Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Search This Blog

ADVERTISER

ADVERTISER
Rekapitulasi Gempa NTT 15 Agustus 2026: M7,7 Guncang Flores, Tsunami Terdeteksi di NTB

By On Agustus 16, 2026












NTT | JinNewsOne.com | Minggu, 16 Agustus 2026 — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa dangkal tersebut terjadi pada pukul 05.58 WITA atau 04.58 WIB dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.


Gempa berpusat di laut dan sempat memicu potensi tsunami sehingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan serangkaian Peringatan Dini Tsunami (PDT) berdasarkan hasil pemantauan dan pemutakhiran parameter gempa serta observasi muka air laut. Laporan awal menyebut guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).


Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah NTB


Pemantauan muka air laut kemudian menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang teramati di sejumlah wilayah.


Di NTB, tsunami tercatat antara lain di Dompu dengan ketinggian 0,17 meter serta Sape, Kabupaten Bima, sebesar 0,56 meter.


Catatan tersebut menunjukkan bahwa ancaman tsunami setelah gempa besar di wilayah laut bukan sekadar potensi berdasarkan pemodelan, tetapi dapat dikonfirmasi melalui hasil observasi muka air laut.


Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG menjadi bagian penting dari sistem peringatan untuk memberikan waktu kepada masyarakat di kawasan pesisir agar segera mengambil tindakan penyelamatan.


Kesiapsiagaan Dimulai Sebelum Gempa Terjadi


Peristiwa gempa Flores kembali mengingatkan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak cukup dilakukan setelah gempa terjadi.


Masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pesisir, perlu memahami langkah evakuasi mandiri dan mengenali jalur menuju tempat yang lebih aman sebelum bencana terjadi.


Jika merasakan guncangan gempa yang kuat dan/atau berlangsung lama, masyarakat pesisir diimbau segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi atau lokasi evakuasi yang telah ditentukan.


Jangan menunggu informasi datang terlebih dahulu apabila tanda-tanda alam mengharuskan evakuasi.


Prinsip tersebut menjadi penting karena tsunami dapat datang dalam waktu relatif singkat setelah gempa kuat yang terjadi di laut. Evakuasi mandiri dapat menjadi langkah pertama untuk menyelamatkan diri sebelum informasi lanjutan diterima.


STOP HOAX, Pastikan Informasi Berasal dari Sumber Resmi


Situasi bencana juga sering diikuti beredarnya informasi yang tidak benar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.


Informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan, mengganggu proses evakuasi, bahkan membahayakan keselamatan masyarakat.


Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa dan tsunami sebelum memastikan sumbernya.


Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat antara lain:


- Percaya dan ikuti informasi resmi BMKG.

- Kenali potensi bahaya di sekitar tempat tinggal dan aktivitas.

- Pahami jalur serta lokasi evakuasi.

- Siapkan tas siaga bencana.

- Lakukan evakuasi mandiri ketika diperlukan.

- Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


Gempa bumi hingga kini tidak dapat diprediksi secara tepat kapan dan di mana akan terjadi. Namun, risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui pengetahuan, kesiapsiagaan, serta respons yang tepat ketika bencana terjadi.


Peristiwa M7,7 di Flores menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang.


Tetap tenang, tetap waspada, dan selalu Pantau Terus InfoBMKG sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa bumi dan tsunami. *(Red)


(Sumber: BMKG, BNPB, dan laporan pemantauan gempa/tsunami).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *