Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tampil di Panggung Dramasoka, Ribuan Warga Tumpah di Aloon-Aloon Kanigoro

 


Blitar, Jawa Timur — JinNewsOne.com | Sabtu, 8 Agustus 2026 — Suasana Aloon-Aloon Kanigoro, Kabupaten Blitar, berbeda dari biasanya pada Jumat (7/8/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan gelaran Dramasoka dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar.

Namun, perhatian penonton malam itu tidak hanya tertuju kepada para pengisi acara. Bupati Blitar Rijanto bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah atau Kaji Beky tampil langsung di atas panggung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Para pejabat yang sehari-hari tampil dalam agenda pemerintahan dengan suasana formal, malam itu terlihat lebih cair. Mereka ikut memainkan peran dalam balutan drama dan humor yang mengundang tawa penonton.

Kaji Beky juga tampil mengenakan kostum berwarna biru yang menjadi ciri penampilannya malam itu. Kehadirannya bersama Rijanto membuat suasana panggung Dramasoka terasa semakin dekat dengan masyarakat.

Mengenal Drama Soka dan Pesan di Balik Ceritanya

Drama Soka merupakan pertunjukan drama bernuansa komedi dan tradisional yang mengangkat kehidupan masyarakat pedesaan. Lakon yang dimainkan memadukan perjuangan, kelucuan, kesetiaan, serta konflik kehidupan masyarakat dalam sebuah cerita yang sarat pesan moral.

Alur ceritanya umumnya berpusat pada persoalan perebutan kekuasaan, asmara, serta pertentangan antara kebaikan dan kebatilan. Unsur humor dan banyolan khas menjadi bagian penting yang membuat pesan-pesan sosial dalam cerita dapat diterima masyarakat dengan cara yang menghibur.

Cerita diawali dengan tahap pengenalan atau eksposisi. Suasana pedesaan digambarkan tenteram, dengan tokoh yang dihormati atau memiliki kekayaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Pada tahap ini, karakter utama dan sifat masing-masing tokoh mulai diperkenalkan kepada penonton.

Konflik kemudian berkembang ketika muncul tokoh antagonis atau pihak yang memiliki niat jahat. Dalam salah satu gambaran konflik, praktik korupsi menjadi persoalan yang mengancam kepentingan masyarakat. Modusnya dapat digambarkan melalui pembangunan fasilitas publik dengan anggaran besar, tetapi hasilnya tidak layak digunakan, seperti pembangunan jembatan yang tidak sesuai dengan nilai dan kebutuhan masyarakat.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Ketegangan antara pihak yang membela kepentingan masyarakat dan pihak yang mengejar kepentingan pribadi dibalut dengan humor serta banyolan khas Drama Soka.

Klimaks cerita terjadi ketika pihak yang baik harus menghadapi ujian besar. Kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan para tokoh diuji untuk menyelamatkan desa dan masyarakat yang mereka cintai sekaligus menghadapi pihak yang melakukan kejahatan.

Pada tahap penyelesaian, pihak yang baik akhirnya mampu mengatasi persoalan melalui kerja sama, kecerdikan, serta keberanian. Konflik ditutup dengan pesan moral mengenai pentingnya melawan praktik korupsi, membangun kesadaran, serta mengembalikan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, Drama Soka tidak hanya mengandalkan unsur hiburan. Cerita yang disampaikan juga menjadi media untuk menyampaikan kritik sosial dan pesan moral mengenai kekuasaan, keadilan, tanggung jawab, serta kepentingan masyarakat.


Dramasoka Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Bagi Bupati Blitar Rijanto, Dramasoka bukan sekadar pertunjukan hiburan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Pagelaran tersebut dinilai menjadi salah satu ruang untuk menjaga kesenian dan budaya daerah agar tetap hidup serta dekat dengan masyarakat.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya pagelaran Dramasoka ini. Semoga Blitar semakin berdaya dan berjaya, sesuai tema Hari Jadi ke-702, yakni Manggih Raharjo Blitar Kuncoro,” ujar Rijanto.

Ia mengatakan, kegiatan seni dan budaya perlu terus digelar agar generasi berikutnya memiliki ruang untuk mengenal sekaligus mencintai kesenian daerah.

“Dengan digelarnya acara seperti ini, semoga kita terus bisa melestarikan kesenian dan budaya asli daerah kita. Lestari terus seni budaya nusantara,” katanya.

Kehadiran para pejabat daerah dalam pementasan malam itu turut memberikan warna tersendiri. Para pejabat yang biasanya ditemui dalam ruang rapat dan agenda pemerintahan tampil dengan karakter yang lebih santai dan komunikatif.

Tawa penonton pecah ketika mereka memainkan peran dalam cerita. Sekat antara pejabat dan masyarakat seolah menipis, digantikan suasana akrab yang mempertemukan pemerintahan dengan masyarakat melalui bahasa seni dan hiburan.

Hiburan Sekaligus Gerakkan Ekonomi UMKM

Selain menjadi ruang pertunjukan seni dan hiburan, kemeriahan di Aloon-Aloon Kanigoro juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menggerakkan perekonomian melalui berbagai stan UMKM.

Rijanto berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Blitar tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

“Selain itu, kami berharap rangkaian kegiatan Hari Jadi Blitar ini bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

“Masyarakat bisa berjualan melalui UMKM-UMKM yang ada di sini. Ini juga menjadi momentum untuk menyatukan kekompakan dan semangat gotong royong antarwarga,” imbuhnya.

Cak Percil dan Happy Asmara Meriahkan Panggung

Kemasan Dramasoka semakin semarak dengan kehadiran dua bintang tamu yang telah dikenal luas masyarakat Jawa Timur, yakni komedian Cak Percil dan penyanyi Happy Asmara.

Cak Percil menghidupkan suasana melalui gaya lawaknya, sedangkan penampilan Happy Asmara membuat kawasan Aloon-Aloon Kanigoro semakin bergemuruh.

Meski demikian, sorotan malam itu tidak sepenuhnya tertuju kepada para artis.

Ketika para pejabat daerah mulai memainkan perannya, perhatian penonton justru beralih kepada aksi para pejabat di atas panggung. Tawa pecah dari tengah kerumunan ketika mereka tampil dengan karakter yang jauh dari kesan formal.

Dramasoka akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertunjukan.

Pagelaran tersebut menjadi ruang pertemuan antara budaya, kritik sosial, hiburan, ekonomi rakyat dan kebersamaan dalam satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Di tengah gemerlap panggung dan riuh tepuk tangan, pesan yang hadir pun sederhana: perayaan hari jadi bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah daerah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga budaya, menghidupkan ekonomi lokal, merawat kebersamaan, serta membangun kesadaran untuk menolak praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Dengan semangat “Manggih Raharjo Blitar Kuncoro”, peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar pun terasa semakin dekat dengan denyut kehidupan masyarakatnya. *(Red)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *