Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Gus An'im Gandeng Kementerian Haji dan Umrah Untuk Sosialisasikan Persiapan Haji 2027 kepada Masyarakat Blitar

 

Foto: Gus An'im (berpeci merah) disaat acara Sosialisasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 di Blitar (28/07/2026)

BLITAR – JinNewsOne.com | Selasa, 28 Juli 2026 — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, An'im Falachuddin Mahrus, menggandeng Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menggelar sosialisasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 di Pondok Pesantren Salafiyah Darur Roja', Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (28/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai perubahan kebijakan dan regulasi penyelenggaraan ibadah haji yang akan diterapkan pada musim haji 2027.


An'im Falachuddin Mahrus atau yang akrab disapa Gus An'im mengatakan, sosialisasi merupakan agenda bersama Komisi VIII DPR RI dengan mitra kerjanya, Kementerian Haji dan Umrah RI, sebagai bagian dari persiapan transisi penyelenggaraan ibadah haji.


"Jadi ini agenda kita Komisi VIII bersama rekan kerja kita Kementerian Haji dalam rangka sosialisasi pemberangkatan haji 2027," ujar Gus An'im usai kegiatan.


Menurutnya, sosialisasi dilakukan sejak dini agar proses penyerahan penyelenggaraan keberangkatan haji kepada Kementerian Haji dan Umrah RI dapat berjalan lebih baik.


"Memang kita awali sosialisasi ini agar persiapan penyerahan penyelenggaraan keberangkatan haji bisa lebih baik lagi," katanya.


Dalam kesempatan itu, masyarakat juga memperoleh penjelasan mengenai sejumlah regulasi baru yang tengah disiapkan pemerintah, termasuk ketentuan mengenai aspek istitha'ah atau kemampuan calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.


"Jadi nanti Kementerian Haji akan mensosialisasikan aturan-aturan baru tentang ketetapan istitha'ah dan lain-lainnya," jelasnya.


Selain membahas regulasi, Gus An'im turut menyinggung dinamika geopolitik global yang sempat menjadi perhatian menjelang musim haji. Namun, ia memastikan hingga saat ini kondisi tersebut belum memengaruhi kuota haji Indonesia.


"Kita rasa geopolitik global terkait perang alhamdulillah tidak terlalu mempengaruhi kuota haji untuk tahun depan," ungkapnya.


Ia menambahkan, pengalaman penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan situasi keamanan internasional tidak berdampak terhadap pelaksanaan ibadah maupun kuota haji Indonesia.


"Berdasarkan pengalaman tahun ini, keberangkatan kemarin kuota haji tidak ada pengaruhnya," imbuhnya.


Meski demikian, Komisi VIII DPR RI tetap meminta Kementerian Haji dan Umrah RI menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.


"Alhamdulillah Amerika dan Iran juga tahu diri tidak sampai memperluas eskalasi perang hingga ke Saudi Arabia, terutama di Tanah Suci," ujarnya.


"Namun melihat sekarang Houthi Yaman mulai menyerang sebagian wilayah Saudi Arabia, kita juga mewanti-wanti Kementerian Haji untuk mempersiapkan planning-planning-nya," sambungnya.


Gus An'im berharap Pemerintah Arab Saudi terus meningkatkan kapasitas dan fasilitas penyelenggaraan ibadah haji sehingga mampu menampung lebih banyak jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.


"Harapan kita di Saudi nanti lebih luas sehingga bisa menampung lebih banyak kuota haji. Dengan begitu secara nasional kuota haji Indonesia juga bisa meningkat pada tahun depan," tutupnya. *(rc/Red)

Newest
You are reading the newest post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *