Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

Labels

Topik

Terpopuler

Trending

🔴 BREAKING
Memuat berita terbaru...
Pendidikan Generasi Muda di Era Digital Jadi Sorotan, Bullying hingga Karakter Pancasila Dibahas

By On September 27, 2026

📷 GAMBAR ARTIKEL UTAMA

Blitar, Jawa Timur. Co — Pendidikan generasi muda dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Di tengah perkembangan teknologi digital, penguatan karakter, keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta pencegahan perundungan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.


Hal tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Pendidikan Generasi Muda untuk Menghadapi Tantangan Zaman di Esteje Cafe, Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Sabtu (26/9/2026).


Kegiatan menghadirkan Guntur Wahono, S.E., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Rangga Bisma Aditya, S.Sosio., Ketua KPU Kota Blitar, Muhammad Yahya, Sekretaris PW IPNU Jawa Timur, serta Muhammad Miftahu Surur, Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar, dengan puluhan peserta dari kalangan Gen Z.


Tantangan Pendidikan di Era Digital


Rangga Bisma Aditya menyoroti perubahan pendidikan di tengah peradaban digital. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai Pancasila agar karakter kebangsaan tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan.


Ia juga menilai sistem pendidikan perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk penguatan pendidikan keluarga, parenting, serta penanganan bullying dan cyberbullying yang kini dapat terjadi di ruang digital.


Peran komite sekolah, menurutnya, juga perlu diperluas. Tidak hanya menangani persoalan fasilitas maupun kebutuhan sekolah, tetapi turut menjadi bagian dari edukasi pengasuhan, pendidikan karakter dan pencegahan perundungan.


Aspirasi Pelajar: Bullying hingga Guru Honorer


Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar Muhammad Miftahu Surur menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.


Sejumlah isu yang disampaikan antara lain perundungan di kalangan pelajar, akses dan fasilitas pendidikan, serta kesejahteraan guru honorer.


Ia berharap forum serupa tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak lebih luas bagi pelajar di Kabupaten Blitar.


Sementara Muhammad Yahya menilai diskusi yang mempertemukan pelajar, praktisi pendidikan dan aktivis perlu terus digalakkan.


Ia juga mendorong agar aspirasi generasi muda dapat dikemas melalui ruang digital. Pelatihan pembuatan konten video di berbagai platform media sosial dinilai dapat menjadi sarana menyampaikan pesan moral dan gagasan anak muda secara kreatif.



Guntur Wahono: Perlu Tindak Lanjut

Guntur Wahono menegaskan, persoalan anak muda dan perundungan tidak cukup dibahas dalam satu pertemuan. Menurutnya, perlu ada forum lanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, dinas terkait dan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.


Aspirasi pelajar, kata Guntur, perlu diakomodasi agar dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan.


Ia juga mendorong pertemuan yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kelompok pelajar dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, sinergi antara kelompok nasionalis dan religius juga penting untuk membangun masyarakat yang maju, berwawasan dan memiliki kepedulian sosial.


Dalam forum tersebut, Guntur turut menyampaikan pandangan mengenai pentingnya generasi muda memahami kehidupan politik dan kebangsaan.


Pendidikan, Karakter dan Masa Depan Generasi Muda


Sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog antara pelajar, organisasi kepemudaan, penyelenggara pemilu dan wakil rakyat. Berbagai persoalan mulai pendidikan karakter, transformasi digital, parenting, bullying, cyberbullying, fasilitas pendidikan hingga kesejahteraan guru honorer menjadi bagian dari pembahasan.


Forum tersebut menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berkarakter, kreatif, adaptif dan mampu berkontribusi bagi masyarakat.


Aspirasi generasi muda pun diharapkan tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan dapat diteruskan menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam  Dari kebijakan pendidikan dan pembangunan daerah. *(Red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *