Berita Terbaru
About Me
Search This Blog
- September 2026 (30)
- Agustus 2026 (43)
- Juli 2026 (34)
- Juni 2026 (11)
- Mei 2026 (12)
- April 2026 (6)
- Maret 2026 (2)
- Februari 2026 (7)
- Januari 2026 (5)
- Desember 2025 (3)
- November 2025 (5)
- Oktober 2025 (8)
- September 2025 (6)
- Agustus 2025 (40)
- Juli 2025 (53)
- Juni 2025 (72)
- Mei 2025 (114)
- April 2025 (70)
- Maret 2025 (46)
- Februari 2025 (30)
- Januari 2025 (37)
- Desember 2024 (62)
- November 2024 (45)
- Oktober 2024 (36)
Labels
- 17Agustus
- 2026
- Abu Vulkanik
- Advertiser
- Agribisnis
- AHWA
- AI
- Aliansi Gerakan Serang Raya
- Amphitheater Penataran
- Anak Krakatau
- Anggaran Negara
- APBD 2026
- APBD Banten
- Aspirasi Rakyat
- Atlet Blitar
- Atlet Pelajar
- Bandung
- Banten
- Bantuan Sosial
- Bazar Pandawa IV
- Bencana
- Bengkulu
- Berita Blitar
- Berita Nasional
- Bisnis Kuliner
- Blitar
- Bonus Demografi
- BOP
- BPBD Jatim
- Budaya
- Bupati Blitar
- Cabor Kota Blitar
- Cianjur
- Cikeusik
- Cilegon
- Cincin Api Pasifik
- Daerah
- Dana Pembinaan Atlet
- Demokrasi Digital
- Demonstrasi
- Disperindag Blitar
- DKPP Blitar
- Doko
- DPR RI
- DPRD Jatim
- DPRD Jawa Timur
- Dropping Air Bersih
- Drum
- Drummer
- Dugaan Korupsi
- Edukasi
- Ekbis
- Ekonomi
- Ekonomi Hijau
- Ekonomi Kerakyatan
- Ekonomi Kreatif
- El Niño
- Elim Tyu Samba
- Era Digital
- Erupsi Gunung Api
- Es Campur
- Event Blitar
- Festival Budaya Blitar
- Festival Es Campur Blitar
- Festival Es Campur Indonesia
- Festival Kresnayana XIII
- Gandusari
- Gapoktan
- Gempa
- Gempa Bumi
- Gen Z
- Generasi Muda
- Geologi Indonesia
- Gerak Jalan
- Gotong Royong
- Greenhouse
- Gubernur Jawa Timur
- Guntur Wahono
- Gunung Api
- Gunung Semeru
- Guru TK
- Gus Kikin
- Hari Pramuka
- Hari Tani Nasional
- Harlah Kampung Coklat
- Headline
- Hukrim
- Hukum
- Hunian Layak
- HUT ke-81 RI
- HUT Kemerdekaan RI
- HUT RI
- HUT RI 2026
- HUT RI ke-81
- ICW
- Indonesia Ring of Fire
- Indonesia Emas 2045
- Info dan Tips
- Infrastruktur
- Internasional
- Investigasi
- IPNU
- Jajanan Tradisional
- Jakarta
- Jalan Sehat
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Jember
- JNO
- JNO Gagasan
- Jombang
- Kabupaten Blitar
- Kabupaten Serang
- Kabupaten Tangerang
- Kabut Asap
- Kalimantan
- Kalimantan Tengah
- Kampung Coklat
- Kanigoro
- Kapal induk
- Karhutla
- Karhutla Jawa Timur
- Keagamaan
- Kebencanaan
- Kebudayaan & Ekonomi Rakyat
- Kecamatan Wlingi
- Kediri
- Kedokteran
- Kehutanan
- Kejaksaan
- Kejati Banten
- Kekeringan Blitar
- Kemanusiaan
- Kemarau Ekstrem
- Kemenhan
- Kemensetneg
- Kemerdekaan RI
- Kemiskinan
- Kenegaraan
- Kesamben
- Kesehatan
- Kesejahteraan Guru
- Keselamatan Penerbangan
- Ketahanan Pangan
- Ketenagakerjaan
- KH Abdul Hakim Mahfudz
- Khofifah Indar Parawansa
- Komunitas Musik
- KONI Jawa Timur
- KONI Kota Blitar
- Korupsi
- Kota Blitar
- KPU Kota Blitar
- Kresnayana Blitar
- Kuliner
- Lamongan
- Lampung
- Lebak
- Legend Music Community
- Lewotobi Laki-laki
- Lingkungan
- Lumajang
- Mahasiswa
- Malang
- Marching Band
- Mas Ibin
- Maulid Nabi
- Medan
- Merak
- Minus-One
- Mitigasi Bencana
- MTSN 4 Blitar
- Muktamar ke-35 NU
- Muktamar NU
- Musik
- Musorkotlub
- Nasional
- NTT
- NU
- Nuklir
- Nurhadi
- Olahraga
- Olahraga Kota Blitar
- Operasi Pasar
- Opini
- Otomotif
- P3B
- Pacitan
- Pandeglang
- Parade
- Partai NasDem
- Paskibraka
- PBNU
- PDI Perjuangan
- Pelayanan Publik
- Pembangunan
- Pemerintah Desa
- Pemerintahan
- Pemkab Blitar
- Pemuda Blitar
- Pendidikan
- Pendidikan Blitar
- Pendidikan Hukum
- Pendidikan Kesetaraan
- Pendidikan Politik
- Pendidikan Vokasi
- Pengadaan Pemerintah
- Pengendalian Inflasi
- Pentahelix
- Perdagangan Karbon
- Peristiwa
- Perlindungan Anak
- Pertanian
- Pertanian Modern
- Pertanian Organik
- PGRI
- PKBM
- PM-AAS
- Polda Banten
- Poliran
- Politik
- PPPK
- Pradah Agung Festival
- Pupuk Subsidi
- Ranu Kembang
- Ranu Kumbolo
- Resepsi
- Rijanto
- Ring of Fire
- RSUD Banten
- Ruang Publik
- Rumah Tidak Layak Huni
- Sayuran Organik
- Semeru
- Seni
- Sepak bola
- Serang
- Serang Raya
- Sinabung
- Siraman Gong Kyai Pradah
- SMK Pemuda 1 Kesamben
- Sosial
- Sosialisasi Pendidikan
- Sosok
- Sukosewu
- Sumatera Selatan
- Sumedang
- Surabaya
- Syauqul Muhibbin
- Tangerang
- Tangerang Raya
- Tanggamus
- Teknologi
- Teknologi Pertanian
- The Growpreneur Hub
- TNBTS
- TNI
- Tradisi
- Tresna Tinali Dharma
- Tsunami
- Turnamen
- UMKM
- UNISBA Blitar
- Upacara
- Vulkanologi
- Wisata
- Wisata Blitar
- Wisata Keluarga
Topik
- 17Agustus
- 2026
- Abu Vulkanik
- Advertiser
- Agribisnis
- AHWA
- AI
- Aliansi Gerakan Serang Raya
- Amphitheater Penataran
- Anak Krakatau
- Anggaran Negara
- APBD 2026
- APBD Banten
- Aspirasi Rakyat
- Atlet Blitar
- Atlet Pelajar
- Bandung
- Banten
- Bantuan Sosial
- Bazar Pandawa IV
- Bencana
- Bengkulu
- Berita Blitar
- Berita Nasional
- Bisnis Kuliner
- Blitar
- Bonus Demografi
- BOP
- BPBD Jatim
- Budaya
- Bupati Blitar
- Cabor Kota Blitar
- Cianjur
- Cikeusik
- Cilegon
- Cincin Api Pasifik
- Daerah
- Dana Pembinaan Atlet
- Demokrasi Digital
- Demonstrasi
- Disperindag Blitar
- DKPP Blitar
- Doko
- DPR RI
- DPRD Jatim
- DPRD Jawa Timur
- Dropping Air Bersih
- Drum
- Drummer
- Dugaan Korupsi
- Edukasi
- Ekbis
- Ekonomi
- Ekonomi Hijau
- Ekonomi Kerakyatan
- Ekonomi Kreatif
- El Niño
- Elim Tyu Samba
- Era Digital
- Erupsi Gunung Api
- Es Campur
- Event Blitar
- Festival Budaya Blitar
- Festival Es Campur Blitar
- Festival Es Campur Indonesia
- Festival Kresnayana XIII
- Gandusari
- Gapoktan
- Gempa
- Gempa Bumi
- Gen Z
- Generasi Muda
- Geologi Indonesia
- Gerak Jalan
- Gotong Royong
- Greenhouse
- Gubernur Jawa Timur
- Guntur Wahono
- Gunung Api
- Gunung Semeru
- Guru TK
- Gus Kikin
- Hari Pramuka
- Hari Tani Nasional
- Harlah Kampung Coklat
- Headline
- Hukrim
- Hukum
- Hunian Layak
- HUT ke-81 RI
- HUT Kemerdekaan RI
- HUT RI
- HUT RI 2026
- HUT RI ke-81
- ICW
- Indonesia Ring of Fire
- Indonesia Emas 2045
- Info dan Tips
- Infrastruktur
- Internasional
- Investigasi
- IPNU
- Jajanan Tradisional
- Jakarta
- Jalan Sehat
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Jember
- JNO
- JNO Gagasan
- Jombang
- Kabupaten Blitar
- Kabupaten Serang
- Kabupaten Tangerang
- Kabut Asap
- Kalimantan
- Kalimantan Tengah
- Kampung Coklat
- Kanigoro
- Kapal induk
- Karhutla
- Karhutla Jawa Timur
- Keagamaan
- Kebencanaan
- Kebudayaan & Ekonomi Rakyat
- Kecamatan Wlingi
- Kediri
- Kedokteran
- Kehutanan
- Kejaksaan
- Kejati Banten
- Kekeringan Blitar
- Kemanusiaan
- Kemarau Ekstrem
- Kemenhan
- Kemensetneg
- Kemerdekaan RI
- Kemiskinan
- Kenegaraan
- Kesamben
- Kesehatan
- Kesejahteraan Guru
- Keselamatan Penerbangan
- Ketahanan Pangan
- Ketenagakerjaan
- KH Abdul Hakim Mahfudz
- Khofifah Indar Parawansa
- Komunitas Musik
- KONI Jawa Timur
- KONI Kota Blitar
- Korupsi
- Kota Blitar
- KPU Kota Blitar
- Kresnayana Blitar
- Kuliner
- Lamongan
- Lampung
- Lebak
- Legend Music Community
- Lewotobi Laki-laki
- Lingkungan
- Lumajang
- Mahasiswa
- Malang
- Marching Band
- Mas Ibin
- Maulid Nabi
- Medan
- Merak
- Minus-One
- Mitigasi Bencana
- MTSN 4 Blitar
- Muktamar ke-35 NU
- Muktamar NU
- Musik
- Musorkotlub
- Nasional
- NTT
- NU
- Nuklir
- Nurhadi
- Olahraga
- Olahraga Kota Blitar
- Operasi Pasar
- Opini
- Otomotif
- P3B
- Pacitan
- Pandeglang
- Parade
- Partai NasDem
- Paskibraka
- PBNU
- PDI Perjuangan
- Pelayanan Publik
- Pembangunan
- Pemerintah Desa
- Pemerintahan
- Pemkab Blitar
- Pemuda Blitar
- Pendidikan
- Pendidikan Blitar
- Pendidikan Hukum
- Pendidikan Kesetaraan
- Pendidikan Politik
- Pendidikan Vokasi
- Pengadaan Pemerintah
- Pengendalian Inflasi
- Pentahelix
- Perdagangan Karbon
- Peristiwa
- Perlindungan Anak
- Pertanian
- Pertanian Modern
- Pertanian Organik
- PGRI
- PKBM
- PM-AAS
- Polda Banten
- Poliran
- Politik
- PPPK
- Pradah Agung Festival
- Pupuk Subsidi
- Ranu Kembang
- Ranu Kumbolo
- Resepsi
- Rijanto
- Ring of Fire
- RSUD Banten
- Ruang Publik
- Rumah Tidak Layak Huni
- Sayuran Organik
- Semeru
- Seni
- Sepak bola
- Serang
- Serang Raya
- Sinabung
- Siraman Gong Kyai Pradah
- SMK Pemuda 1 Kesamben
- Sosial
- Sosialisasi Pendidikan
- Sosok
- Sukosewu
- Sumatera Selatan
- Sumedang
- Surabaya
- Syauqul Muhibbin
- Tangerang
- Tangerang Raya
- Tanggamus
- Teknologi
- Teknologi Pertanian
- The Growpreneur Hub
- TNBTS
- TNI
- Tradisi
- Tresna Tinali Dharma
- Tsunami
- Turnamen
- UMKM
- UNISBA Blitar
- Upacara
- Vulkanologi
- Wisata
- Wisata Blitar
- Wisata Keluarga
Terpopuler
-
Banten- Jinnewsone@gmail.com |Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pandeglang, H. Junaedi, S.Pd., M.Si., resmi melaporkan duga...
-
PRESTASI TIM SEPAK TAKRAW PUTRI KOTA SERANG RAIH JUARA 2 DI CILEGON, SIAP TARUNG DI TINGKAT PROVINSIBanten- Jinnewsone@gmail.com -12-6-2026| Kabar gembira datang dari dunia olahraga pelajar Kota Serang. Fitri Nur Aeni, siswa SMP Negeri 5 ...
-
LAMPUNG, Jinnewsone@gmail.com | 17 Mei 2026 – Kabar gembira kembali menghiasi dunia pendidikan dan seni di Lampung Timur. Isma Wardani Set...
-
Lampung – Jinnewsone @gmail.com – Skandal memalukan mengguncang Pelabuhan Bakauheni! Bus antarprovinsi ALS (Antar Lintas Sumatera) diduga...
-
Bupati Pati Sudewo saat menemui massa di depan kantor Bupati Pati, Rabu, 13 Agustus 2025. JAKARTA, Jin News One. Com – Demo besar terjadi...
-
SERANG, Jinnewsone @gmail.com |– Aliansi Peduli Banten (APB) menyoroti dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran sampah di Kecamatan ...
-
PANDEGLANG – JinNews One com .[ Warga Kampung Pamengker, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten, secara tegas m...
-
CILEGON, BANTEN – jinnewsone.com Aliansi Peduli Banten (APB) mendesak aparat penegak hukum dan regulator untuk bertindak tegas menyikapi d...
Trending
-
Banten- Jinnewsone@gmail.com |Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pandeglang, H. Junaedi, S.Pd., M.Si., resmi melaporkan duga...
-
PRESTASI TIM SEPAK TAKRAW PUTRI KOTA SERANG RAIH JUARA 2 DI CILEGON, SIAP TARUNG DI TINGKAT PROVINSIBanten- Jinnewsone@gmail.com -12-6-2026| Kabar gembira datang dari dunia olahraga pelajar Kota Serang. Fitri Nur Aeni, siswa SMP Negeri 5 ...
-
LAMPUNG, Jinnewsone@gmail.com | 17 Mei 2026 – Kabar gembira kembali menghiasi dunia pendidikan dan seni di Lampung Timur. Isma Wardani Set...
-
Lampung – Jinnewsone @gmail.com – Skandal memalukan mengguncang Pelabuhan Bakauheni! Bus antarprovinsi ALS (Antar Lintas Sumatera) diduga...
-
Bupati Pati Sudewo saat menemui massa di depan kantor Bupati Pati, Rabu, 13 Agustus 2025. JAKARTA, Jin News One. Com – Demo besar terjadi...
-
SERANG, Jinnewsone @gmail.com |– Aliansi Peduli Banten (APB) menyoroti dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran sampah di Kecamatan ...
-
PANDEGLANG – JinNews One com .[ Warga Kampung Pamengker, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten, secara tegas m...
-
CILEGON, BANTEN – jinnewsone.com Aliansi Peduli Banten (APB) mendesak aparat penegak hukum dan regulator untuk bertindak tegas menyikapi d...
Blitar Parade Drum Minus-One: Panggung Drummer, Talenta Lokal dan UMKM
By JN¹ On September 28, 2026
Pendidikan Generasi Muda di Era Digital Jadi Sorotan, Bullying hingga Karakter Pancasila Dibahas
By JN¹ On September 27, 2026
Blitar, Jawa Timur | JNO — Pendidikan generasi muda dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Di tengah perkembangan teknologi digital, penguatan karakter, keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta pencegahan perundungan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.
Hal tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Pendidikan Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan Zaman di Esteje Cafe, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan menghadirkan Guntur Wahono, S.E., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Rangga Bisma Aditya, S.Sosio., Ketua KPU Kota Blitar, Muhammad Yahya, Sekretaris PW IPNU Jawa Timur, serta Muhammad Miftahu Surur, Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar, dengan puluhan peserta dari kalangan Gen Z.
Tantangan Pendidikan di Era Digital
Rangga Bisma Aditya menyoroti perubahan pendidikan di tengah peradaban digital. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai Pancasila agar karakter kebangsaan tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan.
Ia juga menilai sistem pendidikan perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk penguatan pendidikan keluarga, parenting, serta penanganan bullying dan cyberbullying yang kini dapat terjadi di ruang digital.
Peran komite sekolah, menurutnya, juga perlu diperluas. Tidak hanya menangani persoalan fasilitas maupun kebutuhan sekolah, tetapi turut menjadi bagian dari edukasi pengasuhan, pendidikan karakter dan pencegahan perundungan.
Aspirasi Pelajar: Bullying hingga Guru Honorer
Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar Muhammad Miftahu Surur menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sejumlah isu yang disampaikan antara lain perundungan di kalangan pelajar, akses dan fasilitas pendidikan, serta kesejahteraan guru honorer.
Ia berharap forum serupa tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelajar di Kabupaten Blitar.
Sementara Muhammad Yahya menilai diskusi yang mempertemukan pelajar, praktisi pendidikan dan aktivis perlu terus digalakkan.
Ia juga mendorong agar aspirasi generasi muda dapat dikemas melalui ruang digital. Pelatihan pembuatan konten video di berbagai platform media sosial dinilai dapat menjadi sarana menyampaikan pesan moral dan gagasan anak muda secara kreatif.
Guntur Wahono: Perlu Tindak Lanjut
Guntur Wahono menegaskan, persoalan anak muda dan perundungan tidak cukup dibahas dalam satu pertemuan. Menurutnya, perlu ada forum lanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas terkait dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Aspirasi pelajar, kata Guntur, perlu diakomodasi agar dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan.
Ia juga mendorong pertemuan yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kelompok pelajar dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, sinergi antara kelompok nasionalis dan religius juga penting untuk membangun masyarakat yang maju, berwawasan dan memiliki kepedulian sosial.
Dalam forum tersebut, Guntur turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya generasi muda memahami kehidupan politik dan kebangsaan.
Pendidikan, Karakter dan Masa Depan Generasi Muda
Sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog antara pelajar, organisasi kepemudaan, penyelenggara pemilu dan wakil rakyat. Berbagai persoalan mulai pendidikan karakter, transformasi digital, parenting, bullying, cyberbullying, fasilitas pendidikan hingga kesejahteraan guru honorer menjadi bagian dari pembahasan.
Forum tersebut menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berkarakter, kreatif, adaptif dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Aspirasi generasi muda pun diharapkan tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan dapat diteruskan menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam Dari kebijakan pendidikan dan pembangunan daerah. *(Red)
Hari Tani Nasional 2026: Pertanian Modern Didorong Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
By JN¹ On September 25, 2026
Rumah Roboh, Keluarga Pra Sejahtera di Doko Blitar Dapat Bantuan Kemanusiaan
By JN¹ On September 14, 2026
BLITAR, JAWA TIMUR | JNO — Kondisi keluarga Boiran, warga Dusun Bebekan, Desa Doko, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, mendapat perhatian setelah rumah yang ditempatinya roboh beberapa waktu lalu. Kondisi ekonomi keluarga yang disebut sangat terbatas membuat proses pemulihan tempat tinggal menjadi persoalan yang tidak mudah.
Kepedulian terhadap keluarga tersebut ditunjukkan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar bersama Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Bantuan diberikan dalam bentuk sembako dan dana, disertai dukungan psikososial bagi keluarga yang terdampak.
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Sariati, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Karena rumahnya roboh dan beliau juga dalam kondisi kurang mampu, kita dari DPC PDI Perjuangan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” ujar Sariati.
Menurutnya, bantuan berupa dana dipilih agar keluarga Boiran dapat menggunakannya sesuai kebutuhan, termasuk untuk membeli material yang diperlukan dalam proses pembangunan kembali rumah.
Selain dana, bantuan sembako juga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Tak Hanya Material, Perhatian Psikososial Juga Diberikan
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Jaminan Sosial DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Retno Puji Astuti, mengatakan kehadiran mereka tidak hanya ditujukan untuk memberikan bantuan material.
Menurut Retno, kondisi rumah yang roboh dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi penghuni. Karena itu, dukungan secara psikososial juga dinilai penting dalam proses pemulihan pascakejadian.
“Dalam kebencanaan ini kita tidak semata-mata hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memberikan support agar mereka tidak trauma. Istilahnya trauma healing atau layanan psikososial pascabencana,” kata Retno.
Ia menjelaskan, kasus rumah Boiran berbeda dengan bencana alam pada umumnya. Rumah tersebut disebut roboh karena kondisinya sudah rapuh dan telah lama dihuni, sementara kemampuan ekonomi keluarga untuk melakukan perbaikan sangat terbatas.
Retno berharap bantuan tersebut dapat menggugah kepedulian masyarakat lainnya sehingga proses pembangunan kembali rumah Boiran dapat segera dilakukan dan keluarga tersebut dapat kembali menempati hunian yang lebih aman.
Gotong Royong Warga Jadi Kekuatan Utama
Bentuk kepedulian warga sekitar dengan gotong-royong atau soyo untuk membangun kembali rumah roboh milik Boiran.
Di tengah keterbatasan keluarga Boiran, warga sekitar turut mengambil bagian dalam upaya membangun kembali rumah tersebut. Masyarakat membantu melalui tenaga dan pikiran secara gotong royong atau soyo, istilah yang lazim digunakan masyarakat Jawa untuk kegiatan membantu pekerjaan bersama.
Keterlibatan warga menunjukkan bahwa persoalan tempat tinggal keluarga kurang mampu tidak hanya menjadi persoalan pribadi, tetapi juga dapat menjadi tanggung jawab sosial masyarakat di sekitarnya.
Warga menyampaikan bahwa bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, mengingat kondisi ekonomi keluarga Boiran yang disebut sangat tidak mampu.
Bagi warga, hadirnya bantuan secara nyata dinilai memberikan dorongan moral sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan rumah yang roboh.
Warga Soroti Respons Pemerintah Desa
Di sisi lain, berdasarkan keterangan sejumlah warga yang diterima wartawan, hingga saat ini Kepala Desa Doko disebut belum datang ke lokasi maupun memberikan bantuan kepada keluarga Boiran.
Keterangan tersebut menjadi perhatian warga karena keluarga Boiran berada dalam kondisi ekonomi yang sulit dan membutuhkan dukungan untuk membangun kembali tempat tinggalnya.
Namun, informasi mengenai belum hadirnya Kepala Desa Doko tersebut merupakan keterangan dari warga dan masih memerlukan konfirmasi langsung dari Pemerintah Desa Doko. JNO belum memperoleh penjelasan resmi dari Kepala Desa Doko terkait kondisi tersebut pada saat berita ini disusun.
Dalam konteks penanganan masyarakat rentan, kehadiran pemerintah di tingkat desa menjadi penting, terutama ketika persoalan yang dihadapi menyangkut kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak dan aman.
Kepedulian Sosial Perlu Berkelanjutan
Sariati mengatakan kegiatan kepedulian terhadap masyarakat terdampak telah dilakukan di sejumlah tempat. Menurutnya, ketika terjadi kondisi darurat atau musibah yang menimpa masyarakat, pihaknya berupaya turun langsung memberikan bantuan.
Retno juga menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas akan terus dilakukan.
“Ini menjadi perhatian kami selaku DPC PDI Perjuangan yang merupakan partainya wong cilik. Ini memang sudah kami lakukan dari dulu dan nanti seterusnya tetap kita lakukan,” ujarnya.
Terlepas dari latar belakang organisasi maupun politik pihak yang memberikan bantuan, kebutuhan keluarga Boiran saat ini tetap menjadi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama.
Gotong royong warga, bantuan organisasi, serta kepedulian masyarakat luas diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama agar rumah keluarga Boiran segera kembali berdiri dan dapat ditempati secara layak serta aman.
Bagi keluarga yang berada dalam kondisi pra sejahtera, sebuah rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat untuk berlindung, menjalani kehidupan, dan mempertahankan martabat keluarga.
Karena itu, kepedulian yang hadir secara nyata menjadi sangat berarti bagi mereka yang sedang berada dalam kondisi paling membutuhkan. *(Red)
Bazar UMKM Pandawa IV Sukosewu dan Ujian “Bazar Berdaulat”: Menuju UMKM Naik Kelas
By JN¹ On September 14, 2026
Bazar UMKM Pandawa IV manfaatkan jalan Pandawa sepanjang 500 meter
BLITAR, JAWA TIMUR | JNO — Bazar Pandawa IV di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, telah berakhir pada Minggu malam (13/9/2026). Ribuan warga datang, puluhan stan UMKM memenuhi Jalan Pandawa, 16 lembaga pendidikan ikut tampil, dan panggung ditutup dengan campursari Suko Budoyo.
Mengusung tema “Indonesia Adil dan Makmur, Bazar Berdaulat” dengan slogan “Bazar Pandowo... Gak Mampir Rugi!”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi dan pengembangan UMKM sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas.
Penutupan Bazar Pandawa IV pada Minggu malam (13/9/2026) dihadiri Bupati Blitar Drs. Rijanto, M.M., Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, S.E, jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, Pemerintah Desa Sukosewu, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta masyarakat dari berbagai lapisan.
Bazar tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Bazar Pandawa IV diikuti peserta dari 16 lembaga pendidikan di Desa Sukosewu. Puluhan stan UMKM dan stan pendidikan memenuhi kawasan bazar sepanjang sekitar 500 meter di Jalan Pandawa. Para peserta memamerkan berbagai produk, kreativitas warga, serta karya peserta didik.
Bupati: Gotong Royong Sukosewu Harus Dipertahankan
Dalam sambutannya, Bupati Blitar Rijanto memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat Desa Sukosewu yang dinilainya tetap terjaga.
Ia mengingat kembali keberhasilan Desa Sukosewu meraih penghargaan tingkat Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, yang menurutnya menjadi salah satu bukti kuat semangat kebersamaan masyarakat desa.
“Dan kenyataannya, suasana gotong royong Desa Sukosewu itu sampai sekarang tetap luar biasa, tetap baik semangatnya,” ujar Rijanto.
Menurutnya, semangat tersebut juga terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rijanto bahkan menyinggung karakter masyarakat Sukosewu yang mampu tetap meriah tanpa harus mengandalkan hiburan dengan sound horeg.
“Kalau desa lain ada sound horeg, Sukosewu enggak ada sound horeg pun enggak masalah, tetap semangat, tetap luar biasa,” katanya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
Rijanto juga menyampaikan bahwa Bazar Pandawa akan terus didorong menjadi kegiatan tahunan. Ia berharap agenda tersebut tetap berjalan meskipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat desa.
“Ini nanti akan diadakan setiap tahun. Sampai enggak tahu Pak Mardi Basuki nanti selesai jadi kepala desa pun harus tetap ada,” ujarnya.
UMKM Sepanjang Jalan, Bahkan Stan Disebut Masih Kurang
Menurut Rijanto, salah satu manfaat penting Bazar Pandawa adalah memberikan ruang kepada pelaku UMKM di berbagai wilayah Desa Sukosewu untuk memasarkan produknya.
Ia menyebut keterlibatan UMKM bahkan terlihat hampir di sepanjang Jalan Pandawa.
“UMKM-nya sepanjang jalan ini nampaknya per RT tampil,” kata Rijanto.
Bupati juga menyebut jumlah pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi cukup besar. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah pelaku usaha bahkan belum mendapatkan tempat stan.
“Masih kekurangan tempat stan-stannya, masih banyak yang belum kebagian,” ujarnya.
Karena itu, Rijanto meminta kualitas produk UMKM Sukosewu terus ditingkatkan, terutama dari sisi rasa, kemasan, dan packing (pengemasan).
Ia berharap produk-produk lokal tersebut tidak berhenti dikenal di tingkat Kabupaten Blitar, tetapi mampu berkembang hingga pasar nasional.
“Kualitasnya, termasuk kalau enggak salah ini ada batik yang ada dari Sukosewu ini paling bagus. Batik ciri khasnya Kabupaten Blitar, batik Cakra ini dibuat dari Sukosewu juga ada,” ungkapnya.
Menurut Rijanto, keberadaan bazar semacam ini secara langsung ikut mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya bazar ini pergerakan ekonomi masyarakat akan semakin baik,” tegasnya.
Panggung Kreativitas Pelajar
Selain UMKM, Bazar Pandawa IV juga memberikan ruang bagi pelajar untuk tampil di hadapan masyarakat.
Pada 11–12 September, panggung utama diisi pentas seni pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, RA, SD, MI hingga MTsN di wilayah Desa Sukosewu.
Beragam tari tradisional dan penampilan religi ditampilkan dalam rangkaian acara tersebut.
Rijanto menilai keterlibatan pelajar memiliki manfaat penting, terutama dalam membangun kepercayaan diri sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat.
“Ini juga memberikan ruang untuk kesempatan anak-anak kita ini tampil, untuk melatih percaya diri dan menyalurkan bakat. Ini sangat bagus sekali,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Desa Sukosewu, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Bupati: Bazar Pandawa Harus Terus Digelar
Dalam wawancara seusai acara, Rijanto kembali menegaskan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Bazar Pandawa IV.
“Ya, sangat baik sekali. Ini Bazar Pandawa 4 yang diselenggarakan oleh Desa Sukosewu. Tentunya ini bentuk gotong royong,” ujarnya.
Menurutnya, mempertahankan semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman bukan sesuatu yang mudah. Namun, Desa Sukosewu dinilai mampu mempertahankan tradisi tersebut melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.
“Ini mengangkat UMKM, terus kemudian juga memberikan wadah anak-anak sekolah untuk tampil, ini bagus sekali,” katanya.
Rijanto berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
“Harapan kami kegiatan semacam ini terus diadakan tiap tahun,” tegasnya.
Guntur Wahono: Pengembangan UMKM Harus Mendapat Dukungan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono, S.E., yang turut hadir dalam penutupan, juga memberikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat.
Ia menilai Bazar Pandawa IV menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan UMKM.
“Sangat luar biasa. Antusias masyarakat untuk menjajakan UMKM-nya sangat bagus sekali,” kata Guntur.
Menurutnya, konsistensi kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu indikator bergeraknya ekonomi masyarakat desa.
“Kalau ini jalan terus, berarti kesejahteraan masyarakat luar biasa meningkat. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Guntur mengatakan pihaknya berkepentingan untuk melihat secara langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Jika dalam pengembangan UMKM terdapat kebutuhan fasilitasi melalui APBD Provinsi Jawa Timur, ia menyatakan siap membantu mengkomunikasikannya.
“Manakala nanti di dalam pengembangan UMKM kira-kira perlu sesuatu yang perlu difasilitasi melalui APBD Provinsi Jawa Timur, maka kami akan fasilitasi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi secara langsung agar kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara nyata.
“Pentingnya kita sering melakukan komunikasi, koordinasi, dan melihat secara nyata apa yang dilakukan masyarakat, terutama dalam rangka pengembangan ekonomi yang berbasis kerakyatan,” ujar Guntur.
Posko Relawan PDIP Buka Layanan Sosial Gratis
Selain memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM, Posko Relawan PDIP turut membuka layanan sosial selama pelaksanaan Bazar Pandawa IV.
Layanan tersebut meliputi pijat gratis, potong rambut, serta cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.
Menurut Guntur, layanan tersebut merupakan ben tuk perhatian organisasi politik terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami dari PDI Perjuangan DPR Kabupaten Blitar itu membuka posko pengobatan gratis. Ada pijat gratis, pengobatan gratis, tes kesehatan gratis, yang ini dibiayai oleh partai,” ungkapnya.
Guntur menegaskan bahwa organisasi politik tidak seharusnya hanya hadir ketika membutuhkan dukungan masyarakat.
“Inilah kewajiban organisasi politik, tidak hanya mikir cari dukungan pada saat mau maju atau mencalonkan, tetapi pada saat masyarakat berkebutuhan menginginkan sesuatu, ini harus kita pegang,” katanya.
Ia menyebut kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian.
“Terutama hal-hal yang sifatnya mendasar. Apa itu? Ya kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya,” ujar Guntur.
Ditutup Campursari Suko Budoyo
Setelah dua hari diisi pentas seni pelajar, puncak Bazar Pandawa IV pada Minggu malam ditutup dengan pagelaran seni tradisional campursari oleh grup lokal Suko Budoyo.
Penampilan tersebut menghibur ratusan warga yang memadati kawasan festival hingga penghujung acara.
Kepala Desa Sukosewu sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap seluruh masyarakat dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bazar Pandawa IV.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata hiburan rakyat, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui UMKM dan semangat gotong royong.
Ke depan, Pemerintah Desa Sukosewu berkomitmen mempertahankan Bazar Pandawa sebagai agenda tahunan sekaligus terus melakukan inovasi agar manfaatnya semakin luas.
Rijanto maupun Guntur Wahono sama-sama berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, UMKM, pendidikan, seni budaya, serta berbagai unsur pembangunan desa.
Bagi Sukosewu, Bazar Pandawa IV bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan tahunan. Festival tersebut menjadi gambaran bagaimana gotong royong, ekonomi kerakyatan, kreativitas generasi muda, dan potensi lokal dapat dipertemukan dalam satu ruang di tengah masyarakat desa.
Merdeka!
*(Red)
Gubernur Khofifah Turun Langsung Droping Air Bersih untuk Warga Blitar Terdampak Kekeringan Ekstrem
By JN¹ On September 06, 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Blitar Rijanto turun langsung dalam kegiatan dropping air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan ekstrem di Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9/2026).
BLITAR, Jawa Timur | JNO — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih atau dropping bagi masyarakat terdampak kekeringan ekstrem di wilayah Kabupaten Blitar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan penanganan krisis air bersih yang melanda puluhan daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Blitar, akibat musim kemarau panjang.
Gubernur Khofifah mengungkapkan, hingga saat ini telah tercatat sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat Bencana Kekeringan.
“Hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya penguatan dan substitusi suplai air bersih untuk menyokong langkah yang sudah dilakukan Pak Bupati Blitar dan kepala daerah lainnya. Kekeringan ekstrem dan panjang ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi dropping air bersih di Blitar, Sabtu (5/9/2026).
Khofifah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas jangkauan distribusi air bersih ke sejumlah titik krisis. Selain penanganan darurat melalui jalur darat, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah teknis dan mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual untuk menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan.
Secara spiritual, Khofifah mengimbau masyarakat bersama pemerintah daerah untuk menggelar Salat Istisqa secara berjamaah. Sementara dari sisi teknis dan ilmiah, Pemprov Jatim telah melakukan koordinasi untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Jika pada musim hujan OMC dilakukan untuk memecah atau mengarahkan awan ke laut, kali ini sebaliknya. Berdasarkan deteksi meteorologi, ada potensi pergerakan awan potensial. Begitu awan terdeteksi masuk wilayah daratan Jatim, kita siapkan OMC agar awan tersebut bisa optimal diturunkan menjadi hujan,” terangnya.
Selain menangani krisis air bersih, Pemprov Jawa Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga bekerja ekstra keras menghadapi meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur akibat dampak kemarau ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, yang mendampingi Gubernur Khofifah, menyampaikan bahwa operasi pemadaman udara atau water bombing terus dimaksimalkan di sejumlah titik rawan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain Gunung Butak, Gunung Semeru, Gunung Arjuno, hingga Gunung Ijen.
“Untuk hari ini fokus water bombing kita alihkan ke Gunung Butak karena cuaca dan angin kencang di Semeru cukup berisiko bagi penerbangan heli. Di Semeru sendiri luasan lahan terbakar sudah mencapai sekitar 1.888 hektare,” ungkap Gatot.
Gatot menambahkan, helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga disiagakan untuk merespons permintaan pemadaman di kawasan Gunung Ijen.
Permintaan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan dari Bupati Banyuwangi, Bupati Bondowoso, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Meski demikian, faktor keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi pemadaman dari udara.
“Tantangan utama pemadaman udara adalah angin kencang, jarak pandang pilot yang terbatas akibat kabut awan, serta topografi tebing pegunungan yang sangat curam. Karena itu, pemadaman udara ini terus kita kombinasikan dengan tim pemadaman darat yang melibatkan unsur gabungan TNI, Polri, OPD teknis, dan relawan,” pungkas Gatot.
Penanganan kekeringan ekstrem dan Karhutla tersebut menjadi tantangan besar bagi Jawa Timur di tengah musim kemarau panjang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/kota, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan terus melakukan langkah terpadu untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan dampak bencana di berbagai wilayah.
JNO | Redaksi
Kendalikan Inflasi, Pemkab Blitar Gelar Operasi Pasar Murah di Kecamatan Wlingi
By JN¹ On September 02, 2026
Blitar, Jawa Timur | JNO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah yang dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 2–3 September 2026 tersebut digelar mulai pukul 08.30 WIB guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tren fluktuasi harga komoditas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa operasi pasar ini diselenggarakan sebagai langkah proaktif pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran di berbagai kawasan, di mana sebelum menyasar Kecamatan Wlingi, program serupa telah digelar di Kecamatan Srengat.
"Hari ini dari Disperindag Kabupaten Blitar mengadakan kegiatan Operasi Pasar Murah dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilisasi harga barang-barang kebutuhan pokok," ujar Darmadi.
Bermitra langsung dengan Perum Bulog dan berbagai penyedia bahan pangan, Disperindag menyalurkan komoditas pangan utama yang dijual sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET):
Beras SPHP (Bulog): Disiapkan sebanyak 2 ton dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kg.
Minyak goreng dalam kemasan: Disiapkan sebanyak 20 karton dengan harga Rp15.700 per liter.
Gula Pasir: Disediakan dengan harga Rp16.000 per kg.
Produk UMKM Lokal: Berbagai produk olahan dari pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Wlingi.
Darmadi menjelaskan bahwa pembatasan kuota pembelian diterapkan agar distribusi barang merata ke seluruh masyarakat yang membutuhkan. Pembelian beras dibatasi maksimal 2 pak (10 kg) per warga, sementara Minyak goreng dalam kemasan dibatasi 1 bungkus per pembeli.
Menyinggung kondisi pasar terkini, Darmadi mengungkapkan bahwa kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok pada bulan September merupakan hal yang relatif lumrah terjadi akibat pasokan yang terbatas di tengah tingginya permintaan. Namun, pihak Disperindag memastikan ketersediaan barang di pasaran tetap aman dan rantai distribusi berjalan lancar.
"Secara umum kenaikannya masih terkendali. Kami memastikan semua komoditas sembako seperti beras, minyak, dan gula tersedia di pasar sehingga masyarakat bisa langsung membeli saat membutuhkan. Operasi pasar ini menjadi salah satu bagian dari upaya stabilisasi harga tersebut," jelasnya.
Antusiasme masyarakat menyambut gelaran ini terlihat dari kehadiran para warga setempat. Susi Jayanti, 38 tahun, salah seorang pembeli dari Kampung Baru, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding harga pasaran.
"Harganya lumayan miring. Saya beli minyak sama gula, kalau beras tidak beli karena di rumah masih ada stok," ungkap Susi.
Operasi pasar murah ini terbuka untuk seluruh masyarakat umum dan diharapkan dapat terus menjaga stabilitas pasokan serta harga komoditas pangan di wilayah Kabupaten Blitar. *Red/
Mahasiswa UNISBA Blitar Kembangkan Sayuran Organik, Panen Mulai 25 Hari dan Dipasarkan Lewat Pre-Order
By JN¹ On September 01, 2026
Kebersihan Lingkungan MTsN 4 Blitar Disorot Warga, Keluhan Disebut Belum Mendapat Tindak Lanjut
By JN¹ On Agustus 28, 2026
Lingkungan MTsN 4 Blitar disorot warga karena ketidakpedulian kebersihannya. 28/08/2026.
Blitar, Jawa Timur | JNO — Persoalan kebersihan lingkungan di sekitar MTsN 4 Blitar kembali menjadi perhatian warga. Kondisi sejumlah area di sisi luar sekolah yang berbatasan langsung dengan lingkungan organisasi warga dinilai memerlukan perhatian dan penanganan yang lebih serius dari pihak sekolah.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima JinNewsOne (JNO), terlihat sejumlah titik di sekitar bagian luar lingkungan sekolah masih dipenuhi sampah, terutama daun kering, rumput liar, serta berbagai material dan sampah yang berserakan. Pada salah satu bagian terlihat pula saluran atau area sempit di antara bangunan dan dinding sekolah yang terdapat sampah plastik serta material lainnya.
Warga menyampaikan bahwa persoalan tersebut bukan hal baru yang pertama kali dikeluhkan. Pada tanggal 7 Agustus 2026, warga disebut telah menyampaikan keluhan dan laporan mengenai kondisi kebersihan lingkungan kepada pihak MTsN 4 Blitar. Namun, menurut keterangan warga, hingga berita ini diterbitkan belum terlihat adanya tindakan penanganan yang signifikan terhadap area yang dikeluhkan.
Warga juga menyebut telah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak sekolah, termasuk berdiskusi dengan Kepala MTsN 4 Blitar, Tati Farida, S.Pd., M.Si. Namun, saat warga datang, kepala sekolah disebut sedang tidak berada di tempatnya.
Warga Pernah Berswadaya Membersihkan
Kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sebenarnya telah dilakukan melalui tindakan nyata. Sebelumnya, warga sekitar secara swadaya turut membersihkan bagian lingkungan di sisi utara dinding luar sekolah.
Namun, upaya tersebut dinilai semakin berat karena banyaknya daun kering yang terus berjatuhan dari pohon besar yang berada di lingkungan sekolah. Volume daun yang terus bertambah membuat warga menginginkan apabila harus melakukan pembersihan secara mandiri.
Kondisi ini kemudian memunculkan harapan agar terdapat pembagian tanggung jawab yang jelas antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar, mengingat area tersebut berada tepat di sisi lingkungan sekolah sekaligus berdampingan dengan rumah warga.
Sekolah Bukan Hanya Tempat Belajar
Kebersihan pribadi mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga, hal tersebut memiliki dimensi yang lebih luas karena lingkungan sekolah merupakan bagian dari ruang pendidikan.
MTsN 4 Blitar sebagai lembaga pendidikan tidak hanya memiliki fungsi memberikan fungsi akademik, tetapi juga menjadi salah satu pembelajaran tempat pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai kebersihan, kedisiplinan, kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan aslinya dapat tercermin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, warga menilai sangat buruk jika persoalan kebersihan di bagian luar lingkungan sekolah terjadi dengan organisasi yang justru berlarut-larut tanpa penyelesaian yang terlihat.
Semangat membangun generasi muda yang ber-Akhlakul Karimah tentu tidak berhenti pada pembelajaran di kelas. Kepedulian terhadap kebersihan, lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar juga merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.
Kontrol Sosial, Bukan Sekadar Kritik
JNO memandang persoalan ini sebagai bagian dari kontrol sosial dan kritik yang membangun, bukan untuk menyudutkan pihak sekolah. Keluhan masyarakat patut menjadi ruang evaluasi agar persoalan sederhana tidak berkembang menjadi persoalan hubungan antara lembaga pendidikan dengan lingkungan sekitarnya.
Di sisi lain, pihak MTsN 4 Blitar juga memiliki ruang untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi tersebut, termasuk langkah-langkah yang telah, sedang, atau akan dilakukan untuk menangani kebersihan lingkungan yang dikeluhankan warga.
JNO membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak MTsN 4 Blitar maupun Kepala Sekolah Tati Farida, S.Pd., M.Si., sehingga informasi yang berkembang dapat disampaikan secara berimbang kepada publik.
Sebab, menjaga kebersihan lingkungan sekolah pada akhirnya bukan hanya persoalan estetika. Ia merupakan cermin kepedulian, keteladanan, dan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan dan masyarakat yang hidup berdampingan di sekitarnya. *(Merah)
Festival Es Campur Indonesia, dari Lomba Kuliner hingga Rencana Bisnis
By JN¹ On Agustus 25, 2026
Festival Es Campur Indonesia digelar di Aula Gaujari Palace, Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (25/8/2026).
Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Selasa, 25 Agustus 2026 — Festival Es Campur Indonesia yang digelar Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, di Gaujari Palace, Desa Kerjen, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mengusung konsep lomba “Penyaji Es Campur Terlezat.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Puluhan peserta mengikuti kompetisi dengan menghadirkan berbagai racikan es campur yang dinilai dari aspek rasa, penampilan, dan kreativitas.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat umum. Sejumlah media awak juga ikut ambil bagian dalam kompetisi, sehingga suasana festival berlangsung semakin meriah dan interaktif.
Nurhadi saat memberikan apresiasi kepada pemenang lomba. Foto dok. *Red.
Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat umum. Sejumlah media awak juga ikut ambil bagian dalam kompetisi, sehingga suasana festival berlangsung semakin meriah dan interaktif.
Di balik kegiatan yang bernuansa hiburan tersebut, terdapat pula rencana pengembangan bisnis kuliner. Nurhadi menyampaikan bahwa festival menjadi salah satu sarana untuk melihat secara langsung kreativitas peserta sekaligus mendapatkan inspirasi bagi rencana usaha resto es campur yang akan dikembangkan.
“Festival ini dalam ikut rangka memeriahkan HUT RI. Di samping itu, saya juga punya niat membuka usaha resto es campur, dengan rencana launching pertama di Kediri,” kata Nurhadi.
Menurut Nurhadi, berbagai racikan yang disajikan peserta berpotensi memberikan inspirasi terhadap pengembangan menu. Bahkan, ia membuka kemungkinan resep dari peserta dapat menjadi bagian dari menu resto yang direncanakannya.
Selain potensi pengembangan resep, festival tersebut juga membuka peluang bagi peserta yang memenuhi kriteria untuk terlibat dalam usaha kuliner tersebut. Mereka berpeluang direkrut sebagai pramusaji maupun tenaga pembuat es campur ketika resto mulai beroperasi.
Dengan demikian, Festival Es Campur Indonesia tidak sekadar menjadi lomba kuliner dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas masyarakat, potensi kuliner, dan peluang pengembangan usaha.
Rencana tersebut sekaligus memberikan dimensi berbeda pada festival yang digelar di Istana Gaujari. Dari sebuah kompetisi penyajian es campur, kegiatan ini diarahkan untuk menggali ide, menemukan potensi sumber daya manusia, serta melihat peluang bisnis kuliner yang dapat dikembangkan lebih lanjut. *(Red)
Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat Diikuti Sekitar 5.000 Peserta
By JN¹ On Agustus 23, 2026
Antusiasme peserta mengikuti Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat Blitar, Minggu (23/8/2026).Blitar, Jawa Timur | JNO — Ribuan masyarakat mengikuti Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 Kampung Coklat, Minggu (23/8/2026). Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut mengusung tema “Sehatkan Raga, Cerahkan Rasa” dan dipusatkan di kawasan Wisata Edukasi Kampung Coklat, Kabupaten Blitar.
Jalan sehat dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan rute sejauh kurang lebih 2 kilometer. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Harlah ke-12 sekaligus menjadi sarana olahraga, rekreasi, dan silaturahmi masyarakat.
Kampung Coklat, Destinasi Wisata Keluarga dari Blitar untuk Indonesia
Kampung Coklat bukan sekadar lokasi penyelenggaraan kegiatan Harlah. Kawasan ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Blitar yang dikenal dengan konsep wisata berbasis kakao, rekreasi keluarga, kuliner, serta edukasi pengolahan cokelat.
Konsep tersebut membuat Kampung Coklat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat dari berbagai daerah, tidak hanya dari Blitar. Pemerintah Kabupaten Blitar sebelumnya juga mencatat bahwa pengunjung Kampung Coklat datang tidak hanya dari masyarakat setempat, tetapi juga dari luar daerah.
Popularitasnya sebagai destinasi wisata keluarga juga didukung oleh beragam fasilitas yang tersedia di dalam kawasan, mulai dari paket wisata edukasi, wahana permainan, area kuliner, galeri produk cokelat, area wisata, hingga fasilitas untuk berbagai kegiatan dan acara.
Melalui paket wisata edukasi, pengunjung tidak hanya menikmati suasana rekreasi, tetapi juga dapat mengenal tanaman kakao serta proses pengolahan cokelat dari hulu hingga hilir. Konsep inilah yang menjadikan Kampung Coklat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisata keluarga maupun kegiatan edukasi.
Kampung Coklat berlokasi di Jl. Banteng–Blorok No. 18, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur 66161.
Dengan konsep wisata yang memadukan edukasi, rekreasi, kuliner, dan produk olahan cokelat, Kampung Coklat terus menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Pada sejumlah periode liburan, kawasan ini juga dikenal ramai dikunjungi wisatawan dan pemudik yang datang ke Blitar.
Jalan Sehat Diikuti Sekitar 5.000 Peserta
Ketua Pelaksana Harlah ke-12 Kampung Coklat, Abdul Haris Fauzan, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Berdasarkan jumlah kupon yang terjual hingga sehari sebelum pelaksanaan, peserta yang mengikuti jalan sehat diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang.
“Alhamdulillah sudah ada 5.000 peserta terdaftar untuk melaksanakan bersama-sama agenda jalan sehat hari ini,” kata Abdul Haris.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat dan keberkahan bagi Kampung Coklat serta menjadi momentum untuk mengapresiasi masyarakat yang telah ikut menyukseskan seluruh rangkaian Harlah ke-12.
Selain berolahraga bersama, peserta juga mendapatkan kesempatan memenangkan berbagai hadiah. Hadiah utama yang disiapkan panitia berupa satu unit sepeda motor Honda Beat, dengan pajak hadiah ditanggung oleh pihak penyelenggara.
Selain sepeda motor, panitia juga menyediakan sepeda gunung, mesin cuci, serta puluhan hadiah lainnya.
Abdul Haris menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk sejumlah sponsor dari sektor perbankan dan pihak lainnya.
“Hadiah utama ada motor Beat, ada sepeda gunung, ada mesin cuci, dan juga ada puluhan hadiah lainnya,” ujarnya.
Tiket Rp5.000, Peserta Dapat Kupon Berhadiah
Dari sisi biaya, peserta cukup membayar Rp5.000 untuk mendapatkan kupon jalan sehat berhadiah. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10.000.
“Untuk tiket sangat terjangkau, malah turun harga. Tahun lalu Rp10.000, hari ini tiketnya cukup dengan Rp5.000 saja. Peserta sudah mendapatkan kupon jalan sehat berhadiah,” jelas Abdul Haris.
Ia menambahkan, rute jalan sehat yang ditempuh relatif ringan, yakni sekitar 2 kilometer atau kurang lebih 4.000 langkah. Jarak tersebut dipilih agar kegiatan dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia.
“Yang penting peserta berjalan sehat, kira-kira ada 4.000 langkah dan itu sesuai kriteria untuk menyehatkan kita sehari-hari,” katanya.
Peserta: Bisa Olahraga, Berkumpul, Sekaligus Berpeluang Mendapat Hadiah
Antusiasme juga dirasakan langsung oleh peserta. Salah satunya Muji Cahyono, 49 tahun, warga Desa Plosorejo yang mengikuti jalan sehat bersama masyarakat lainnya.
Muji mengaku kegiatan tersebut menarik karena tidak hanya menjadi kesempatan untuk berolahraga, tetapi juga menjadi ajang berkumpul bersama masyarakat.
“Bagus sekali. Bagusnya itu kita bisa kumpul, bisa olahraga bersama, terus siapa tahu dapat hadiah,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Muji membeli delapan kupon, masing-masing seharga Rp5.000. Ia juga mengaku sebelumnya pernah mengikuti kegiatan serupa pada perayaan Harlah Kampung Coklat tahun lalu dan sempat mendapatkan hadiah doorprize, meskipun bukan hadiah utama.
Bagi Muji, keberadaan hadiah menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Ia berharap jumlah hadiah pada kegiatan serupa ke depan dapat semakin banyak sehingga lebih banyak peserta berkesempatan mendapatkannya.
Jalan Sehat Harlah ke-12 Kampung Coklat pun tidak hanya menjadi agenda olahraga bersama. Kegiatan tersebut sekaligus menghadirkan ruang interaksi masyarakat dalam suasana perayaan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat posisi Kampung Coklat sebagai destinasi wisata edukasi dan rekreasi keluarga yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Blitar. *(Red)


















