaitan dengan penggunaan dana BOP.

Kejari Kabupaten Tangerang juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang dimintai pertanggung jawaban apabila hasil penyidikan menemukan bukti keterlibatan pihak lain.

“Kami akan terus mendalami perkara ini dengan menggali keterangan dari tersangka dan pihak-pihak terkait,” ujar Arsyad.

Penyudikan masih berlangsung. Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses hukum, sedangkan seluruh dugaan tindak pidana akan diuji berdasarkan alat bukti dan proses persidangan di pengadilan. *(Merah)






Festival Es Campur Indonesia, dari Lomba Kuliner hingga Rencana Bisnis

By On Agustus 25, 2026


Festival Es Campur Indonesia di Istana Gaujari Blitar

Festival Es Campur Indonesia digelar di Aula Gaujari Palace, Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (25/8/2026).

Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Selasa, 25 Agustus 2026 — Festival Es Campur Indonesia yang digelar Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, di Gaujari Palace, Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mengusung konsep lomba “Penyaji Es Campur Terlezat.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Puluhan peserta mengikuti kompetisi dengan menghadirkan berbagai racikan es campur yang dinilai dari aspek rasa, penampilan, dan kreativitas.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat umum. Sejumlah media awak juga ikut ambil bagian dalam kompetisi, sehingga suasana festival berlangsung semakin meriah dan interaktif.

Nurhadi saat memberikan apresiasi kepada pemenang lomba. Foto dok. *Red.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat umum. Sejumlah media awak juga ikut ambil bagian dalam kompetisi, sehingga suasana festival berlangsung semakin meriah dan interaktif.

Di balik kegiatan yang bernuansa hiburan tersebut, terdapat pula rencana pengembangan bisnis kuliner. Nurhadi menyampaikan bahwa festival menjadi salah satu sarana untuk melihat secara langsung kreativitas peserta sekaligus mendapatkan inspirasi bagi rencana usaha resto es campur yang akan dikembangkan.

“Festival ini dalam ikut rangka memeriahkan HUT RI. Di samping itu, saya juga punya niat membuka usaha resto es campur, dengan rencana launching pertama di Kediri,” kata Nurhadi.

Menurut Nurhadi, berbagai racikan yang disajikan peserta berpotensi memberikan inspirasi terhadap pengembangan menu. Bahkan, ia membuka kemungkinan resep dari peserta dapat menjadi bagian dari menu resto yang direncanakannya.

Selain potensi pengembangan resep, festival tersebut juga membuka peluang bagi peserta yang memenuhi kriteria untuk terlibat dalam usaha kuliner tersebut. Mereka berpeluang direkrut sebagai pramusaji maupun tenaga pembuat es campur ketika resto mulai beroperasi.

Dengan demikian, Festival Es Campur Indonesia tidak sekadar menjadi lomba kuliner dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas masyarakat, potensi kuliner, dan peluang pengembangan usaha.

Rencana tersebut sekaligus memberikan dimensi berbeda pada festival yang digelar di Istana Gaujari. Dari sebuah kompetisi penyajian es campur, kegiatan ini diarahkan untuk menggali ide, menemukan potensi sumber daya manusia, serta melihat peluang bisnis kuliner yang dapat dikembangkan lebih lanjut. *(Red)


Giuseppe Garibaldi Berlayar dari Italia Menuju Indonesia, Kapal Induk Pertama TNI AL Segera Tiba

By On Agustus 25, 2026


ITS Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia pada 24 Agustus 2026. Kapal tersebut akan menjadi KRI Gajah Mada setelah proses serah terima di Indonesia.

Jakarta, Indonesia — JinNewsOne.com | Selasa, 25 Agustus 2026 — Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia pada Senin (24/8/2026) malam waktu setempat. Kapal perang yang diperoleh Indonesia melalui skema hibah Pemerintah Italia tersebut diproyeksikan menjadi kapal induk pertama dalam sejarah TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengkonfirmasi bahwa Giuseppe Garibaldi meninggalkan Italia sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Saat memulai perjalanan, kapal tersebut masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan masih mengibarkan bendera Italia.

Menurut KSAL, kapal dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026. Setelah proses serah terima di Indonesia, kapal tersebut akan menggunakan identitas Indonesia dengan nama KRI Gajah Mada.

“Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia.” Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Ali pada Senin (24/8/2026) saat kunjungan di Kraton Majapahit, Jakarta.


Dari Italia Menuju Tanah Air

Pelayaran Giuseppe Garibaldi kapal menuju Indonesia merupakan tahap penting dalam proses transfer dari Pemerintah Italia ke Pemerintah Indonesia.

Dalam rencana pelayaran yang disampaikan sebelumnya, kapal akan menempuh rute melalui kawasan Mediterania dan Terusan Suez sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Samudra Hindia. Kapal juga direncanakan melakukan persinggahan, antara lain di Jeddah, Arab Saudi, dan Kolombo, Sri Lanka, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.

Rute tersebut tetap dapat menyesuaikan kondisi operasional, navigasi, cuaca, maupun kebutuhan kapal selama perjalanan.

Dengan kepergiannya dari Italia, proses pengambilalihan Giuseppe Garibaldi memasuki fase baru: dari kapal perang Italia yang telah puluhan tahun beroperasi menjadi aset yang dipersiapkan untuk memperkuat kemampuan maritim Indonesia.


100 Prajurit TNI AL Disiapkan

Pengoperasian kapal induk tidak hanya membutuhkan kapal dan sistem teknis, tetapi juga sumber daya manusia dengan kompetensi khusus.

Untuk itu, TNI AL mengirimkan 100 personel ke Italia. Mereka menjalani pelatihan sebelum ikut dalam proses pengoperasian dan pelayaran kapal menuju Indonesia. Pelatihan dilakukan di Italia, termasuk di lingkungan Fincantieri, galangan yang membangun Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa proses pelayaran dilakukan dengan konsep joint crew, yakni pengawakan gabungan antara personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia.

“Mereka akan bertabrakan dengan konsep joint crew. Joint crew itu sebagian dari TNI Angkatan Laut dan sebagian dari personel Angkatan Laut Italia.” jelasnya.

Konsep tersebut dimaksudkan untuk membantu personel Indonesia beradaptasi dengan sistem pengoperasian kapal induk yang sebelumnya belum menjadi bagian dari pengalaman operasional TNI AL.

Setelah kapal tiba di Indonesia, proses pengawakan akan dilanjutkan hingga kapal dioperasikan sepenuhnya oleh personel TNI AL.

Tunggul sebelumnya juga menjelaskan bahwa kru Indonesia berada di Italia untuk menjalani serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan.


Bukan Sekadar Kapal Besar

Kehadiran Giuseppe Garibaldi memiliki arti kapal lebih luas dari sekedar penambahan satu unit perang.

Selama ini, TNI AL tidak memiliki pengalaman mengoperasikan kapal induk ringan dengan kemampuan operasi udara terpadu seperti Garibaldi. Oleh karena itu, tantangan utama bukan hanya membawa kapal tersebut ke Indonesia, tetapi membangun ekosistem kemampuan yang diperlukan untuk mengoperasikannya.


Ekosistem tersebut mencakup:

awak kapal;

kemampuan pengoperasian geladak penerbangan;

keselamatan penerbangan;

pemeliharaan mesin dan sistem kapal;

pengelolaan hanggar;

logistik dan suku cadang;

doktrin operasi;

sistem komando dan kendali;

dukungan pangkalan;

serta kemampuan integrasi kapal dengan unsur udara dan laut lainnya.

Oleh karena itu, proses pelatihan 100 personel TNI AL di Italia menjadi salah satu bagian paling penting dari proses transisi.


Mengenal Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan yang dibangun di galangan Monfalcone, Italia.

Kapal ini mulai berdinas bersama Marina Militare pada tahun 1985. Marina Militare mencatat kapal tersebut memiliki kemampuan menjalankan fungsi komando dan kendali terhadap kekuatan angkatan laut dan udara-laut, sekaligus membawa air wing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi.

Nama kapal diambil dari Giuseppe Garibaldi, tokoh militer dan nasionalis Italia abad ke-19 yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam proses penyatuan Italia.

Selama masa pengabdiannya, kapal ini terlibat dalam sejumlah operasi internasional.

Marina Militare mencatat keterlibatan Giuseppe Garibaldi dalam operasi di Somalia pada 1994–1995, operasi di kawasan Adriatik terkait konflik Yugoslavia pada 1999, operasi terkait Libya, serta Operation Sophia Uni Eropa pada 2015–2017.

Pengalaman operasional tersebut menjadi salah satu nilai strategis yang melekat pada kapal ketika masuk ke Indonesia.

Spesifikasi Teknis Utama

Infografis Kapal Induk Giuseppe Garibaldi. Foto dok. *Red

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang keseluruhan sekitar 180,2 meter dengan bobot penuh sekitar 13.850 ton dalam konfigurasi awal dan sekitar 14.150 ton setelah modernisasi. Lebar keseluruhan kapal tercatat sekitar 33,4 meter.

Sistem propulsinya menggunakan empat turbin gas General Electric/Avio LM2500 dalam konfigurasi COGAG (Combined Gas and Gas), dengan daya total sekitar 81.000 tenaga kuda.

Kecepatan maksimum kapal berada di kisaran 30 knot, sedangkan jangkauannya sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan 20 knot.

Secara teknis, karakteristik utamanya meliputi:

Panjang: sekitar 180,2 meter

Lebar: sekitar 33,4 meter

Perpindahan penuh: sekitar 13.850–14.150 ton

Sistem penggerak: 4 × GE/Avio LM2500

Daya: sekitar 81.000 hp

Kecepatan maksimum: sekitar 30 knot

Jangkauan: sekitar 7.000 mil laut pada 20 knot

Nomor lambung Italia: C551

Kemampuan Penerbangan

Salah satu karakteristik paling penting Giuseppe Garibaldi adalah kemampuan mengoperasikan pesawat dan helikopter dari geladak penerbangan.

Konfigurasi kapal menggunakan ski-jump dan dirancang untuk pengoperasian pesawat STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing), bukan kapal induk konvensional dengan ketapel seperti induk besar Amerika Serikat.

Selama berdinas di Italia, Giuseppe Garibaldi dapat mengoperasikan AV-8B Plus Harrier II serta sejumlah tipe helikopter, termasuk EH101 dan SH90A.

Dalam konfigurasi historisnya, kapasitas kelompok udara dapat mencapai sekitar 16 pesawat Harrier atau sekitar 18 helikopter, tergantung konfigurasi dan kebutuhan operasi.

Namun, kemampuan operasional kapal setelah masuk TNI AL tidak dapat langsung disamakan dengan konfigurasi ketika masih digunakan Italia. Komposisi sayap udara, sistem persenjataan, sensor, serta konfigurasi operasional Indonesia akan bergantung pada keputusan pemerintah, kondisi kapal, modernisasi, dan kebutuhan TNI AL.

Mengapa Kapal Ini Penting bagi Indonesia?

Masuknya Giuseppe Garibaldi berpotensi memberikan pengalaman baru dalam tiga bidang utama.

1. Proyeksi Kekuatan Maritim

Kapal induk memungkinkan unsur udara dibawa bersama gugus tugas laut sehingga memperluas kemampuan operasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pangkalan udara darat.

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, konsep tersebut memiliki strategi yang relevan karena wilayah nasional terbentang sangat luas dan terdiri dari ribuan pulau.

2. Integrasi Kekuatan Laut dan Udara

Kapal induk bukan sistem senjata yang bekerja sendirian.

Pengoperasiannya memerlukan komunikasi dengan kapal permukaan, kapal selam, pesawat patroli, helikopter, sistem radar, komunikasi, logistik, serta unsur pendukung lainnya.

Oleh karena itu, pengoperasian Garibaldi dapat menjadi sarana bagi TNI AL untuk mengembangkan pengalaman dalam membangun dan mengendalikan gugus tugas dengan kemampuan udara organik.

3. Transfer Pengetahuan dan Teknologi

DPR RI secara khusus mendorong agar hibah tersebut menghasilkan pembelajaran dan transfer pengetahuan teknologi bagi TNI, Kementerian Pertahanan, serta industri perlindungan nasional.

Aspek ini penting karena nilai strategi sebuah kapal tua tidak hanya ditentukan oleh usia dan persenjataannya, tetapi juga oleh kemampuan Indonesia yang menyerap pengalaman teknis dan operasional dari sistem yang sebelumnya digunakan Angkatan Laut Italia.

Infrastruktur Juga Menjadi Tantangan

Kapal induk membutuhkan dukungan pangkalan dengan fasilitas yang memadai.

TNI AL sebelumnya menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung kedatangan dan pengoperasian Garibaldi, termasuk Lanal Lampung sebagai salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk mendukung tempat labuh atau sandar kapal.

Persiapan tersebut menunjukkan bahwa proses akuisisi tidak berhenti ketika kapal tiba di Indonesia.

Pangkalan harus mampu mendukung kebutuhan bahan bakar, pemeliharaan, logistik, keselamatan, personel, komunikasi, serta berbagai kebutuhan teknis kapal berukuran besar.

Tantangan Setelah Kapal Tiba

Di balik simbol besar kehadiran kapal induk pertama Indonesia, terdapat sejumlah pekerjaan yang tidak sederhana.

Pertama adalah kesiapan terjaga. Kapal induk membutuhkan personel dengan spesialisasi yang luas, mulai dari mesin, kelistrikan, navigasi, komunikasi, dek, keselamatan, hingga operasi penerbangan.

Yang kedua adalah doktrin. Indonesia harus menentukan bagaimana kapal induk tersebut akan digunakan dalam struktur operasi TNI AL dan TNI secara keseluruhan.

Ketiga adalah biaya siklus hidup. Kapal yang telah beroperasi puluhan tahun memerlukan pemeliharaan, modernisasi, suku cadang dan dukungan teknis yang berkelanjutan.

Keempat adalah infrastruktur. Kapal tidak akan memberikan kemampuan maksimal jika tidak menyediakan fasilitas pangkalan dan sistem logistik yang memadai.

Kelima adalah kesejahteraan industri dan pelestarian nasional. Inilah sebabnya DPR meminta agar proses pengoperasian dan pemeliharaan kapal juga menjadi sarana peningkatan kemampuan industri pertahanan Indonesia.

Dari ITS Giuseppe Garibaldi Menuju KRI Gajah Mada

Perjalanan dari Italia menuju Indonesia pada Agustus 2026 menjadi simbol transisi identitas tersebut.

Selama perjalanan, kapal masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan bendera Italia. Setelah tiba di Indonesia dan proses serah terima dilakukan, kapal akan memasuki fase baru sebagai KRI Gajah Mada.

Perubahan tersebut bukan sekedar pergantian nama.

Di baliknya terdapat proses pengalihan kepemilikan, pengawakaan, transfer kemampuan, penyesuaian sistem, hingga integrasi kapal ke dalam struktur TNI AL.

Babak Baru Kekuatan Maritim Indonesia

Keberangkatan Giuseppe Garibaldi dari Italia menandai salah satu perkembangan paling signifikan dalam sejarah modernisasi TNI AL.

Namun, ukuran keberhasilan akuisisi ini nantinya tidak hanya terlihat dari hadirnya kapal induk di perairan Indonesia.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah Indonesia mampu membangun kemampuan mengoperasikan, memelihara, mengembangkan, dan mengintegrasikan kapal tersebut ke dalam sistem perlindungan nasional.

Jika proses tersebut berhasil, Giuseppe Garibaldi dapat menjadi lebih dari sekedar perang hibah.

Kapal ini dapat menjadi platform pembelajaran strategi bagi Indonesia untuk memasuki pengalaman baru dalam operasi udara-laut, pengembangan doktrin kapal induk, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan industri pertahanan nasional.

Untuk sementara, perjalanan masih berlangsung.

Dari Italia, kapal yang selama puluhan tahun mengabdi ke Marina Militare kini bergerak menuju Tanah Air. pertengahan September 2026 menjadi target kedatangannya di Indonesia.

Setelah bendera Italia diturunkan dan proses serah terima selesai, ITS Giuseppe Garibaldi akan memasuki babak baru sebagai KRI Gajah Mada.

Bagi TNI AL, perjalanan tersebut bukan hanya perjalanan sebuah kapal.

Ini adalah awal dari perjalanan panjang Indonesia untuk membangun kemampuan kapal induk. *(Red)


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *