Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Labels

Topik

Terpopuler

Trending

🔴 BREAKING
Memuat berita terbaru...
OTT KPK di ATR/BPN: 17 Orang Diamankan, 20 Koper Uang dan Misteri HGB Bogor

By On September 15, 2026


Jakarta | JNO — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kembali mempertanyakan seberapa bersih tata kelola pertanahan di Indonesia.


Pada Senin, 14 September 2026, KPK mengamankan 17 orang dalam operasi yang berkaitan dengan dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. KPK juga mengamankan uang rupiah dan valuta asing yang dikemas dalam boks, kardus, serta sekitar 20 koper. Nilainya disebut masih dalam proses penghitungan dan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.


Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung. Karena itu, 17 orang yang diamankan belum dapat disebut sebagai pelaku korupsi sebelum status hukum mereka ditetapkan berdasarkan alat bukti dan proses hukum.


Namun, skala barang bukti tersebut menjadi alarm serius bagi sektor pertanahan.


HGB dan Pertanyaan Besar


HGB bukan sekadar dokumen administratif. Hak tersebut berkaitan dengan pemanfaatan tanah, kepastian hukum, investasi, dan nilai ekonomi yang besar.


Jika benar terdapat transaksi ilegal dalam pengurusannya, persoalannya bukan hanya dugaan suap atau korupsi. Kepercayaan masyarakat terhadap sistem pertanahan juga ikut dipertaruhkan.


Karena itu, publik menunggu jawaban:


Siapa pemberi uang? Siapa penerima? Untuk kepentingan apa? Siapa perantaranya? Dan siapa yang akhirnya menikmati keuntungan?


Keberadaan sekitar 20 koper uang juga menimbulkan pertanyaan apakah seluruh uang tersebut berkaitan dengan pengurusan HGB atau terdapat transaksi lain. Jawaban atas hal itu menjadi bagian penting dari konstruksi perkara yang harus dibuktikan KPK.


Pejabat hingga Pihak Swasta


Sejumlah pejabat ATR/BPN disebut termasuk pihak yang diamankan, di antaranya Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Tardi.


OTT tersebut juga disebut melibatkan pihak swasta dari PT Summarecon Agung Tbk, serta politikus Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.


Keterlibatan mereka masih harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan dan pembuktian KPK. Diamankan bukan berarti tersangka, dan tersangka belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.


Namun, beragam latar belakang pihak yang diperiksa membuat perkara ini layak dikawal secara serius.


Pertanyaan utamanya: apakah ini sekadar tindakan individu atau terdapat celah sistem yang memungkinkan praktik tersebut terjadi?


Bukan Sekadar "Oknum"


Istilah mafia tanah selama ini lekat dengan berbagai persoalan pertanahan, mulai dari sertifikat, sengketa batas, peralihan hak, penguasaan lahan hingga dugaan pungutan dalam pelayanan.


Tetapi OTT ini belum cukup untuk menyimpulkan ATR/BPN sebagai sarang mafia tanah.


Yang harus dibuktikan adalah apakah terdapat pola, jaringan, perantara, aliran dana, atau pihak yang mengendalikan proses dari belakang layar.


Jika uang tersebut benar berkaitan dengan pengurusan HGB, penyidikan tidak boleh berhenti pada penerima terakhir. Aliran dana harus ditelusuri dari pemberi, perantara, penerima, hingga pihak yang mendapatkan keuntungan.


OTT seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan, bukan sekadar menangkap tangan yang menerima uang.


Kepercayaan Publik Dipertaruhkan


Kasus ini kembali menguji reformasi birokrasi pertanahan.


Masyarakat membutuhkan layanan pertanahan yang transparan, cepat, profesional dan bebas dari pungutan ilegal. Sebab tanah bukan sekadar aset. Tanah adalah rumah, sawah, tempat usaha, warisan keluarga, sekaligus sumber kehidupan.


Ketika kepastian hukum atas tanah diduga dapat dipengaruhi transaksi ilegal, yang rusak bukan hanya administrasinya, tetapi juga kepercayaan rakyat kepada negara.


KPK kini ditunggu untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh.


Jika memang ada permainan dalam pengurusan HGB, bongkar sampai akar. Telusuri uangnya, ungkap perantaranya dan buktikan siapa yang mengatur.


Namun jika ada pihak yang tidak terbukti terlibat, hal tersebut juga harus disampaikan secara terbuka.


Publik tidak hanya menunggu siapa yang menjadi tersangka.


Publik menunggu jawaban yang lebih besar:


Apakah OTT ini hanya menangkap sejumlah orang, atau menjadi pintu masuk untuk membongkar persoalan yang lebih dalam dalam tata kelola pertanahan Indonesia? 

*(Red)


Catatan Redaksi: Tulisan ini membahas dugaan perkara berdasarkan informasi mengenai OTT KPK di lingkungan ATR/BPN. Seluruh pihak yang diamankan maupun disebut dalam perkara tetap memiliki hak atas praduga tak bersalah sampai terdapat penetapan dan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Purbaya Dipanggil Istana Saat Rapat DPD, Sore Harinya Diganti Suahasil

By On September 15, 2026


Purbaya Yudhi Sadewa di depan Istana Negara setelah pergantian Menteri Keuangan

JAKARTA | JNO — Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa oleh Suahasil Nazara pada Senin (14/9/2026) berlangsung dalam situasi yang terbilang mendadak. Beberapa jam sebelum pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Purbaya masih menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dalam rapat kerja gabungan bersama Komite IV DPD RI.

Purbaya mengikuti rapat bersama Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia di Ruang Rapat GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Agenda tersebut antara lain membahas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan, serta sinkronisasi pembangunan jangka panjang dan menengah nasional.

Namun, situasi berubah ketika rapat masih berlangsung.

Telepon di Tengah Pemaparan

Saat Purbaya tengah menyampaikan pemaparan, perhatian ruang sidang sempat beralih setelah muncul informasi mengenai adanya panggilan dari pihak Istana.

Purbaya kemudian meminta izin meninggalkan ruang rapat untuk menerima panggilan tersebut. Ia keluar dari ruang sidang dan setelah itu tidak kembali hingga agenda rapat selesai.

Peristiwa tersebut menjadi semakin signifikan karena kepergian Purbaya terjadi hanya sekitar 30 menit sebelum agenda pelantikan menteri di Istana Kepresidenan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WIB.

Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi bahkan sempat meminta Purbaya kembali ke ruang rapat. Ketika Purbaya belum kembali, pimpinan rapat menyebut ketidakhadiran tersebut sebagai “utang” yang nantinya harus dibayar dalam agenda berikutnya.

Tak lama berselang, teka-teki tersebut terjawab.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2024–2029.

Pergantian Mendadak, Alasan Belum Dijelaskan Secara Spesifik

Pergantian tersebut menjadi perhatian karena dilakukan ketika Purbaya masih menjalankan agenda resmi sebagai Menteri Keuangan pada hari yang sama.

Hingga laporan ini disusun, pemerintah belum memberikan penjelasan publik yang secara spesifik menguraikan alasan personal maupun kebijakan yang menjadi dasar pemberhentian Purbaya.

Reuters melaporkan bahwa pergantian tersebut terjadi di tengah kekhawatiran mengenai pengelolaan fiskal dan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia. Purbaya sebelumnya dikenal dengan pendekatan yang lebih pro-pertumbuhan, sementara Suahasil dipandang sebagai teknokrat yang lebih dekat dengan pendekatan disiplin fiskal dan stabilitas anggaran.

Karena itu, hubungan langsung antara panggilan telepon di tengah rapat DPD dan keputusan pemberhentian Purbaya belum dapat disimpulkan sebagai sebab-akibat. Yang dapat dipastikan adalah keduanya terjadi dalam rentang waktu yang sangat berdekatan pada hari yang sama.

Pesan Singkat Purbaya: “Udah Siap Belum?”

Pada penghujung hari setelah kehilangan jabatan sebagai bendahara negara, muncul pula unggahan di akun TikTok pribadi Purbaya yang dikelola oleh stafnya.

Unggahan tersebut menampilkan foto Purbaya dengan pesan singkat:

“Udah siap belum?”

Pesan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik mengenai langkah Purbaya berikutnya. Namun, tanpa penjelasan langsung dari Purbaya mengenai maksud unggahan tersebut, pesan itu belum dapat dipastikan sebagai pernyataan politik ataupun indikasi rencana tertentu.

Dari Sri Mulyani, Purbaya, Kini Suahasil

Purbaya sebelumnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Dengan pergantian pada 14 September 2026, Purbaya tercatat hanya sekitar satu tahun menduduki posisi tersebut.

Pergantian ini sekaligus menunjukkan tingginya dinamika posisi Menteri Keuangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo. Reuters mencatat Suahasil menjadi orang ketiga yang menduduki jabatan Menteri Keuangan dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Prabowo.

Kini perhatian publik beralih kepada Suahasil.

Sebagai Menteri Keuangan baru, Suahasil menghadapi pekerjaan besar untuk menjaga kredibilitas APBN, mempertahankan disiplin fiskal, sekaligus memastikan program prioritas pemerintahan tetap berjalan. Dalam pernyataannya setelah dilantik, Suahasil menegaskan komitmen menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berdampak bagi masyarakat.

Pergantian mendadak tersebut akhirnya tidak hanya menyisakan pertanyaan tentang alasan Purbaya diberhentikan, tetapi juga tentang ke mana arah kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo setelah pergantian pucuk Kementerian Keuangan..*(Red)

Abu Vulkanik: Ancaman bagi Manusia, Lingkungan dan Keselamatan Penerbangan

By On September 08, 2026


Bahaya abu vulkanik bagi manusia, lingkungan dan keselamatan penerbangan pesawat

JAKARTA | JNO — Aktivitas gunung api yang disertai letusan tidak hanya menghadirkan ancaman berupa lahar, awan panas, dan material pijar. Abu vulkanik yang terbawa angin juga menjadi salah satu bahaya serius karena mampu menyebar hingga puluhan bahkan ratusan kilometer dari lokasi letusan.

Partikel abu vulkanik yang tampak seperti debu biasa tersebut sesungguhnya dapat mengandung material batuan, mineral, serta pecahan kaca vulkanik berukuran sangat kecil. Kondisi ini membuat abu vulkanik berpotensi membahayakan kesehatan manusia, merusak lingkungan, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga mengancam keselamatan penerbangan.

Ancaman Abu Vulkanik bagi Kesehatan Manusia

Bagi manusia, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama ketika partikel halus terhirup melalui saluran pernapasan.

Abu dapat menyebabkan batuk, iritasi pada tenggorokan, sesak napas, hingga melemahkan kondisi orang yang telah memiliki gangguan pada sistem pernapasan. Risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan kondisi pernapasan tertentu.

Selain saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan mata dan kulit. Partikel yang bersifat abrasif dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, berair, hingga mengalami iritasi. Paparan pada kulit juga berpotensi menimbulkan rasa gatal dan ketidaknyamanan.

Dalam kondisi hujan abu, masyarakat juga perlu memperhatikan sumber air dan makanan. Abu yang jatuh dapat mencemari air minum, bahan makanan, serta peralatan yang berada di ruang terbuka.

Penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai, kacamata pelindung, serta menggerakkan aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko paparan.

Lingkungan dan Pertanian Turut Terdampak

Dampak abu vulkanik tidak berhenti pada kesehatan manusia. Lingkungan di sekitar kawasan terdampak juga dapat mengalami gangguan.

Timbunan abu pada tanaman dapat menutup permukaan daun dan menghambat proses fotosintesis. Apabila terjadi dalam skala besar, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pertanian dan menyebabkan kerusakan pada tanaman.

Sumber air seperti sungai, sumur, waduk, maupun saluran air juga dapat terdampak oleh material abu. Perubahan kualitas air dapat terjadi ketika pengendapan vulkanik masuk dan bercampur dengan sumber air yang digunakan masyarakat maupun hewan.

Hewan ternak juga dapat menghadapi risiko jika abu mencemari pakan dan air minum. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kandang, pakan, dan sumber udara menjadi bagian penting dalam penanganan dampak letusan.

Di kawasan rekreasi, akumulasi abu juga dapat meningkatkan beban pada atap bangunan. Abu yang menumpuk dalam jumlah besar, terutama ketika bercampur dengan air hujan, dapat menjadi semakin berat dan meningkatkan risiko kerusakan pada konstruksi bangunan.

Gangguan Transportasi dan Ancaman Lahar

Hujan abu juga dapat mengganggu transportasi darat. Jarak pandang pengendara dapat berkurang, sementara material abu yang menumpuk di jalan dapat menciptakan kondisi licin dan berbahaya.

Ancaman lain yang perlu diwaspadai adalah terjadinya banjir lahar. Material vulkanik yang sebelumnya mengendap di lereng dan aliran sungai dapat terbawa air hujan, kemudian bergerak mengikuti jalur sungai dengan membawa lumpur, batu, pasir, dan material vulkanik lainnya.

Oleh karena itu, bahaya letusan gunung api tidak selalu berakhir ketika aktivitas letusan mulai menurun. Material yang tertinggal di kawasan gunung masih dapat menjadi sumber ancaman baru sekitar ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Abu Vulkanik, Ancaman Serius bagi Penerbangan

Selain berdampak pada permukaan bumi, abu vulkanik juga menjadi ancaman serius bagi dunia penerbangan.

Berbeda dengan awan biasa, abu vulkanik mengandung partikel abrasif yang dapat merusak berbagai bagian pesawat. Salah satu risiko terbesar adalah masuknya abu ke dalam mesin pesawat jet.

Dalam kondisi tertentu, partikel vulkanik yang masuk ke mesin dapat mengalami perubahan akibat suhu yang sangat tinggi dan menempel pada komponen mesin. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja mesin, menurunkan tenaga, hingga dalam situasi ekstrim menyebabkan gangguan serius terhadap operasional mesin.

Partikel abu juga dapat mengikis permukaan kaca kokpit. Efek abrasif tersebut dapat membuat kaca menjadi buram dan mengurangi jarak pandang pilot, terutama dalam kondisi penerbangan malam atau saat proses mendekat.

Tidak hanya itu, abu vulkanik berpotensi mengganggu sensor dan instrumen pesawat. Gangguan pada sistem pengukuran dan navigasi dapat meningkatkan risiko kesalahan pembacaan data yang sangat penting bagi keselamatan penerbangan.

Badan pesawat, lampu, antena, serta berbagai komponen aerodinamis juga dapat mengalami dampak akibat paparan partikel abrasif.

Mengapa Penerbangan Bisa Ditunda atau Dibatalkan?

Ketika sebuah gunung api mengalami letusan, informasi mengenai arah dan sebaran abu menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan penerbangan.

Awan abu vulkanik tidak selalu mudah dikenal seperti awan cuaca biasa. Oleh karena itu, penerbangan yang berpotensi melintasi kawasan terdampak dapat dialihkan ke rute lain, ditunda, atau bahkan dibatalkan.

Bandara yang berada di wilayah terdampak hujan abu juga dapat mengalami gangguan operasional. Keselamatan pesawat, awak, dan penumpang menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penutupan sementara atau mencakup aktivitas penerbangan.

Bagi masyarakat, pembatalan penerbangan akibat abu vulkanik mungkin menimbulkan ketidaknyamanan. Namun langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mencegah pesawat memasuki wilayah yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Mitigasi Menjadi Kunci

Ancaman abu vulkanik menunjukkan bahwa dampak sebuah letusan dapat menjangkau berbagai sektor kehidupan.

Manusia yang menghadapi risiko gangguan kesehatan, lingkungan dan pertanian dapat mengalami kerusakan, infrastruktur serta transportasi darat dapat terganggu, sementara sektor penerbangan menghadapi risiko yang lebih kompleks karena abu vulkanik dapat mempengaruhi mesin dan sistem pesawat.

Masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi resmi dan arahan dari otoritas terkait. Penggunaan masker yang sesuai, perlindungan mata, menjaga sumber udara dan makanan, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi hujan abu merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko.

Sementara itu, dalam dunia penerbangan, pemantauan aktivitas gunung api dan sebaran abu menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan.

Abu vulkanik bukan sekedar debu yang jatuh setelah erupsi. Dibalik partikel-partikel kecil ancaman tersebut dapat menjangkau manusia, lingkungan, transportasi, hingga keselamatan penerbangan terdapat. *(Red)


Sejumlah Gunung Api Erupsi Berdekatan, Apakah Saling Berkaitan? Ini Penjelasan Ahli Vulkanologi

By On September 06, 2026


Aktivitas gunung api di Indonesia dan fenomena erupsi sejumlah gunung dalam waktu berdekatan

Jakarta, DKI Jakarta | JNO — Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah sejumlah gunung api mengalami letusan dalam periode waktu yang berdekatan. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, hingga Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari dinamika aktivitas vulkanik tersebut.

Fenomena ini kembali memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah letusan sejumlah gunung api dalam waktu berdekatan memiliki hubungan satu sama lain?

Fenomena aktivitas sejumlah gunung api secara bersamaan sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Pada bulan April 2020, enam gunung api, yakni Kerinci, Anak Krakatau, Merapi, Semeru, Ibu, dan Dukono, juga tercatat mengalami aktivitas vulkanik dalam waktu yang relatif bersamaan.

Saat itu, ahli vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Mirzam Abdurrahman, menjelaskan bahwa terdapat beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan sejumlah gunung api mengalami peningkatan aktivitas pada waktu yang berdekatan.

Kemungkinan pertama, gunung-gunung tersebut berada pada busur atau sistem tektonik yang berbeda. Dalam kondisi demikian, kesamaan waktu aktivitas atau letusan dapat terjadi tanpa adanya hubungan langsung antara satu gunung api dengan gunung lainnya.

“Analogi sederhananya seperti saat saya makan, tetangga saya makan dan Anda juga makan, ya kebetulan pas jam makan siangnya sama,” jelas Mirzam.

Indonesia sendiri memiliki beberapa jalur atau busur gunung api, di antaranya Busur Sunda, Banda, Halmahera, serta Celebes-Sangihe. Gunung api yang berada pada busur berbeda memiliki sistem magma dan kondisi geologi masing-masing.

Namun, apabila sejumlah gunung api berada dalam satu busur yang sama, terdapat kemungkinan adanya faktor tektonik regional yang ikut mempengaruhi aktivitas vulkanik. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti satu gunung api menjadi pemicu langsung letusan gunung lainnya.

Penjelasan tersebut relevan untuk memahami aktivitas gunung api di Indonesia. Anak Krakatau, Sinabung, Semeru, dan Lewotobi Laki-laki berada di wilayah yang berbeda dengan karakteristik sistem vulkanik masing-masing.

Dengan jumlah gunung api aktif yang besar, aktivitas vulkanik yang terjadi dalam waktu terdekat bukan merupakan sesuatu yang mustahil.

Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yang menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik dan vulkanik paling aktif di dunia. Kondisi geologis tersebut menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api aktif.

Oleh karena itu, ketika beberapa gunung api mengalami letusan dalam periode yang sama, fenomena tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya satu pemicu yang menyebabkan seluruh gunung tersebut meletus.

Pemantauan terhadap aktivitas masing-masing gunung tetap menjadi faktor utama dalam menentukan perkembangan kondisi vulkanik. Perubahan aktivitas kegempaan, puncak tubuh gunung, kondisi kawah, emisi gas, hingga intensitas erupsi merupakan sejumlah indikator yang digunakan dalam pemerataan perkembangan aktivitas gunung api.

Fenomena sejumlah letusan yang terjadi dalam waktu berdekatan, dengan demikian, lebih tepat dipahami sebagai bagian dari dinamika alam Indonesia yang berada di kawasan vulkanik aktif.

Setiap gunung api memiliki sistem magma dan karakteristik vulkanik tersendiri. Aktivitas satu gunung tidak dapat serta-merta dijadikan indikator bahwa gunung api lainnya akan mengalami erupsi.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari otoritas vulkanologi terkait perkembangan aktivitas gunung api di wilayah masing-masing. *(Red)

Kendalikan Inflasi, Pemkab Blitar Gelar Operasi Pasar Murah di Kecamatan Wlingi

By On September 02, 2026


Operasi Pasar Disperindag
Gelaran Operasi Pasar Murah Disperindag Kabupaten Blitar di Halaman Kantor Kecamatan Wlingi, Rabu (2/9/2026).

Blitar, Jawa Timur | JNO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah yang dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 2–3 September 2026 tersebut digelar mulai pukul 08.30 WIB guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tren fluktuasi harga komoditas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa operasi pasar ini diselenggarakan sebagai langkah proaktif pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran di berbagai kawasan, di mana sebelum menyasar Kecamatan Wlingi, program serupa telah digelar di Kecamatan Srengat.

"Hari ini dari Disperindag Kabupaten Blitar mengadakan kegiatan Operasi Pasar Murah dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilisasi harga barang-barang kebutuhan pokok," ujar Darmadi.

Bermitra langsung dengan Perum Bulog dan berbagai penyedia bahan pangan, Disperindag menyalurkan komoditas pangan utama yang dijual sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET):

Beras SPHP (Bulog): Disiapkan sebanyak 2 ton dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kg.

Minyak goreng dalam kemasan: Disiapkan sebanyak 20 karton dengan harga Rp15.700 per liter.

Gula Pasir: Disediakan dengan harga Rp16.000 per kg.

Produk UMKM Lokal: Berbagai produk olahan dari pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Wlingi.

Darmadi menjelaskan bahwa pembatasan kuota pembelian diterapkan agar distribusi barang merata ke seluruh masyarakat yang membutuhkan. Pembelian beras dibatasi maksimal 2 pak (10 kg) per warga, sementara Minyak goreng dalam kemasan dibatasi 1 bungkus per pembeli.

Menyinggung kondisi pasar terkini, Darmadi mengungkapkan bahwa kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok pada bulan September merupakan hal yang relatif lumrah terjadi akibat pasokan yang terbatas di tengah tingginya permintaan. Namun, pihak Disperindag memastikan ketersediaan barang di pasaran tetap aman dan rantai distribusi berjalan lancar.

"Secara umum kenaikannya masih terkendali. Kami memastikan semua komoditas sembako seperti beras, minyak, dan gula tersedia di pasar sehingga masyarakat bisa langsung membeli saat membutuhkan. Operasi pasar ini menjadi salah satu bagian dari upaya stabilisasi harga tersebut," jelasnya.

Antusiasme masyarakat menyambut gelaran ini terlihat dari kehadiran para warga setempat. Susi Jayanti, 38 tahun, salah seorang pembeli dari Kampung Baru, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasaran.

"Harganya lumayan miring. Saya beli minyak sama gula, kalau beras tidak beli karena di rumah masih ada stok," ungkap Susi.

Operasi pasar murah ini terbuka untuk seluruh masyarakat umum dan diharapkan dapat terus menjaga stabilitas pasokan serta harga komoditas pangan di wilayah Kabupaten Blitar. *Red/

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Muktamar ke-35 Tetapkan Kepemimpinan Baru

By On Agustus 31, 2026


KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

JOMBANG, Jawa Timur | JNO — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.


Penetapan Gus Kikin dilakukan melalui musyawarah sembilan kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).


Keputusan tersebut kemudian dibacakan oleh salah satu anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, di hadapan peserta muktamar.


“Anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031,” kata KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil sidang pleno Muktamar ke-35 NU.


Gus Kikin sebelumnya menjadi nama dengan perolehan suara tertinggi dalam proses penjaringan calon Ketua Umum PBNU. Ia meraih 472 suara, mengungguli empat nama lainnya yang masuk lima besar, yakni KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Sochib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Nusron Wahid 207 suara.


Lima nama tersebut kemudian menjadi calon yang diserahkan kepada AHWA untuk proses penentuan Ketua Umum PBNU. Namun, proses tersebut tetap mengikuti ketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Muktamar ke-35 NU.


Musyawarah AHWA


Sembilan kiai anggota AHWA selanjutnya menggelar musyawarah tertutup untuk menentukan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.


Musyawarah tersebut berlangsung pada Senin pagi, 31 Agustus 2026. Setelah proses musyawarah selesai, AHWA mencapai mufakat untuk menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU yang baru.


Dengan keputusan tersebut, kepemimpinan PBNU masa khidmat 2026-2031 telah terbentuk. Muktamar ke-35 sebelumnya juga menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.


Bagaimana Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU?


Pimpinan Tim Materi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Asrorun Niam, sebelumnya menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU mengalami perubahan dibandingkan mekanisme sebelumnya.


Keputusan tersebut disepakati dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU. Sebanyak 401 suara peserta muktamar menghendaki penggunaan mekanisme AHWA, menggantikan pola pemilihan langsung dengan prinsip one man one vote.


Dalam ketentuan yang disepakati, Ketua Umum PBNU pada prinsipnya dipilih secara langsung oleh peserta muktamar melalui musyawarah mufakat.


Apabila musyawarah mufakat tidak tercapai, pemilihan dilanjutkan melalui AHWA. Sebelumnya, peserta muktamar melakukan penjaringan dengan memilih sebanyak-banyaknya lima calon yang memenuhi persyaratan.


Lima nama dengan perolehan suara teratas kemudian diserahkan kepada AHWA. Para calon tersebut selanjutnya harus menyatakan kesediaannya dan memperoleh persetujuan dari Rais Aam terpilih sebelum dipilih oleh AHWA.


Dengan mekanisme tersebut, proses pemilihan Gus Kikin berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari penjaringan calon oleh peserta muktamar hingga musyawarah AHWA.


Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031


Terpilihnya Gus Kikin menandai dimulainya kepemimpinan baru PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.


Pasangan kepemimpinan PBNU yang dihasilkan Muktamar ke-35 NU kini terdiri atas KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum.


Penetapan tersebut menjadi salah satu keputusan utama Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur.


Rangkaian Muktamar ke-35 NU selanjutnya memasuki agenda penutupan. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara penutupan muktamar. *Red/

Festival Kresnayana XIII di Penataran, Pentahelix Perkuat Budaya dan UMKM Blitar

By On Agustus 29, 2026


Festival Kresnayana XIII “Tresna Tinali Dharma” berlangsung di Amphitheater Penataran, Kabupaten Blitar, Sabtu (29/8/2026) malam. (*Red)

Blitar, Jawa Timur | JNO — Amphitheater Penataran, Kabupaten Blitar, Sabtu (29/8/2026) malam, menjadi panggung perayaan seni dan budaya melalui Festival Kresnayana XIII. Mengusung tema “Tresna Tinali Dharma” yang bermakna Antara Cinta, Kebenaran, dan Pengabdian, pagelaran ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga mempertemukan unsur pemerintah, pelaku budaya, masyarakat, hingga sektor ekonomi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

Pagelaran kebudayaan tersebut dihadiri Bupati Blitar, Drs. Rijanto, M.M., bersama Ibu Ninik Rijanto. Hadir pula Guntur Wahono, S.E., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional Jawa Timur, serta Sri Sugiharta, S.S., M.P.A., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.

Festival Kresnayana XIII menjadi momentum penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Blitar. Konsistensi penyelenggaraan hingga tahun ke-13 menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan proses panjang, kesinambungan program, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Guntur Wahono mengapresiasi kemampuan Kabupaten Blitar mempertahankan Festival Kresnayana secara berkelanjutan.

“Saya sangat bangga, ternyata Blitar mampu menjaga satu tradisi yang sangat luar biasa. Kresnayana ini sudah berjalan selama 13 tahun dan ini selalu berkelanjutan.”

Menurut Guntur, keberlanjutan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pemerintah daerah dalam merawat, melestarikan, dan melindungi kebudayaan.

“Inilah yang harus kita kembangkan terus hingga terwarisi kepada anak-anak cucu kita. Bahkan pada pawai budaya tahun ini, banyak semua daerah menggunakan tema-tema budaya, tidak seperti beberapa tahun yang lalu. Ini ada satu kemajuan. Inilah tugas kita melakukan pemajuan tentang kebudayaan.”

Pentahelix: Budaya, Masyarakat dan Ekonomi Kreatif

Lebih jauh, Festival Kresnayana XIII dapat menjadi gambaran penerapan pendekatan Pentahelix dalam pemajuan kebudayaan. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas atau masyarakat, serta media memiliki ruang dan peran masing-masing untuk membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Pemerintah berperan melalui kebijakan, fasilitasi dan dukungan program kebudayaan. Komunitas, seniman, budayawan dan masyarakat menjadi pelaku utama yang menjaga tradisi tetap hidup. Akademisi dapat memberikan penguatan melalui kajian, edukasi dan dokumentasi, sementara dunia usaha turut membuka ruang pengembangan ekonomi kreatif. Media kemudian berperan memperluas publikasi sekaligus mendokumentasikan kekayaan budaya agar semakin dikenal masyarakat luas.

Keterhubungan antara kebudayaan dan ekonomi kreatif juga terlihat dalam rangkaian Festival Kresnayana XIII melalui Mini Bazaar dan Street Food yang turut meramaikan kawasan kegiatan.

Sejak sekitar pukul 17.00 WIB, sejumlah pelaku UMKM telah mulai melayani pengunjung. Beragam stand kuliner lokal, jajanan tradisional khas Blitar, hingga makanan dan minuman kekinian tersedia sebagai bagian dari aktivitas pendukung festival.

Kehadiran bazaar tidak sekadar menjadi pelengkap acara. Ruang tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama festival berlangsung.

Selain kuliner, pengunjung juga dapat menemukan berbagai produk kreatif dan kerajinan, mulai dari handicraft, pernak-pernik, pakaian, hingga oleh-oleh khas daerah.

Dengan demikian, panggung kebudayaan tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, kreativitas, kewirausahaan, dan ekonomi masyarakat.

Guntur Wahono juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai usulan masyarakat yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan.

“Tentu kami akan mengapresiasi semua usulan-usulan masyarakat yang terkait dalam rangka pengembangan budaya. Jadi ini merupakan satu harapan bagi kita untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah berkolaborasi untuk menjaga budaya melalui kemampuan kami yang ada di APBD.”

Sinergi Lintas Elemen

Suksesnya penyelenggaraan Festival Kresnayana XIII juga tidak terlepas dari dukungan dan sinergi jajaran Forkopimda, Forkopimcam, kepala desa, budayawan, seniman, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk memastikan agenda kebudayaan memiliki dampak yang lebih luas. Tidak hanya mempertahankan eksistensi kesenian tradisional, tetapi juga mendorong tumbuhnya ruang kreatif dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar penyelenggaraan.

Festival Kresnayana XIII pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan epik tahunan. “Tresna Tinali Dharma” yang disutradarai oleh Irwan Riyadi, S.Sn. menjadi pesan bahwa kecintaan terhadap budaya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata: merawat tradisi, menjaga nilai-nilai kebenaran, membuka ruang bagi kreativitas, serta mengabdikan seluruh potensi masyarakat untuk keberlanjutan kebudayaan.

Dari panggung Amphitheater Penataran, semangat tersebut kembali ditegaskan: budaya akan tetap hidup ketika pemerintah dan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi bersama-sama menjadi pelaku, penjaga, pengembang, sekaligus pewarisnya. *Red/

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *