Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Ketua BGN Nanik S. Deyang Resmi Mengundurkan Diri, BGN Lantik Lima Pejabat Baru Benahi Program MBG

 

Jakarta — JinNewsOne.com | Rabu, 22 Juli 2026 — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran diri tersebut dilakukan karena Nanik akan menjalani pengobatan penyakit jantung.

Kabar tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui unggahan di akun Instagram resminya yang dikutip pada Rabu (22/7/2026).

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Dirgayuza.

Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, Nanik dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil.

"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujar Dirgayuza.

Di tengah pengunduran diri tersebut, BGN juga memperkenalkan lima pejabat tinggi madya yang baru dilantik untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mendukung proses pembenahan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kelima pejabat tersebut diperkenalkan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari bersama Trenggono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026). Mereka merupakan pejabat yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Presiden Prabowo Subianto.

Adapun lima pejabat yang diperkenalkan yakni:

Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama;

Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola;

Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran;

Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama; serta

Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Agustina menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan Program MBG.

"Kemarin sore kami mendapat Keppres yang mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya. Kami butuh tim untuk memperbaiki BGN dan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis," katanya.

Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Ketut Sumedana, mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung. Agustina menyebut Ketut memiliki pengalaman sekitar 28 tahun sebagai jaksa dan bergelar doktor di bidang ilmu hukum.

Menurut Agustina, pengalaman Ketut di bidang pengawasan dan penegakan hukum dinilai akan memperkuat fungsi pengawasan program MBG, termasuk mengidentifikasi potensi px sejumlah persoalan di lapangan, salah satunya adanya satu sekolah yang dilayani oleh dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbeda.

"Sebagai contoh, kami menemukan ada satu sekolah yang ternyata dilayani oleh dua SPPG berbeda. Ketika data tersebut disandingkan dengan data Dapodik, kami menemukan adanya ketidaksesuaian yang saat ini masih terus kami telusuri," kata Agustina.

Ia menjelaskan, temuan tersebut menunjukkan pentingnya proses validasi dan integrasi data agar perencanaan anggaran, distribusi penerima manfaat, hingga pelaksanaan program dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

BGN juga akan mendorong integrasi data Dapodik dengan sistem MBG sehingga jumlah penerima manfaat, lokasi sekolah, serta distribusi program dapat dipantau secara real-time.

Menurut Agustina, data yang akurat merupakan fondasi utama untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Menurut saya, ini adalah hal yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus utama yang akan kami kerjakan," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti Nanik S. Deyang untuk memimpin Badan Gizi Nasional.

(Editor : rc/Red | Dok. Dirgayuza; BGN)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *