Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Pemugaran Candi Prambanan Dipercepat, Teknologi AI hingga LiDAR Dilibatkan

Eksotisme candi Prambanan dikala senja (Foto dok. Rc)


Yogyakarta, DI Yogyakarta — JinNewsOne.com | Kamis, 13 Agustus 2026.

Rencana mempercepat pemugaran candi perwara di Kompleks Candi Prambanan menghadapi tantangan antara kebutuhan efisiensi dan kewajiban menjaga keaslian cagar budaya.


Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Surya Helmi mengatakan, pemugaran satu candi perwara umumnya membutuhkan waktu sekitar 1–1,5 tahun. Jika dikerjakan satu per satu, pemugaran sekitar 200 perwara dapat memakan waktu hingga dua abad.


Percepatan, menurut Helmi, tetap memungkinkan dengan mengerjakan beberapa candi secara paralel, didukung pendanaan dan teknologi. Namun, setiap pekerjaan harus melalui kajian kelayakan, teknis, Detail Engineering Design (DED), hingga pelaksanaan sesuai kaidah arkeologis.


Untuk situs berstatus warisan dunia seperti Prambanan, pemerintah juga wajib menyusun Heritage Impact Assessment (HIA) dan mengajukannya kepada UNESCO. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan proses pemugaran tidak mengurangi nilai penting warisan dunia.


“Cepat tapi bukan berarti kita mengabaikan prinsip-prinsip,” kata Helmi.


Salah satu kendala pemugaran adalah pencarian dan pemasangan kembali batu asli. Material candi yang runtuh dapat berserakan, bercampur dengan batu lain, bahkan sebagian telah hilang. Di sisi lain, tenaga terampil yang memiliki pengalaman khusus dalam mencari dan menyusun batu candi semakin terbatas.


Helmi menilai keterampilan tersebut tidak dapat diperoleh secara instan. Diperlukan pelatihan dan pengalaman khusus, sebagaimana praktik penguatan tenaga konservasi yang pernah diterapkan di Fez, Maroko.


Saat ini tim juga mengkaji metode untuk memangkas waktu pengerjaan. Salah satunya dengan tidak membongkar seluruh bagian hingga fondasi apabila tidak diperlukan secara arkeologis. Metode ini diperkirakan dapat memangkas waktu pemugaran dari sekitar satu tahun menjadi beberapa bulan.


Sementara itu, pemugaran Prambanan akan diperkuat melalui kerja sama Indonesia-India antara Indonesian Heritage Agency dan Archaeological Survey of India (ASI).


Program tersebut mencakup konservasi, pertukaran keahlian, dokumentasi menggunakan LiDAR dan fotogrametri, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk rekonstruksi digital dan analisis teknis.


Helmi mengingatkan, pemugaran bukan sekadar mempercepat bangunan kembali berdiri. Setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah agar warisan budaya yang diterima generasi sekarang dapat diteruskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan nilai dan maknanya. *(Red)

Newest
You are reading the newest post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *