Banten – Jinnewsone@gmail.com|Fenomena puluhan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati total di wilayah Kasemen menjadi sorotan tajam publik. Tidak hanya soal kerusakan teknis, proyek bernilai miliaran rupiah ini kini menuai kecurigaan adanya dugaan penyimpangan dalam pengadaan dan pemasangannya.
Aliansi Peduli Banten menyoroti kasus ini dengan sindiran keras, menyebut kondisi tersebut layaknya "Negeri Konoha" yang penuh dengan ketidakjelasan dan tata kelola yang berantakan. Mereka mendesak Polda Banten untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait proyek pengadaan dan pemasangan PJU yang menggunakan tenaga listrik PLN, khususnya yang menggunakan tiang model Double Arm di bawah naungan Dinas Perhubungan Provinsi Banten.
Berdasarkan data di lapangan, dari total 30 titik lampu yang terpasang, tercatat sebanyak 19 titik mati total dan 5 titik lainnya mati sebelah. Kondisi ini sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya tanpa perbaikan yang signifikan, hingga akhirnya viral di media sosial dan mendapat perhatian luas.
Kasi PJU Dishub Banten, Rahmat, mengakui bahwa gangguan yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor. Selain ulah oknum yang melakukan vandalisme hingga kabel hilang berkali-kali, terdapat masalah fundamental pada sistem kelistrikan.
"Secara ideal satu panel itu maksimal untuk 20 lampu, tapi di sana dipasang sampai 30 titik. Ini menjadi salah satu penyebab utama gangguan, selain kekurangan daya dan masalah jaringan," ungkap Rahmat kepada awak media, Kamis (30/04/2026).
Lebih jauh, sistem kerja yang diterapkan dinilai kurang proaktif. Pihak dinas baru akan bertindak jika sudah ada aduan dari masyarakat atau pemberitaan media.
"Kalau ada laporan, biasanya dua sampai tiga hari kita turun. Tapi kalau tidak ada aduan, kita anggap aman dan normal," jelasnya.
Ironisnya, proyek megah ini diketahui masih berada dalam masa pemeliharaan (maintenance) dengan masa garansi hingga Juni mendatang. Artinya, seharusnya segala perbaikan dan kinerja alat masih menjadi tanggung jawab penuh pelaksana proyek.
Fakta di lapangan yang menunjukkan banyaknya lampu mati justru memunculkan pertanyaan besar mengenai kualitas pekerjaan dan nilai manfaat dari anggaran yang telah digelontorkan. Masyarakat menilai, proyek yang menelan biaya fantastis tersebut faktanya tidak sesuai dengan harapan dan terkesan dikerjakan secara asal-asalan.
Menanggapi hal ini, Aliansi Peduli Banten menekankan pentingnya transparansi dan hukum yang berlaku. Mereka menuntut agar aparat penegak hukum, khususnya Polda Banten, tidak tinggal diam dan segera melakukan audit forensik untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan atau korupsi dalam pengadaan APJ, LPJU, hingga pemasangan tiang Double Arm tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menanti langkah nyata dari pemerintah daerah dan kepolisian untuk menjawab keresahan publik terkait tata kelola infrastruktur yang dinilai jauh dari kata profesional.
Tim Redaksi
You are reading the newest post
Next Post »
