Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

ADVERTISER

ADVERTISER
Program Sekolah Rakyat Mulai Berjalan, MPLS Jadi Langkah Awal Pembentukan Karakter Siswa

By On Agustus 16, 2026

 


Blitar, Jawa Timur | JinNewsOne.com — Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar mulai memasuki tahapan awal pembentukan karakter dan adaptasi siswa melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Sabtu (15/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kali Kuning, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, tersebut menjadi bagian penting dari dimulainya proses pendidikan di sekolah berbasis asrama itu.


Sekitar 750 peserta yang terdiri atas siswa baru, wali murid, tenaga pendidik, dan tamu undangan mengikuti pembukaan MPLS.


Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar, Johan Argono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga pembangunan sekolah tersebut dapat terealisasi dan mulai beroperasi.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas hadirnya Program Sekolah Rakyat yang dinilai memberikan peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan dengan fasilitas yang memadai.


Menurut Johan, keberadaan Sekolah Rakyat bukan hanya memberikan kesempatan memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun karakter, kemandirian, serta kesiapan menghadapi kehidupan di masa mendatang.


Pendidikan dan Penguatan Karakter


Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat memberikan manfaat penting bagi keluarga kurang mampu, khususnya dalam membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.


“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Blitar, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas terealisasinya Sekolah Rakyat di Kota Blitar,” ujarnya.


Syauqul menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam mempersiapkan masa depan generasi muda.


Karena itu, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk anak-anak yang memiliki karakter kuat, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.


Konsep tersebut menjadi semakin penting karena para siswa akan menjalani pendidikan dalam lingkungan berasrama dengan pola kehidupan yang lebih terstruktur.


MPLS Jadi Tahap Adaptasi Siswa


Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, S.H., M.M., M.H.I., menilai MPLS memiliki posisi strategis dalam membantu siswa beradaptasi dengan sistem pendidikan baru.


Menurutnya, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga mulai diarahkan untuk memahami pola kehidupan di asrama yang menuntut kedisiplinan dan kemandirian.


“MPLS ini sangat krusial untuk membantu para siswa baru beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga membekali siswa dengan keterampilan hidup sehari-hari atau life skills,” jelas Virlani.


Ia menambahkan, pembentukan kebiasaan dan karakter sejak awal menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat.


Melalui sistem boarding school, siswa akan menjalani aktivitas belajar sekaligus kehidupan sehari-hari dalam lingkungan yang terarah. Kondisi tersebut diharapkan dapat membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan siswa dalam mengelola kehidupan secara mandiri.


Virlani juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kota Blitar dengan Kementerian Sosial dalam mempersiapkan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kota Blitar.


Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu faktor penting agar program yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu tersebut dapat berjalan secara optimal.


Diharapkan Memutus Mata Rantai Kemiskinan


Lebih dari sekadar menyediakan ruang belajar, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan para siswa dan keluarganya.


Akses terhadap pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan kapasitas, memperoleh masa depan yang lebih baik, sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarganya.


Dalam konteks yang lebih luas, pendidikan tersebut diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.


Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar berlangsung tertib dan lancar.


Para siswa kini mulai memasuki babak baru dalam perjalanan pendidikannya. Di lingkungan belajar dan asrama yang baru, mereka diharapkan tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi masa depan. *(Red)

Grand Final Sepak Bola Cikiruh Wetan vs Umbulan Meriahkan HUT RI ke-81 di Cikeusik

By On Agustus 16, 2026












Pandeglang, Banten — Grand Final turnamen sepak bola antara Desa Cikiruh Wetan dan Desa Umbulan digelar di Alun-Alun Lapangan Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Pertandingan tersebut menjadi ajang perebutan gelar terbaik tingkat Kecamatan Cikeusik sekaligus momentum untuk mempererat kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81.

Kegiatan Grand Final tersebut dihadiri Forkopimcam Kecamatan Cikeusik beserta sejumlah instansi terkait serta jajaran kepala desa se-Kecamatan Cikeusik.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan untuk menyukseskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Sebelum pertandingan Grand Final dimulai, Ketua PHBN Eri Piatna memberikan sambutan kepada kedua tim yang akan berlaga di lapangan Kecamatan Cikeusik. Ia mengingatkan para pemain agar menjaga kekompakan, keamanan, ketertiban, serta kondusivitas selama pertandingan.

“Dengan memohon, jaga kekompakan, jaga kondusivitas kita dalam pertandingan kali ini karena kita masih saudara. Sekali lagi jaga keamanan, ketertiban kita semua, jangan sampai ada keributan,” ujar Eri Piatna, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, pertandingan sepak bola dalam rangka peringatan HUT RI tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarmasyarakat desa di Kecamatan Cikeusik.

Di tempat yang sama, Kapolsek Cikeusik IPTU Dewi Hartanto, S.I.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan kedua tim dan seluruh penonton agar bersama-sama menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung.

“Saya perlu sampaikan bahwa kali ini yang bertanding jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi sampai ada keributan. Saya berharap jaga keamanan masing-masing,” ujar Dewi Hartanto.

Kapolsek Cikeusik menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan adanya tindakan main hakim sendiri di tengah pertandingan. Ia meminta para penonton untuk tetap tertib dan menyerahkan seluruh keputusan pertandingan kepada wasit yang memimpin jalannya permainan.

“Dan apabila ada penonton yang masuk dengan cara main hakim sendiri, maka saya akan proses secara hukum,” tegasnya.

“Untuk pertandingan sepak bola kali ini kita serahkan kepada wasit yang memandu permainan ini,” pungkas Dewi Hartanto.

Grand Final antara Desa Cikiruh Wetan dan Desa Umbulan tersebut menjadi salah satu momentum perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Cikeusik. Selain mempertandingkan kemampuan kedua kesebelasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai sportivitas, keamanan, ketertiban, serta persaudaraan di tengah masyarakat. *(Ari/Red)

BMKG Catat 235 Gempa Susulan Pascagempa M 7,7 di NTT, 38 Orang Meninggal

By On Agustus 15, 2026

Gempa M 7,7 di NTT yang diikuti 235 gempa susulan dan menewaskan 38 orang. (15/8/2026|Infografis: Rc)

Jakarta — JinNewsOne.com | Sabtu, 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 235 aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, berdasarkan pemantauan hingga pukul 14.00 WIB, gempa susulan memiliki magnitudo antara 2,5 hingga 6,8. Aktivitas tersebut terutama terjadi di bagian utara Pulau Flores.

“Terhitung jam 14.00 WIB, terdapat 235 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,8 magnitudo. Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores,” kata Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Faisal, aktivitas gempa susulan pada umumnya akan mengalami peluruhan secara bertahap. Proses tersebut dapat berlangsung selama sekitar dua hingga tiga pekan.

Namun, berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan pascagempa NTT hingga Sabtu siang belum menunjukkan pola peluruhan.

“Dari jam ke jam kita perhatikan, kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, pola peluruhan aktivitas gempa susulan umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu. Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak masih perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

38 Orang Meninggal Dunia

Sementara itu, BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa M 7,7 yang mengguncang NTT.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB, terdapat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang mengalami luka ringan.

“Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).

Selain korban meninggal dan luka-luka, sekitar 2.000 orang mengungsi secara mandiri.

Data korban tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Laporan terbaru juga menyebut proses pencarian masih berlangsung di lokasi yang mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Kirim 50 Ribu Paket Sembako

Pemerintah menyiapkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

Suharyanto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara akan mengirimkan 50 ribu paket sembako ke wilayah terdampak dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Dari Bapak Presiden lewat Kementerian Sekretariat Negara juga sudah akan mengirimkan di 1-2 hari ini 50.000 paket sembako,” kata Suharyanto.

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan logistik awal masyarakat yang terdampak bencana.

BNPB bersama Kementerian Sosial juga menyiapkan berbagai kebutuhan dasar lainnya, termasuk makanan, minuman, air bersih, tenda, tempat berlindung, genset, serta kebutuhan darurat lainnya.

“Logistik awal bagi masyarakat terdampak, logistik dasar, makan, minum, air bersih, tenda, tempat berlindung, genset, dan lain sebagainya,” ujar Suharyanto.

Logistik dari Wilayah Sekitar Digeser

Untuk mempercepat distribusi bantuan, pemerintah juga akan menggeser stok logistik dari kabupaten sekitar yang mengalami dampak ringan atau tidak terdampak gempa.

Salah satu sumber logistik berada di Flores Timur. BNPB dan Kementerian Sosial masih memiliki persediaan bantuan di gudang logistik daerah tersebut.

Persediaan itu sebelumnya disiapkan untuk penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

“Ini pun untuk sementara kita akan geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi ini,” kata Suharyanto.

Gempa M 7,7 tersebut berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Guncangan berdampak di sejumlah wilayah Flores dan dirasakan hingga wilayah lain di Indonesia bagian timur.

Hingga Sabtu sore, penanganan darurat, pencarian korban, pendataan kerusakan, serta distribusi bantuan masih terus dilakukan oleh pemerintah dan unsur terkait. *(Red)


(Sumber: BMKG)

Pangdam Siliwangi Resmikan Jembatan Armco di Pandeglang

By On Agustus 15, 2026












Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih bersama jajaran dan perwakilan masyarakat saat meresmikan Jembatan Armco di Kampung Talun, Desa Jiput, Kabupaten Pandeglang. (Foto dok. Penrem 064/MY)

Pandeglang, Banten — JinNewsOne.com | Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., meresmikan Jembatan Armco di Kampung Talun, Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/8/2026).

Peresmian tersebut dilakukan setelah Pangdam III/Siliwangi bersama Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M., serta jajaran pemerintah daerah mengikuti video conference (vicon) peresmian jembatan dan sumber air bersih bersama Presiden RI Prabowo Subianto (13/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo meresmikan secara serentak 3.395 jembatan yang dibangun TNI dan Polri serta 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNI Angkatan Darat.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses infrastruktur sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya kehadiran negara bagi seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah terpencil dan jauh dari pusat aktivitas.

“Negara harus hadir untuk seluruh rakyat, termasuk rakyat yang paling terpencil dan paling jauh dari pusat-pusat kehidupan,” kata Presiden.

Dukung Mobilitas Warga

Jembatan Armco di Kampung Talun telah selesai dibangun sebagai salah satu bentuk pembangunan infrastruktur yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Pandeglang.

Pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut berada di bawah tanggung jawab Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P.

Keberadaan jembatan diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat. Akses tersebut juga diharapkan memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.

Selain pemanfaatan, masyarakat diharapkan turut menjaga kondisi jembatan agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

Peresmian Jembatan Armco di Kampung Talun menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya dalam memperkuat akses dan mobilitas warga di wilayah pedesaan.

*(Red/Sumber: Penrem 064/MY)

Mas Ibin Dorong Panggung Musik Komunitas Hadir di Berbagai Ruang Publik Kota Blitar

By On Agustus 15, 2026


Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Jumat, 14 Agustus 2026.

Pemerintah Kota Blitar mendorong keberadaan panggung musik dan pertunjukan seni di berbagai ruang publik sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang nyaman, hidup, serta menarik untuk dikunjungi.


Hal tersebut disampaikan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Ibin, saat menghadiri acara live music "Legend Music Community" di tengah-tengah ratusan warga yang memadati kawasan Pasar Wage, Jalan Mastrip, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Jumat (14/8/2026) malam.


Kegiatan yang digelar oleh Legend Music Community tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap dua minggu sekali. Acara menghadirkan pertunjukan musik sebagai ruang hiburan sekaligus wadah bagi komunitas dan para musisi untuk tampil di hadapan masyarakat.


Mas Ibin mengatakan, perkembangan Kota Blitar tidak hanya berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, suasana kota, fasilitas, keramahan masyarakat, serta aktivitas seni dan hiburan juga menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik sebuah kota.


"Ketika tata kelolanya, sistemnya, pelayanannya terbaik, fasilitasnya terbaik, masyarakatnya ramah, tentunya itu akan menarik orang untuk datang ke Kota Blitar," ujar Mas Ibin.


Ia menilai kegiatan musik yang berlangsung di ruang publik dapat memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi orang dari luar daerah untuk datang ke Kota Blitar.


"Acara musik ini juga tentunya menghibur banyak orang, banyak masyarakat, sehingga merupakan daya tarik tersendiri orang mau berkunjung ke Kota Blitar," katanya.


Karena itu, Pemerintah Kota Blitar menyatakan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan komunitas yang menghadirkan seni dan hiburan di ruang publik.


Mas Ibin bahkan berharap kegiatan serupa dapat semakin banyak digelar di sejumlah lokasi yang menjadi titik keramaian masyarakat.


"Kalau bisa setiap hari di beberapa tempat yang ramai harus ada hiburannya atau ada musik seperti ini," ujarnya.


Menurutnya, kehadiran kegiatan seni di ruang publik dapat membuat masyarakat merasa nyaman menikmati suasana kota. Pengunjung yang datang juga diharapkan memiliki pengalaman positif dan mengenang Kota Blitar sebagai kota yang ramah dan menyenangkan.


Konsep "Ngamen, Nunggu Konser"


Mas Ibin mengungkapkan, Pemerintah Kota Blitar sebelumnya telah mencanangkan konsep "ngamen, nunggu konser" sebagai salah satu upaya memberikan ruang bagi seniman dan musisi untuk tampil di ruang publik.


Konsep tersebut, kata dia, telah berjalan di kawasan car free day (CFD). Saat ini terdapat sekitar tujuh hingga delapan kegiatan atau penampilan musik yang berlangsung pada pagi hari saat CFD.


Ke depan, pemerintah akan melihat sejumlah lokasi strategis yang memungkinkan menjadi ruang pertunjukan bagi para seniman dan musisi.


Beberapa lokasi yang disebut antara lain Pasar Wage, Pasar Legi, Museum PETA, serta sejumlah tempat lain yang dinilai memiliki potensi menjadi titik berkumpul masyarakat.


"Di situlah nanti para seniman akan menampilkan seninya dan kemudian pemerintah tentunya akan fasilitasi sekaligus men-support," kata Mas Ibin.


Ia menjelaskan, dukungan tersebut tidak hanya berupa penyediaan ruang, tetapi juga dapat diarahkan pada bentuk apresiasi terhadap para seniman yang tampil.


Menurutnya, kegiatan pertunjukan musik di ruang publik membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, dan masyarakat.


"Masyarakat juga kita tekankan kalau nongkrong ada yang menampilkan seni musik, kemudian ngasih kotakan, ya dikasih. Kita juga menikmati hiburan," ujarnya.


Mas Ibin mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada para seniman yang tampil. Pemerintah, lanjutnya, juga akan memberikan apresiasi dan menyiapkan dukungan anggaran bagi kegiatan konser yang menampilkan seniman lokal.


"Saya kira ini wujud gerakan bersama kami. Kami minta masyarakat memberikan apresiasi dan pemerintah juga tentunya akan mengapresiasi," katanya.










Legend Music Community Digelar Dua Minggu Sekali

Ketua pelaksana event Legend Music Community, Somadi, mengatakan pihak komunitas menyambut baik dukungan dan kehadiran Mas Ibin dalam kegiatan tersebut.


Menurut Somadi, kedatangan Wali Kota Blitar sekaligus memberikan motivasi bagi komunitas untuk terus mengembangkan kegiatan musik di ruang publik.


"Kami sangat senang sekali sebagai komunitas karena dikunjungi Pak Wali Kota. Ini sangat membahagiakan sekali. Apalagi Pak Wali Kota juga support tentang acara tersebut," kata Somadi.


Live music Legend Music Community di halaman parkir Pasar Wage digelar secara rutin setiap dua minggu sekali. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi komunitas dan ajang silaturahmi musisi untuk bertemu, tampil, sekaligus menghibur masyarakat.


Somadi berharap dukungan terhadap kegiatan komunitas musik dapat terus berlanjut. Ia juga berharap semakin banyak panggung pertunjukan yang dapat dimanfaatkan komunitas lain untuk ikut memeriahkan Kota Blitar.


"Harapannya akan terus berlanjut dan ada panggung-panggung yang lain dari teman-teman komunitas yang lain, ikut bergabung atau membuat acara sendiri untuk memeriahkan Kota Blitar," ujarnya.


Keberadaan panggung musik komunitas di ruang publik diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem kreatif Kota Blitar. Selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi musisi lokal untuk tampil dan mendapatkan apresiasi.


Bagi Pemerintah Kota Blitar, semakin banyak aktivitas seni di ruang publik diharapkan dapat memperkuat citra kota sebagai tempat yang nyaman, ramah, dan memiliki ruang kreatif yang terbuka bagi masyarakat serta menjadi ruang kolaborasi bersama UMKM Kota Blitar. *(Red)



Prabowo Dorong Ekonomi Karbon, Tantangannya Memastikan Hutan dan Rakyat Benar-Benar Mendapat Nilai

By On Agustus 14, 2026


Jakarta, DKI Jakarta — JinNewsOne.com | Jumat, 14 Agustus 2026.

Presiden Prabowo Subianto membawa perdagangan karbon ke dalam narasi pembangunan ekonomi Indonesia. Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo mengatakan pemerintah sedang menggerakkan ekonomi hijau melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) dan bursa nilai ekonomi karbon.

"Kita juga menggerakkan ekonomi hijau. Sistem Registri Unit Karbon dan bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, upaya menjaga hutan, mengurangi emisi, dan membangun teknologi bersih tidak semestinya berhenti sebagai agenda lingkungan. Aktivitas tersebut, kata dia, harus mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Hutan yang kita jaga, emisi yang kita kurangi, dan teknologi bersih yang kita bangun harus menciptakan nilai bagi rakyat Indonesia," ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan pemerintah: karbon tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan emisi dan perubahan iklim, tetapi juga sebagai bagian dari instrumen ekonomi.

Namun, pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar nilai ekonomi tersebut telah benar-benar tercipta dan siapa yang memperoleh manfaatnya.

Bursa Karbon Sudah Berjalan, tetapi Skalanya Masih Terbatas

Indonesia sebenarnya telah memiliki Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon sejak 2023. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mempertemukan kebutuhan perdagangan karbon sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional.

Hingga 30 Juni 2026, Otoritas Jasa Keuangan mencatat Bursa Karbon Indonesia telah memiliki 155 pengguna jasa. Volume transaksi secara kumulatif mencapai sekitar 1,98 juta ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂e), dengan nilai transaksi Rp93,81 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 431 kali.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar karbon Indonesia sudah memiliki aktivitas ekonomi. Namun, nilainya masih perlu dilihat dalam konteks ambisi pemerintah untuk menjadikan ekonomi hijau sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

Dengan kata lain, infrastruktur pasarnya telah dibangun, tetapi kedalaman pasar dan besarnya permintaan terhadap unit karbon masih menjadi pekerjaan rumah.

Pasar karbon tidak cukup hanya memiliki bursa. Diperlukan proyek yang kredibel, unit karbon yang dapat diverifikasi, pembeli yang membutuhkan unit tersebut, harga yang kompetitif, serta regulasi yang mampu memberikan kepastian bagi seluruh pihak.

SRUK Menjadi Fondasi untuk Menentukan Nilai Karbon

Pemerintah meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon pada 9 Juli 2026. Kementerian Lingkungan Hidup menyebut sistem tersebut sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan pasar karbon nasional.

SRUK dibutuhkan untuk memperkuat transparansi, kredibilitas, integritas, dan ketertelusuran unit karbon. Sistem ini juga menjadi bagian penting untuk mencegah persoalan seperti double counting atau penghitungan pengurangan emisi yang sama lebih dari satu kali.

Hal tersebut penting karena karbon yang diperdagangkan bukan barang fisik yang dapat dengan mudah diperiksa seperti komoditas pada umumnya.

Sebelum suatu unit karbon memiliki nilai finansial, harus dapat dibuktikan terlebih dahulu dari mana unit tersebut berasal, berapa besar emisi yang benar-benar dikurangi atau diserap, bagaimana metodologinya, serta apakah hasilnya telah melalui proses validasi dan verifikasi yang kredibel.

Artinya, sebelum karbon menjadi uang, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa nilai lingkungannya benar-benar ada.

Tantangan Berikutnya: Siapa yang Mendapat Manfaat?

Pernyataan Prabowo mengenai hutan yang dijaga dan emisi yang dikurangi harus menciptakan nilai bagi rakyat membawa persoalan lain ke permukaan.

Perdagangan karbon bukan hanya mengenai bagaimana menetapkan harga terhadap satu ton emisi yang dikurangi atau diserap. Persoalan yang tidak kalah penting adalah bagaimana pendapatan tersebut dibagi kepada pihak yang menghasilkan manfaat lingkungan.

Di banyak wilayah, kegiatan menjaga hutan, memulihkan mangrove, mempertahankan gambut, atau menjalankan proyek konservasi melibatkan masyarakat lokal dan pemerintah daerah.

Karena itu, ketika sebuah proyek karbon menghasilkan pendapatan, muncul pertanyaan mengenai siapa yang menjadi pemilik manfaat, bagaimana hak masyarakat dihormati, dan seberapa besar nilai ekonomi yang kembali ke wilayah tempat manfaat lingkungan tersebut dihasilkan.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat sebelumnya juga mengingatkan pemerintah daerah agar memahami potensi sekaligus risiko bisnis perdagangan karbon. Menurutnya, aset karbon memang tidak terlihat secara fisik, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi yang besar sehingga pemerintah daerah harus berhati-hati ketika berhadapan dengan investor atau pelaku pasar.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pasar karbon tidak berhenti pada penciptaan mekanisme transaksi. Tata kelola dan pembagian manfaat menjadi bagian yang sama pentingnya.

Swasta Didorong Masuk ke Restorasi Hutan

Pemerintah kini juga membuka ruang yang lebih besar bagi pembiayaan swasta dalam kegiatan kehutanan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendorong perdagangan karbon sebagai salah satu instrumen untuk menarik pembiayaan swasta ke kegiatan penanaman dan restorasi hutan.

Menurut Raja Juli, mekanisme tersebut diharapkan dapat mengubah model bisnis kehutanan dari pola ekstraktif menjadi kegiatan yang lebih berorientasi pada penanaman dan pemulihan ekosistem.

"Ini benar-benar kesempatan kita untuk menanam dan mereka (swasta) mengubah bisnis mereka dari dulu menebang jadi menanam. Ekstraktif jadi restorasi," ujar Raja Juli.

Kementerian Kehutanan juga menyiapkan data spasial untuk mengidentifikasi lokasi potensial bagi kegiatan penanaman, restorasi, dan proyek berbasis karbon.

Data tersebut dapat dipadankan dengan wilayah Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) maupun perhutanan sosial. Tujuannya memberikan kepastian mengenai lokasi, jenis kegiatan, dan tata kelola bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang menjadi salah satu dasar pengembangan mekanisme perdagangan karbon di Indonesia. Implementasinya kemudian diperkuat melalui regulasi teknis di sektor kehutanan.

Potensi Besar Tidak Sama dengan Pendapatan yang Sudah Terealisasi

Indonesia memiliki modal ekologis yang besar untuk mengembangkan ekonomi karbon.

Hutan tropis, mangrove, gambut, dan berbagai ekosistem lainnya memiliki potensi dalam kegiatan pengurangan maupun penyerapan emisi. Namun, potensi tersebut tidak otomatis berubah menjadi pendapatan.

Diperlukan proyek yang memiliki integritas lingkungan, metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan, sistem pengukuran dan verifikasi yang kredibel, serta pembeli yang bersedia membayar unit karbon tersebut.

Pasar juga membutuhkan kepastian hukum.

Perubahan kebijakan melalui Perpres Nomor 110 Tahun 2025 dan regulasi teknis kehutanan dinilai menjadi salah satu langkah untuk memberikan kepastian yang lebih besar bagi pengembang proyek dan investor.

Di sisi lain, semakin besar keterlibatan investor swasta, semakin penting pula memastikan bahwa masyarakat yang berada di sekitar kawasan proyek tidak sekadar menjadi penonton.

Ekonomi Karbon Harus Menghasilkan Dua Keuntungan

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa ekonomi karbon memberikan dua keuntungan sekaligus.

Pertama, keuntungan ekologis berupa hutan yang lebih terjaga, ekosistem yang pulih, dan emisi yang benar-benar berkurang.

Kedua, keuntungan ekonomi berupa pendapatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, maupun pelaku usaha yang menjalankan kegiatan pengurangan dan penyerapan emisi.

Jika hanya keuntungan pertama yang tercapai, perdagangan karbon akan sulit berkembang sebagai instrumen ekonomi.

Sebaliknya, jika keuntungan finansial tercipta tanpa pengurangan emisi yang benar-benar dapat dibuktikan, kredibilitas pasar karbon akan dipertaruhkan.

Karena itu, keberhasilan ekonomi karbon Indonesia pada akhirnya tidak cukup diukur dari jumlah unit karbon yang tercatat atau nilai transaksi di bursa.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah hutan benar-benar lebih terjaga, apakah emisi benar-benar berkurang, apakah investasi benar-benar menghasilkan pemulihan ekosistem, dan yang tidak kalah penting, apakah masyarakat yang menjaga lingkungan memperoleh manfaat ekonomi yang layak.

Dengan demikian, tantangan terbesar pemerintah bukan sekadar membuat karbon memiliki harga.

Tantangannya adalah memastikan bahwa harga tersebut benar-benar menciptakan nilai.

Nilai bagi lingkungan, nilai bagi negara, nilai bagi dunia usaha, dan terutama nilai bagi masyarakat yang berada di garis depan menjaga hutan serta ekosistem Indonesia. *(Red)

Dari Lapangan Cikeusik, Semangat Pramuka dan HUT RI ke-81 Bergema

By On Agustus 14, 2026












Pandeglang, Banten — JinNewsOne.com | Jumat, 14 Agustus 2026.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwartir Ranting (Kwaran) Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, berlangsung meriah di Lapangan Kecamatan Cikeusik, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Kwartir Ranting Cikeusik Aman Suherman, S.Pd., serta Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) yang juga Camat Cikeusik, H. Wahyu Awaludin, S.E., M.AB.

Turut hadir Kapolsek Cikeusik IPTU Dwi Hartanto, S.IP., Babinsa Koramil 0116/Cikeusik Serka Ade Rahmat, Ketua PGRI Kecamatan Cikeusik Uci Sauci, S.Pd., Ketua Kormin Disdikpora Kecamatan Cikeusik Karim, S.Pd., unsur Forkopimcam, serta tamu undangan lainnya.

Usai upacara peringatan Hari Pramuka ke-65, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba gerak jalan dan kreasi yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP, dan SLTA se-Kecamatan Cikeusik.

Camat Cikeusik H. Wahyu Awaludin secara langsung melepas peserta pada start pertama lomba gerak jalan dan kreasi tingkat Kecamatan Cikeusik Tahun 2026. Ia didampingi Sertu Eri Piatna selaku Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Cikeusik sekaligus Ketua Penyelenggara Pesta Rakyat Cikeusik Tahun 2026.

Antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Sebanyak 42 Gugus Depan (Gudep) dari tingkat SD dan TK, 13 sekolah tingkat SLTP, serta 10 sekolah tingkat SLTA se-Kecamatan Cikeusik ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Para peserta menempuh rute sekitar 1,5 kilometer dengan melewati sejumlah pos penilaian yang telah disiapkan panitia. Penilaian dilakukan dewan juri dari unsur TNI dan Polri, yakni anggota Koramil 0116/Cikeusik dan Polsek Cikeusik.

Aspek yang dinilai meliputi kekompakan, kreativitas, kedisiplinan, serta penampilan peserta selama mengikuti lomba.

Daftar Juara

Tingkat SD/MI

Juara I: SDN Nanggala 2

Juara II: MI Darul Falah Malangsari

Juara III: SDN Nanggala 3

Tingkat SLTP

Juara I: SMP Negeri 1 Cikeusik

Juara II: SMP Negeri 4 Cikeusik

Juara III: MTs Nurul Falah Rancasenen

Tingkat SLTA

Juara I: SMAN 18 Pandeglang

Juara II: MAS Darul Hasan

Juara III: SMKN 14 Pandeglang

Ketua PHBN Kecamatan Cikeusik, Sertu Eri Piatna, mengatakan lomba gerak jalan dan kreasi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan setelah upacara peringatan Hari Pramuka ke-65.

“Alhamdulillah, peserta pada tahun 2026 ini semakin meningkat. Hal tersebut tidak lepas dari semangat kebersamaan yang ditanamkan oleh masing-masing sekolah, sekaligus semangat patriotisme untuk mencintai bangsa dan negara serta memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujar Eri.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 dan Pesta Rakyat Cikeusik Tahun 2026, khususnya para sponsor dan donatur yang turut memberikan dukungan.

Menurut Eri, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan sehingga dapat berlangsung semarak dan tertib. Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, nasionalisme, sportivitas, kreativitas, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Cikeusik sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan nasionalisme di kalangan generasi muda melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan penuh kreativitas. *(Ari/Red)

Gerak Jalan HUT ke-81 RI Meriahkan Alun-Alun Cikeusik

By On Agustus 14, 2026












Pandeglang, Banten — JinNewsOne.com | Jumat, 14 Agustus 2026.

Suasana Alun-Alun Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, dipadati peserta lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Jumat (14/8/2026).


Kegiatan tersebut diikuti para pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-Kecamatan Cikeusik. Pelaksanaan lomba juga bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka Nasional yang diperingati setiap 14 Agustus.


Lomba gerak jalan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Cikeusik untuk memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI.


Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan persaudaraan antarpelajar serta menumbuhkan kedisiplinan dan semangat kebangsaan.


Setiap peserta dari berbagai sekolah menampilkan kemampuan terbaik dalam baris-berbaris. Penampilan dinilai dari sejumlah aspek, termasuk kerapian barisan, keseragaman seragam, kedisiplinan, serta kelengkapan atribut.


Salah satu pendamping sekolah, Siti Hawa dari SMP-4 Cikeusik, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba gerak jalan menjadi momentum positif bagi para pelajar untuk ikut memeriahkan HUT ke-81 RI.


“Kami mengikuti kegiatan dalam rangka HUT RI ke-81. Dengan adanya kegiatan gerak jalan ini, kami memberikan apresiasi kepada ketua PHBN dan seluruh jajaran panitia karena kegiatan berlangsung meriah,” ujar Siti Hawa.


Ia berharap SMP-4 Cikeusik dapat meraih hasil terbaik dalam perlombaan tingkat kecamatan tersebut.


“Kami berharap SMP-4 Cikeusik menjadi juara di tingkat kecamatan. Mudah-mudahan pada tahun yang akan datang peringatan HUT RI bisa lebih meriah lagi. Semoga kita semua diberikan kesehatan serta keamanan dan kenyamanan sesuai harapan bersama,” katanya.


Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Cikeusik tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan kompetitif. *(Ary/Red)

Pemugaran Candi Prambanan Dipercepat, Teknologi AI hingga LiDAR Dilibatkan

By On Agustus 13, 2026

Eksotisme candi Prambanan dikala senja (Foto dok. Rc)


Yogyakarta, DI Yogyakarta — JinNewsOne.com | Kamis, 13 Agustus 2026.

Rencana mempercepat pemugaran candi perwara di Kompleks Candi Prambanan menghadapi tantangan antara kebutuhan efisiensi dan kewajiban menjaga keaslian cagar budaya.


Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Surya Helmi mengatakan, pemugaran satu candi perwara umumnya membutuhkan waktu sekitar 1–1,5 tahun. Jika dikerjakan satu per satu, pemugaran sekitar 200 perwara dapat memakan waktu hingga dua abad.


Percepatan, menurut Helmi, tetap memungkinkan dengan mengerjakan beberapa candi secara paralel, didukung pendanaan dan teknologi. Namun, setiap pekerjaan harus melalui kajian kelayakan, teknis, Detail Engineering Design (DED), hingga pelaksanaan sesuai kaidah arkeologis.


Untuk situs berstatus warisan dunia seperti Prambanan, pemerintah juga wajib menyusun Heritage Impact Assessment (HIA) dan mengajukannya kepada UNESCO. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan proses pemugaran tidak mengurangi nilai penting warisan dunia.


“Cepat tapi bukan berarti kita mengabaikan prinsip-prinsip,” kata Helmi.


Salah satu kendala pemugaran adalah pencarian dan pemasangan kembali batu asli. Material candi yang runtuh dapat berserakan, bercampur dengan batu lain, bahkan sebagian telah hilang. Di sisi lain, tenaga terampil yang memiliki pengalaman khusus dalam mencari dan menyusun batu candi semakin terbatas.


Helmi menilai keterampilan tersebut tidak dapat diperoleh secara instan. Diperlukan pelatihan dan pengalaman khusus, sebagaimana praktik penguatan tenaga konservasi yang pernah diterapkan di Fez, Maroko.


Saat ini tim juga mengkaji metode untuk memangkas waktu pengerjaan. Salah satunya dengan tidak membongkar seluruh bagian hingga fondasi apabila tidak diperlukan secara arkeologis. Metode ini diperkirakan dapat memangkas waktu pemugaran dari sekitar satu tahun menjadi beberapa bulan.


Sementara itu, pemugaran Prambanan akan diperkuat melalui kerja sama Indonesia-India antara Indonesian Heritage Agency dan Archaeological Survey of India (ASI).


Program tersebut mencakup konservasi, pertukaran keahlian, dokumentasi menggunakan LiDAR dan fotogrametri, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk rekonstruksi digital dan analisis teknis.


Helmi mengingatkan, pemugaran bukan sekadar mempercepat bangunan kembali berdiri. Setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah agar warisan budaya yang diterima generasi sekarang dapat diteruskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan nilai dan maknanya. *(Red)

Jalan Sehat Meriahkan HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Kabupaten Blitar, 1.000 Peserta Ikuti Gerakan Makan 1.000 Telur

By On Agustus 12, 2026

 

Pendiri Yayasan, Yanto dan Ana beserta jajaran Forkopimcam disaat acara Jalan Sehat An-Nahl Gandusari, Blitar. 12/08. (Foto dok. Rc)

Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Rabu, 12 Agustus 2026.

Sekitar 1.000 peserta mengikuti kegiatan jalan sehat yang digelar Yayasan Mandiri An-Nahl Al-Jadid kolaborasi bersama Gerakan Pangan Murah (GPM) Kabupaten Blitar, dan Koperasi Peternak Maju Bersama di Jalan Raya Kawi Nomor 39, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari PAUD, TK, SD, keluarga besar Yayasan Mandiri An-Nahl Al-Jadid, Forkopimcam hingga masyarakat sekitar. Ketua Yayasan Mandiri An-Nahl Al-Jadid, Yanto, menyebut jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 1.000 orang.

"Kurang lebih ini ada 1.000-an," kata Yanto saat ditemui di sela kegiatan.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa jalan sehat. Panitia juga menggelar senam, gerakan makan telur sebanyak 1.000 butir, sarapan gratis sekitar 1.000 bungkus, serta pembagian hadiah dan doorprize.

Menurut Yanto, gerakan makan telur merupakan bentuk kolaborasi antara peternak dengan lembaga pendidikan An-Nahl untuk mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, agar semakin gemar mengonsumsi telur.

"Ini kita bekerja sama dengan lembaga pendidikan An-Nahl, gerakan makan telur 1.000 butir pada hari ini. Kegiatan ini murni dari peternak bekerja sama dengan lembaga," ujarnya.

Selain jalan sehat dan gerakan makan telur, kegiatan juga dimeriahkan panggung gembira. Panitia menyiapkan berbagai hadiah, antara lain dua unit telepon seluler, dua ekor kambing, serta puluhan hadiah doorprize bagi peserta.


Agenda Rutin Setiap Agustus

Yanto mengatakan kegiatan tersebut bukan agenda insidental. Menurutnya, kegiatan serupa telah menjadi rutinitas setiap bulan Agustus untuk memperingati momentum Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Blitar.

"Iya, acara kita ini rutinitas di setiap Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan dan juga Hari Jadi Kabupaten Blitar yang tiap tahun hampir bersamaan," katanya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan hari ulang tahun atau pendirian Yayasan Mandiri An-Nahl Al-Jadid.

"Tidak ada pautannya. Kita hanya untuk memeriahkan Kemerdekaan dan Hari Jadi Kabupaten Blitar," ujarnya.

An-Nahl Tekankan Kemandirian, Kreativitas dan Akhlak

Yayasan Mandiri An-Nahl Al-Jadid saat ini memiliki dua kampus di wilayah Gandusari. Kampus pertama digunakan untuk kegiatan PAUD dan TKA, sedangkan Kampus 2 digunakan untuk TKB dan SD.

Dalam proses pendidikan, Yanto mengatakan An-Nahl tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik anak. Lembaga tersebut menanamkan nilai kemandirian, kreativitas dan pendidikan Islami.

"Kita menanamkan bahwa di An-Nahl itu anak-anak kita ajari bagaimana anak-anak itu bisa mandiri, kreatif, dan Islami. Kalau pun mereka nanti pintar, itu bonus," katanya.

Menurutnya, pembentukan akhlak menjadi bagian penting dalam pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Saat ini, PAUD An-Nahl memiliki sekitar 45 siswa dalam tiga kelas. Sementara jenjang TK mencapai sekitar 210 siswa yang terbagi dalam 10 kelas. Untuk jenjang SD, jumlah siswa mencapai 37 anak dan pembelajaran saat ini telah berjalan hingga kelas IV.

Penerimaan Siswa Baru 2026/2027

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Yayasan Mandiri An-Nahl Al-Jadid juga bersiap membuka penerimaan peserta didik baru.

Yanto mengatakan proses penerimaan biasanya mulai dibuka pada November hingga Desember. Apabila masih tersedia kuota, gelombang berikutnya dapat dibuka pada Januari.

Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kuota penerimaan umumnya telah terpenuhi.

"Biasanya di bulan Januari itu sudah terpenuhi. Alhamdulillah," kata Yanto.

Wakil Bupati Blitar Berhalangan Hadir

Kegiatan tersebut sebelumnya direncanakan turut dihadiri Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansyah. Namun, karena terdapat agenda mendadak yang dinilai lebih utama, Wakil Bupati Blitar tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.

Panitia pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan jalan sehat kemudian berlangsung meriah dengan keterlibatan peserta dari kalangan pelajar, keluarga yayasan, peternak dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara tidak hanya ingin memeriahkan momentum Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Blitar, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mengkampanyekan konsumsi telur sebagai bagian dari pola makan anak dan keluarga. *(Red)

Akta Kelahiran Kini Bisa Terbit Digital Saat Bayi Lahir, Data Terintegrasi dari Faskes ke Dukcapil

By On Agustus 11, 2026

Peluncuran digitalisasi penerbitan akta kelahiran melalui integrasi SATUSEHAT dan SIAK
Peluncuran digitalisasi penerbitan akta kelahiran melalui integrasi SATUSEHAT dan SIAK. (Foto dok. Kemenkes)

JAKARTA — JinNewsOne.com | 11 Agustus 2026 — Pemerintah meluncurkan digitalisasi penerbitan akta kelahiran melalui integrasi sistem informasi rumah sakit dan puskesmas dengan SATUSEHAT serta Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Integrasi tersebut memungkinkan data kelahiran dari fasilitas kesehatan langsung terhubung dengan sistem administrasi kependudukan. Dengan demikian, akta kelahiran hingga dokumen kependudukan lainnya dapat diproses tanpa masyarakat harus mengurusnya secara terpisah ke berbagai instansi.

Salah satu penerapan layanan tersebut dilakukan di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan, integrasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun layanan publik yang lebih terhubung dan tidak membebani masyarakat dengan prosedur berulang.

“Prinsipnya sederhana. Data yang bergerak, bukan masyarakat. Inilah perubahan yang ingin kita dorong, dari egosistem menuju ekosistem,” ujar Rini dalam siaran pers yang diterima awak media.

Menurut Rini, instansi pemerintah tidak seharusnya bekerja berdasarkan batas sistem dan kewenangan masing-masing. Seluruh sistem perlu terhubung agar masyarakat mendapatkan pengalaman layanan yang lebih utuh.

“Instansi pemerintah tidak lagi bekerja berdasarkan batas sistem dan kewenangannya masing-masing, tetapi terhubung untuk memberikan satu pengalaman layanan yang utuh kepada masyarakat,” ujarnya.

Akta, KK hingga KIA Terintegrasi

Melalui integrasi tersebut, data kelahiran dari fasilitas kesehatan dapat digunakan untuk mempercepat penerbitan sejumlah dokumen kependudukan, mulai dari akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), hingga Kartu Identitas Anak (KIA).

Rini menilai akta kelahiran bukan sekadar dokumen administratif. Dokumen tersebut menjadi pintu awal bagi seorang anak untuk memperoleh identitas sekaligus mengakses berbagai layanan negara, termasuk kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

Karena itu, masyarakat tidak seharusnya dibebani dengan proses administrasi yang mengharuskan mereka berpindah dari satu layanan ke layanan lain atau berulang kali memasukkan data yang sama.

“Masyarakat tidak seharusnya dibebani dengan urusan untuk memahami batas kewenangan antarinstansi, berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya, atau mengisi data yang sama berulang kali,” katanya.

Rini berharap integrasi tersebut membuat kehadiran pemerintah semakin dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, transformasi digital pemerintahan bukan sekadar membangun sebanyak mungkin aplikasi, tetapi memastikan teknologi benar-benar membuat layanan semakin mudah, terhubung, dan memberikan manfaat langsung.

“Negara tidak boleh datang terlambat, tapi negara harus hadir sejak hari pertama anak tersebut dilahirkan,” tambahnya.

4,8 Juta Bayi Lahir Setiap Tahun

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan integrasi data kelahiran akan mempermudah dan mempercepat penerbitan dokumen kependudukan bagi bayi yang baru lahir.

Budi menyebut sekitar 4,8 juta bayi lahir di Indonesia setiap tahun, atau sekitar 13 ribu kelahiran setiap hari.

Karena jumlah tersebut sangat besar, pencatatan kelahiran perlu dilakukan secara terintegrasi agar dokumen kependudukan dapat diterbitkan dengan lebih cepat.

“Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan, akte kelahirannya termasuk kartu keluarganya bisa langsung keluar secara digital,” jelas Budi.

Akta Digital Bisa Diterima Lewat WhatsApp

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, akta kelahiran digital nantinya dapat diterima orang tua melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Dokumen tersebut dapat dikirim melalui email atau WhatsApp orang tua sehingga dapat dicetak secara mandiri.

Menurut Tito, mekanisme tersebut juga diharapkan dapat mengurangi potensi pungutan liar dalam pengurusan dokumen kependudukan.

“Begitu lahir, kemudian langsung dikeluarkan akta kelahiran karena sistemnya connect,” terang Tito.

Dengan sistem tersebut, dokumen digital dapat langsung diberikan melalui fasilitas kesehatan atau dikirim kepada orang tua untuk kemudian dicetak sesuai kebutuhan.

Bayi Lahir di Luar Faskes Tetap Bisa Mendapat Akta Digital

Tito menegaskan, digitalisasi layanan tidak hanya berlaku bagi bayi yang lahir di rumah sakit atau puskesmas.

Bayi yang lahir di luar fasilitas kesehatan tetap dapat memperoleh akta kelahiran digital.

“Lahir hari itu juga langsung kita keluarkan akta kelahiran diterbitkan (akta kelahiran digital),” kata Tito dalam keterangan tertulis.

Untuk memastikan kelahiran di luar fasilitas kesehatan tetap tercatat, Tito menyiapkan surat edaran kepada seluruh kepala desa.

Kepala desa nantinya diminta membantu melaporkan kelahiran warga yang terjadi di luar fasilitas kesehatan bersama orang tua bayi kepada fasilitas kesehatan setempat atau langsung ke Dukcapil.

Data Kematian Juga Akan Diintegrasikan

Selain kelahiran, Tito mengatakan surat edaran tersebut juga akan mengatur pelaporan kematian warga di tingkat desa.

Kepala desa akan diminta segera melaporkan kematian warga kepada Dukcapil setempat. Langkah tersebut diharapkan mempercepat penerbitan akta kematian sekaligus membantu pemerintah memperbarui data kependudukan.

“Saya minta dalam surat edaran itu juga melaporkan data kematian warganya. Karena yang paling tahu di depan adalah kepala desa,” pungkas Tito.

AI Didorong untuk Integrasi Data Pemerintah

Sementara itu, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menilai integrasi data dan perencanaan berbasis data penting untuk meningkatkan efisiensi layanan pemerintah.

Menurut Luhut, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dapat membantu mengintegrasikan sekaligus membersihkan data sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat.

“Semua data itu berbicara satu sama lain, di-support oleh AI dan AI meng-cleansing semua data itu menjadi terintegrasi dan prosesnya jadi sangat cepat,” jelasnya.

Digitalisasi penerbitan akta kelahiran tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengubah pola pelayanan publik dari masyarakat yang harus mendatangi banyak layanan menjadi sistem yang memungkinkan data bergerak antarinstansi, sementara masyarakat cukup menerima hasil layanan. *(Red)

Jadi Korban Penipuan Bisnis Online? Ini Cara Cepat Melapor dan Amankan Bukti

By On Agustus 10, 2026


Surabaya, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Minggu, 9 Agustus 2026 — Menjadi korban penipuan bisnis online tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga dapat membuat korban kehilangan kesempatan untuk melakukan penelusuran transaksi secara cepat.


Karena itu, korban penipuan online disarankan segera mengamankan seluruh bukti dan melaporkan transaksi kepada bank atau penyedia layanan pembayaran yang digunakan.


Langkah cepat tersebut penting karena rekening tujuan transfer dapat menjadi salah satu informasi utama dalam proses penelusuran. Namun, pemblokiran rekening maupun pengembalian dana tidak otomatis terjadi hanya karena korban membuat laporan. Proses tersebut bergantung pada hasil penelusuran dan prosedur bank serta aparat penegak hukum.


Jangan Hapus Chat dan Bukti Transfer


Kesalahan yang sering dilakukan korban setelah menyadari dirinya tertipu adalah menghapus percakapan karena panik atau langsung memblokir akun pelaku tanpa terlebih dahulu menyimpan bukti.


Padahal, percakapan tersebut dapat menjadi bagian penting dari kronologi.


Korban sebaiknya segera mengumpulkan seluruh bukti dalam satu folder, baik secara digital maupun dalam bentuk cetak.


Beberapa bukti utama yang perlu disiapkan antara lain:


1. Identitas rekening atau akun pelaku


Simpan tangkapan layar nomor rekening tujuan, nama pemilik rekening, akun dompet digital, nomor WhatsApp, ID Telegram, nama akun media sosial, serta identitas lain yang digunakan pihak yang diduga sebagai pelaku.


2. Bukti transaksi


Simpan bukti transfer asli dari mobile banking atau dompet digital. Pastikan informasi seperti tanggal, waktu, nominal, rekening tujuan, dan nomor referensi transaksi terlihat jelas.


Mutasi rekening juga sebaiknya diunduh apabila tersedia.


3. Rekaman percakapan


Simpan seluruh percakapan yang berkaitan dengan transaksi.


Termasuk ketika pelaku meminta korban melakukan deposit tambahan, menjanjikan bonus atau keuntungan, meminta biaya pencairan, mengatakan saldo akan hangus, atau memberikan tekanan agar korban segera mentransfer uang.


4. Bukti dari aplikasi atau platform


Jika penipuan menggunakan aplikasi bisnis, investasi, pekerjaan online, atau platform penghasil uang, simpan tangkapan layar profil akun, saldo, riwayat transaksi, status withdrawal, serta pesan yang menunjukkan bahwa dana tidak dapat dicairkan.


Langkah Pertama: Hubungi Bank atau Penyedia Pembayaran


Setelah bukti diamankan, korban sebaiknya segera menghubungi bank atau penyedia layanan pembayaran yang digunakan untuk melakukan transfer.


Sampaikan bahwa transaksi tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan berikan informasi rekening atau akun tujuan transfer.


Korban juga sebaiknya meminta nomor tiket atau nomor laporan pengaduan.


Informasikan secara lengkap waktu transaksi, nominal, rekening tujuan, serta nomor referensi transaksi.


Apabila masih memungkinkan, korban dapat meminta pihak bank melakukan penelusuran dan tindakan pengamanan terhadap transaksi atau dana tersebut sesuai prosedur yang berlaku.


Jangan menunggu berhari-hari untuk melapor. Semakin cepat laporan dibuat, semakin cepat pula informasi transaksi dapat ditindaklanjuti.


Langkah Kedua: Buat Laporan Polisi


Setelah menghubungi bank, korban dapat membuat laporan kepada kepolisian.


Bawa seluruh bukti yang telah dikumpulkan, termasuk:


- KTP atau identitas diri;

- bukti transfer;

- mutasi rekening;

- nomor rekening atau akun tujuan;

- tangkapan layar percakapan;

- nomor telepon pelaku;

- tautan atau nama akun;

- bukti dari aplikasi yang digunakan; dan

- kronologi kejadian.


Saat memberikan keterangan, korban sebaiknya menjelaskan kejadian secara kronologis dan faktual.


Mulai dari bagaimana korban mengenal pihak yang diduga sebagai pelaku, tawaran yang diberikan, instruksi yang diterima, kapan transfer dilakukan, berapa jumlah uang yang dikirimkan, hingga kapan korban menyadari adanya dugaan penipuan.


Korban juga dapat menanyakan mekanisme tindak lanjut laporan, termasuk proses permintaan penelusuran atau pemblokiran rekening yang diduga digunakan dalam tindak pidana.


Rekening Penipu Bisa Langsung Dibekukan?


Tidak selalu.


Laporan korban tidak secara otomatis berarti rekening terduga pelaku langsung dibekukan atau uang korban langsung dikembalikan.


Tindakan terhadap rekening dan dana bergantung pada hasil penelusuran, kewenangan pihak terkait, status dana, serta prosedur hukum dan perbankan yang berlaku.


Karena itu, korban sebaiknya tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan bahwa uang pasti kembali hanya dengan membayar sejumlah biaya tertentu.


Waspadai Penipuan Kedua


Setelah menjadi korban, seseorang juga berpotensi menjadi sasaran penipuan lanjutan.


Pelaku dapat menghubungi korban kembali dengan mengaku sebagai petugas bank, polisi, pengacara, atau pihak yang mengaku dapat mengembalikan uang.


Korban kemudian diminta membayar biaya administrasi, pajak, biaya pencairan, biaya verifikasi, atau melakukan transfer ke rekening tertentu.


Situasi tersebut perlu diwaspadai.


Jangan melakukan transfer tambahan sebelum memastikan identitas dan legalitas pihak yang menghubungi.


Jangan Berharap Uang Kembali Tanpa Melapor


Penipuan bisnis online tidak selalu berhenti pada satu transaksi. Dalam sejumlah modus, pelaku terus meminta korban mengirimkan uang dengan alasan deposit, kenaikan level akun, biaya pencairan, pajak, atau administrasi.


Ketika korban mulai menyadari adanya kejanggalan, tindakan yang paling penting adalah menghentikan transaksi dan mengamankan bukti.


Jangan menghapus percakapan. Jangan memodifikasi bukti. Jangan memberikan OTP, PIN, password, atau kode keamanan kepada siapa pun yang mengaku dapat membantu mengembalikan uang.


Segera hubungi bank atau penyedia pembayaran, kemudian buat laporan resmi kepada pihak berwenang.


Kecepatan bertindak tidak menjamin dana pasti kembali, tetapi dapat membantu menjaga peluang agar transaksi dan rekening terkait masih dapat ditelusuri.


Bagi masyarakat yang mengalami dugaan penipuan bisnis online, prinsip sederhananya adalah: amankan bukti, hentikan transfer, laporkan secepatnya, dan jangan menjadi korban untuk kedua kalinya. *(Red)

Kebakaran Meluas, TNBTS Tutup Total Wisata Gunung Bromo

By On Agustus 09, 2026


Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga arah B29. (Foto dok. BPBD Malang)

MALANG, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Minggu, 9 Agustus 2026 — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses wisata Gunung Bromo mulai Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran yang terus meluas sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung.

Penutupan berlaku di lima pintu masuk wisata yang tersebar di empat daerah, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“(Penutupan) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” kata Rudi melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur.

Menurut Rudi, keputusan tersebut diambil setelah kondisi kebakaran di area Kaldera Bromo menunjukkan perkembangan. Kobaran api masih merambat akibat hembusan angin.

“Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, kunjungan ke Bromo dari semua pintu masuk ditutup untuk kunjungan wisata,” ungkapnya.

Api Merambat ke Arah B29

Berdasarkan video yang diunggah Balai Besar TNBTS melalui akun Instagram resminya, kobaran api terlihat berada di area tebing dekat Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).

Api juga dilaporkan merambah ke arah Gunung Kursi yang masih berada dalam kawasan TNBTS.

Rudi mengatakan titik api kemudian kembali bergerak ke arah timur menuju kawasan Bukit B29.

“Belum padam, api merambat lagi karena angin, merambat ke timur arah ke kawasan B29,” kata Rudi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (8/8).

Seluruh petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api menyebar ke wilayah lainnya.

Melebarnya jalur api membuat luasan lahan terdampak berpotensi bertambah. Namun, TNBTS belum melakukan penghitungan terbaru.

“Semestinya luasannya bertambah,” ucap Rudi.


Berdasarkan data terakhir, luas area yang terbakar mencapai sekitar 176 hektare.

Kebakaran pertama kali terjadi di Blok Bantengan pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Api kemudian menyebar ke Watu Gede dan Blok Jantur yang berada di sekitar Blok Bantengan.

Dua Helikopter Dikerahkan

Upaya pemadaman diperkuat dengan dua unit helikopter water bombing yang dikirimkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Operasi melalui udara dilakukan pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Masing-masing helikopter telah melakukan delapan kali perjalanan dari titik pengambilan air di Ranu Pani menuju kawasan Gunung Bromo.

Namun, operasi tersebut dihentikan sementara karena kondisi cuaca.

“Saat ini diberhentikan sementara waktu karena cuaca tidak memungkinkan, nanti akan dilanjutkan lagi ketika cuaca memungkinkan,” ujar Rudi.

Selain helikopter, pemadaman juga dibantu drone water sprayer dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Pelaku Usaha Wisata Ikut Terdampak

Penutupan kawasan Bromo turut menghentikan aktivitas ekonomi para pelaku usaha yang bergantung pada kunjungan wisatawan.

Pengusaha jasa sewa kuda di kawasan Bukit Teletubbies, Karyo, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kawasan Bromo telah ditutup selama sekitar lima hari.

“Seluruh area Bromo ditutup, sejak lima hari yang lalu, dan sejak ditutupnya area tersebut, saat ini saya menganggur di rumah, hanya melakukan pekerjaan merawat kuda, sambil menunggu kabar untuk dibuka kembali area itu,” terang Karyo.

Selama tidak ada aktivitas wisata, Karyo hanya merawat kuda-kudanya sambil menunggu keputusan pembukaan kembali kawasan Bromo.

Tiket Wisata Bisa Dijadwalkan Ulang

Balai Besar TNBTS memastikan wisatawan yang telah membeli tiket masuk melalui aplikasi booking online dan memilih jadwal kunjungan pada saat penutupan diberlakukan dapat melakukan penjadwalan ulang.

Wisatawan juga diberikan pilihan pengembalian uang atau refund.

Masyarakat yang ingin melakukan penjadwalan ulang maupun refund diminta melengkapi formulir yang tersedia pada laman booking resmi.

TNBTS juga mengimbau seluruh pelaku usaha jasa wisata untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kawasan taman nasional selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

“Ini demi keselamatan, keamanan, dan keselamatan bersama,” tuturnya.

Hingga Sabtu malam, api masih dalam penanganan petugas gabungan. Dengan kondisi angin yang berpotensi memicu perambatan, seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. *(Red)

Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tampil di Panggung Dramasoka, Ribuan Warga Tumpah di Aloon-Aloon Kanigoro

By On Agustus 08, 2026

 


Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Sabtu, 8 Agustus 2026 — Suasana Aloon-Aloon Kanigoro, Kabupaten Blitar, berbeda dari biasanya pada Jumat (7/8/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan gelaran Dramasoka dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar.

Namun, perhatian penonton malam itu tidak hanya tertuju kepada para pengisi acara. Bupati Blitar Rijanto bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah atau Kaji Beky tampil langsung di atas panggung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Para pejabat yang sehari-hari tampil dalam agenda pemerintahan dengan suasana formal, malam itu terlihat lebih cair. Mereka ikut memainkan peran dalam balutan drama dan humor yang mengundang tawa penonton.

Kaji Beky juga tampil mengenakan kostum berwarna biru yang menjadi ciri penampilannya malam itu. Kehadirannya bersama Rijanto membuat suasana panggung Dramasoka terasa semakin dekat dengan masyarakat.

Mengenal Drama Soka dan Pesan di Balik Ceritanya

Drama Soka merupakan pertunjukan drama bernuansa komedi dan tradisional yang mengangkat kehidupan masyarakat pedesaan. Lakon yang dimainkan memadukan perjuangan, kelucuan, kesetiaan, serta konflik kehidupan masyarakat dalam sebuah cerita yang sarat pesan moral.

Alur ceritanya umumnya berpusat pada persoalan perebutan kekuasaan, asmara, serta pertentangan antara kebaikan dan kebatilan. Unsur humor dan banyolan khas menjadi bagian penting yang membuat pesan-pesan sosial dalam cerita dapat diterima masyarakat dengan cara yang menghibur.

Cerita diawali dengan tahap pengenalan atau eksposisi. Suasana pedesaan digambarkan tenteram, dengan tokoh yang dihormati atau memiliki kekayaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Pada tahap ini, karakter utama dan sifat masing-masing tokoh mulai diperkenalkan kepada penonton.

Konflik kemudian berkembang ketika muncul tokoh antagonis atau pihak yang memiliki niat jahat. Dalam salah satu gambaran konflik, praktik korupsi menjadi persoalan yang mengancam kepentingan masyarakat. Modusnya dapat digambarkan melalui pembangunan fasilitas publik dengan anggaran besar, tetapi hasilnya tidak layak digunakan, seperti pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan nilai dan kebutuhan masyarakat.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ketegangan antara pihak yang membela kepentingan masyarakat dan pihak yang mengejar kepentingan pribadi dibalut dengan humor serta banyolan khas Drama Soka.

Klimaks cerita terjadi ketika pihak yang baik harus menghadapi ujian besar. Kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan para tokoh diuji untuk menyelamatkan desa dan masyarakat yang mereka cintai sekaligus menghadapi pihak yang melakukan kejahatan.

Pada tahap penyelesaian, pihak yang baik akhirnya mampu mengatasi persoalan melalui kerja sama, kecerdikan, serta keberanian. Konflik ditutup dengan pesan moral mengenai pentingnya melawan praktik korupsi, membangun kesadaran, serta mengembalikan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, Drama Soka tidak hanya mengandalkan unsur hiburan. Cerita yang disampaikan juga menjadi media untuk menyampaikan kritik sosial dan pesan moral mengenai kekuasaan, keadilan, tanggung jawab, serta kepentingan masyarakat.


Dramasoka Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Bagi Bupati Blitar Rijanto, Dramasoka bukan sekadar pertunjukan hiburan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Pagelaran tersebut dinilai menjadi salah satu ruang untuk menjaga kesenian dan budaya daerah agar tetap hidup serta dekat dengan masyarakat.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya pagelaran Dramasoka ini. Semoga Blitar semakin berdaya dan berjaya, sesuai tema Hari Jadi ke-702, yakni Manggih Raharjo Blitar Kuncoro,” ujar Rijanto.

Ia mengatakan, kegiatan seni dan budaya perlu terus digelar agar generasi berikutnya memiliki ruang untuk mengenal sekaligus mencintai kesenian daerah.

“Dengan digelarnya acara seperti ini, semoga kita terus bisa melestarikan kesenian dan budaya asli daerah kita. Lestari terus seni budaya nusantara,” katanya.

Kehadiran para pejabat daerah dalam pementasan malam itu turut memberikan warna tersendiri. Para pejabat yang biasanya ditemui dalam ruang rapat dan agenda pemerintahan tampil dengan karakter yang lebih santai dan komunikatif.

Tawa penonton pecah ketika mereka memainkan peran dalam cerita. Sekat antara pejabat dan masyarakat seolah menipis, digantikan suasana akrab yang mempertemukan pemerintahan dengan masyarakat melalui bahasa seni dan hiburan.

Hiburan Sekaligus Gerakkan Ekonomi UMKM

Selain menjadi ruang pertunjukan seni dan hiburan, kemeriahan di Aloon-Aloon Kanigoro juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menggerakkan perekonomian melalui berbagai stan UMKM.

Rijanto berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Blitar tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

“Selain itu, kami berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Blitar ini bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

“Masyarakat bisa berjualan melalui UMKM-UMKM yang ada di sini. Ini juga menjadi momentum untuk menyatukan kekompakan dan semangat gotong royong antarwarga,” imbuhnya.

Cak Percil dan Happy Asmara Meriahkan Panggung

Kemasan Dramasoka semakin semarak dengan kehadiran dua bintang tamu yang telah dikenal luas masyarakat Jawa Timur, yakni komedian Cak Percil dan penyanyi Happy Asmara.

Cak Percil menghidupkan suasana melalui gaya lawaknya, sedangkan penampilan Happy Asmara membuat kawasan Aloon-Aloon Kanigoro semakin bergemuruh.

Meski demikian, sorotan malam itu tidak sepenuhnya tertuju kepada para artis.

Ketika para pejabat daerah mulai memainkan perannya, perhatian penonton justru beralih kepada aksi para pejabat di atas panggung. Tawa pecah dari tengah kerumunan ketika mereka tampil dengan karakter yang jauh dari kesan formal.

Dramasoka akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan.

Pagelaran tersebut menjadi ruang pertemuan antara budaya, kritik sosial, hiburan, ekonomi rakyat dan kebersamaan dalam satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Di tengah gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan, pesan yang hadir pun sederhana: perayaan hari jadi bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga budaya, menghidupkan ekonomi lokal, merawat kebersamaan, serta membangun kesadaran untuk menolak praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Dengan semangat “Manggih Raharjo Blitar Kuncoro”, peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar pun terasa semakin dekat dengan denyut kehidupan masyarakatnya. *(Red)

Gedung Bapenda DKI Jakarta Kebakaran, 20 Unit Damkar Dikerahkan Padamkan Api

By On Agustus 07, 2026

 

Kebakaran gedung Bapenda DKI Jakarta (7/8/2026). Foto ilustrasi ditenagai AI oleh Redaksi JinNewsOne.Com

JAKARTA — JinNewsOne.com | Jumat, 7 Agustus 2026 — Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam.

Berdasarkan data Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), laporan kebakaran pertama kali diterima melalui layanan Jakarta Siaga 112 pada pukul 21.30 WIB. Petugas langsung merespons dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran sebagai pengerahan awal beserta 100 personel menuju lokasi kejadian.

"Pengerahan awal 2 unit mobil pemadam dan 100 personel ke lokasi kejadian," demikian keterangan dalam laporan Command Center Damkar, Jumat malam.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB. Proses pemadaman dimulai satu menit kemudian, tepatnya pukul 21.41 WIB.

Hingga pukul 22.15 WIB, kobaran api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Sebanyak 20 unit armada pemadam kebakaran bersama 100 personel terus berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi sekitar pukul 22.12 WIB, kobaran api masih membakar sisi kiri gedung. Petugas terlihat terus menyemprotkan air hingga ke bagian atas bangunan.

Api menghanguskan sekitar setengah bagian sisi gedung. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, disertai bau material terbakar yang tercium cukup menyengat di sekitar lokasi.

Sejumlah warga tampak memadati area sekitar untuk menyaksikan peristiwa tersebut dan mengabadikannya menggunakan telepon genggam. Beberapa material bangunan yang terbakar juga terlihat berjatuhan dari bagian atas gedung.

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih terus berlangsung. Petugas berupaya melokalisasi api agar tidak merembet ke area lain di sekitar kompleks gedung.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta, Lusiana Herawati, membenarkan bahwa gedung yang dipimpinnya mengalami kebakaran.

Saat dikonfirmasi, Lusiana mengaku sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memantau langsung proses penanganan yang dilakukan petugas pemadam kebakaran.

"Iya (Gedung Bapenda terbakar). Saya menuju kantor," ujar Lusiana, Jumat malam.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Aparat juga belum dapat memastikan ada atau tidaknya korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena Gedung Bapenda merupakan salah satu fasilitas strategis milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berperan dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Pihak berwenang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah proses pemadaman dinyatakan selesai. Selain mengungkap penyebab kebakaran, penyelidikan juga akan menilai dampak insiden tersebut terhadap operasional dan pelayanan publik di lingkungan Bapenda DKI Jakarta. *(Red)

DPRD dan Pemprov Jatim Sepakati Anggaran Infrastruktur Rp2,6 Triliun di Perubahan APBD 2026

By On Agustus 06, 2026

 


Surabaya, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Kamis, 6 Agustus 2026 — DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyepakati alokasi anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan itu tertuang dalam Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUA-P) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) yang disahkan dalam rapat paripurna pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyampaikan bahwa peningkatan belanja modal untuk sektor infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi wilayah-wilayah di Jawa Timur.

"Di tengah kondisi saat ini, belanja modal untuk pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama," kata Deni.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil lantaran banyak pemerintah desa mengalami keterbatasan anggaran pembangunan menyusul perubahan kebijakan penggunaan dana desa. Sebagian dana yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur kini justru dialihkan untuk program-program lain.

Kondisi ini, lanjutnya, membuat berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat desa belum terpenuhi secara optimal. Sejumlah infrastruktur yang menjadi sorotan meliputi perbaikan jalan, saluran irigasi, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga fasilitas umum lain yang kerap menjadi aspirasi masyarakat saat anggota DPRD Jawa Timur turun reses.

"Hampir di setiap titik reses, keluhan terbesar datang dari para kepala desa terkait pembangunan infrastruktur. Anggaran infrastruktur desa saat ini sangat terbatas, bahkan ada yang hanya sekitar Rp25 juta hingga Rp100 juta sehingga tidak cukup untuk melakukan pembangunan yang berarti," terangnya.

Deni berharap tambahan anggaran Rp2,6 triliun tersebut dapat terserap secara maksimal sehingga mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di berbagai daerah di Jawa Timur.

Sentuh Sektor Pendidikan hingga Persoalan Tunjangan Guru

Tidak hanya infrastruktur, Perubahan APBD Jawa Timur 2026 juga diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah beasiswa Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (Jawara), yang digagas sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.

"Kalau bicara kebutuhan anggaran, berapa pun tentu masih terasa kurang. Karena itu diperlukan skala prioritas, dan salah satunya diarahkan pada pembangunan infrastruktur," imbuhnya.

Dalam pembahasan perubahan APBD tersebut, DPRD Jawa Timur turut menyoroti persoalan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang masih menyisakan kewajiban dari tahun sebelumnya.

Deni menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, pembayaran TPG sejatinya merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, DPRD bersama Pemprov Jawa Timur tengah mengkaji kemungkinan pemberian dukungan melalui anggaran provinsi, apabila secara regulasi hal itu dimungkinkan.

"Pemprov Jawa Timur sedang mempelajari apakah secara aturan memungkinkan menggunakan anggaran provinsi untuk membantu menyelesaikan pembayaran TPG tersebut," pungkas Deni. *(Red)

Pisowanan Agung Hari Jadi Blitar ke-702, Rijanto Tegaskan Semangat Membangun untuk Kesejahteraan

By On Agustus 05, 2026

Bupati Blitar Rijanto dan Wabup Beky menghadiri Prosesi Pisowanan Agung dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Rabu (5/8/2026). /Foto dok. *(rc)
 

BLITAR, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Rabu, 5 Agustus 2026 — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 dimaknai lebih dari sekadar mengenang sejarah berdirinya daerah. Bupati Blitar Rijanto mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persatuan serta semangat bersama untuk membangun Kabupaten Blitar agar semakin maju, makmur, dan sejahtera.

Ajakan itu disampaikan Rijanto usai mengikuti Prosesi Pisowanan Agung dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 yang digelar di Pendopo Ronggo Hadinegoro Blitar, Rabu (5/8/2026). Prosesi tersebut menjadi agenda utama dalam rangkaian peringatan hari jadi yang setiap tahun diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Pisowanan Agung berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Blitar (Wabup), pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Blitar, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kabupaten Blitar, kepala desa beserta perangkat desa, hingga berbagai unsur masyarakat.

Secara harfiah, Pisowanan Agung berasal dari kata bahasa Jawa sowan yang berarti menghadap atau berkunjung dan agung yang berarti besar, mulia, atau suci. Tradisi ini berakar dari budaya kerajaan Jawa kuno, di mana para pejabat daerah dan rakyat berkumpul untuk menghadap raja guna menyampaikan laporan wilayah serta menunjukkan kesetiaan.

Dalam konteks modern saat ini, arti dan makna Pisowanan Agung bertransformasi menjadi beberapa nilai penting, yaitu: 
1. Simbol Hubungan Pemimpin dan Rakyat
2. Penghormatan Sejarah & Perjuangan Leluhur
3. Penegasan Eksistensi dan Kedaulatan Daerah. 
4. Wadah Ruang Spiritual dan Doa Bersama.
5. Media Komunikasi dan Akuntabilitas

Dalam sambutannya, Rijanto menegaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Blitar merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen seluruh elemen dalam melanjutkan pembangunan daerah.

"Hari ini Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Acara Pisowanan Agung dalam rangka Hari Jadi Blitar ke-702 Tahun 2026. Momentum ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus tekad bersama untuk terus membangun Kabupaten Blitar agar semakin maju," kata Rijanto.

Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Blitar mengusung tema "Manggih Raharjo, Blitar Kuncoro." Menurut Rijanto, tema tersebut mencerminkan harapan agar Kabupaten Blitar menjadi daerah yang aman, tenteram, makmur, serta masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan.

"Melalui tema 'Manggih Raharjo, Blitar Kuncoro', kami berharap masyarakat Kabupaten Blitar senantiasa hidup gemah ripah loh jinawi, sejahtera, serta mampu menjaga persatuan dan semangat gotong royong," terangnya.

Momentum potong tumpeng oleh Bupati Rijanto dan memberikan ujung tumpeng kepada Wabup Beky.  /Foto dok. *(rc)


Ia menegaskan, semangat Hari Jadi Kabupaten Blitar tidak berhenti pada pelaksanaan seremoni semata. Pemerintah daerah juga menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi, budaya, pariwisata, dan peternakan.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 telah dimulai sejak Juli 2026. Sebelum Pisowanan Agung digelar, Pemerintah Kabupaten Blitar lebih dahulu menyelenggarakan Kontes Sapi Tingkat Nasional memperebutkan Piala Bupati Cup sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas ternak unggulan sekaligus penguatan sektor peternakan daerah. Dalam rangkaian tersebut juga digelar kegiatan budaya Bedhol Pusaka dan Malam Tirakatan.

Memasuki rangkaian berikutnya, mulai 6 hingga 9 Agustus 2026 masyarakat akan disuguhi berbagai agenda hiburan, seni, dan budaya yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi melalui bazar UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan pelaku usaha lokal.

Selain itu, akan digelar pentas Ketoprak Drama Soka yang diperankan jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Wakil Bupati Blitar, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta seniman Cak Percil dan kawan-kawan.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 juga akan dimeriahkan penampilan penyanyi Happy Asmara yang dipastikan menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan selanjutnya meliputi tradisi Tiban, pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada 24 Agustus 2026 yang menghadirkan pelawak Jo Klitik dan Jo Kluthuk, dilanjutkan prosesi Jamasan Kyai Pradah dan Siraman Pusaka Kyai Bonto pada 27 Agustus 2026. Seluruh rangkaian peringatan akan ditutup dengan pertunjukan seni spektakuler Festival Krisnayana pada 29 Agustus 2026 di Amphitheater Penataran.

Rijanto berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjadi ruang bersama untuk menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya warisan leluhur.

"Semoga melalui seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Blitar ke-702 ini, Kabupaten Blitar semakin berdaya, berjaya, bermartabat, dan terus berkembang di berbagai sektor pembangunan. Mari bersama-sama menjaga persatuan serta terus berkarya demi kemajuan Kabupaten Blitar yang kita cintai," tutupnya. *(Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *