Polda Banten Gandeng Gyokai, 175 Peserta Poliran Sudah Tersalurkan ke Dunia Kerja
On September 24, 2026
Tangerang, Banten | JNO — Polda Banten memperkuat langkah menekan pengangguran dengan menggandeng dunia usaha melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Gyokai Indonesia Kompeten. Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas penyaluran peserta Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) menuju dunia kerja maupun kewirausahaan.
PKS tersebut ditandatangani di PT LPK Gyokai Indonesia Kompeten, Jalan Pesona Wibawa Praja, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga bersinggungan dengan persoalan sosial dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Pengangguran masih menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Masih banyak anak-anak muda yang memiliki semangat dan potensi, namun belum memperoleh keterampilan maupun akses yang memadai menuju dunia kerja,” ujar Hengki.»
Enam Gelombang, 567 Peserta
Program Poliran yang dikoordinasikan Ditbinmas Polda Banten telah menjalankan enam gelombang pelatihan dan pembinaan dengan 567 peserta.
Dari jumlah tersebut, 175 orang telah disalurkan untuk bekerja di perusahaan atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Data tersebut menunjukkan bahwa program tidak berhenti pada pelatihan. Polda Banten juga mendorong agar peserta memiliki akses nyata menuju dunia kerja setelah mendapatkan pembekalan.
Hengki menjelaskan, Poliran berjalan melalui tiga tahapan utama: merekrut, melatih, dan menyalurkan.
Proses perekrutan dilakukan melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di enam Polres. Sasaran utamanya adalah masyarakat, khususnya anak muda yang belum bekerja tetapi memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan.
“Peserta dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri, termasuk keterampilan mengelas, bercocok tanam, beternak hingga pengelolaan bank sampah,” katanya.
Menurut Hengki, orientasi program bukan hanya menghasilkan peserta yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang siap bekerja, disiplin dan berkarakter.
Dari Pelatihan ke Penyaluran
Tahap penyaluran menjadi bagian penting dalam keberlanjutan Poliran. Setelah peserta memperoleh keterampilan, akses menuju perusahaan menjadi salah satu kebutuhan berikutnya.
Karena itu, Polda Banten memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita memiliki Gyokai Indonesia Kompeten sebagai mitra strategis yang akan menjadi jembatan dalam menyalurkan alumni Poliran kepada industri dan perusahaan dalam jejaring kerja samanya maupun menuju kewirausahaan,” jelas Hengki.
Kerja sama dengan Gyokai juga berkaitan dengan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi. LPK Gyokai Indonesia Kompeten menyebut lembaganya bergerak di bidang pendidikan industri dan sertifikasi profesi sesuai kebutuhan industri dan pasar kerja.
Kapolda: Jangan Berhenti di Atas Kertas
Hengki mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak berhenti sebatas seremoni penandatanganan dokumen.
Ia meminta agar implementasinya diukur dari seberapa banyak anak muda yang berhasil dipersiapkan, berapa banyak kesempatan kerja yang terbuka, dan seberapa besar manfaatnya bagi keluarga peserta.
«“Saya berharap penandatanganan kerja sama ini tidak terhenti pada dokumen yang kita tanda tangani. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan setelahnya.”»
Dalam kegiatan tersebut hadir Sekda Provinsi Banten Deden Apriandi, CEO PT Gyokai Indonesia Tbk Teguh Imam Pamudi, para pejabat utama Polda Banten, Forkopimda Kabupaten Tangerang, serta pimpinan dan perwakilan sejumlah perusahaan.
Polda Banten berharap keterlibatan semakin banyak perusahaan dapat memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda di Provinsi Banten.
“Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata dalam mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus melahirkan sumber daya manusia Banten yang unggul, produktif, berkarakter dan berdaya saing,” tutup Hengki. *(Red)
